KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 
 
HUKUM

Ada Delik Hukum Mengatur Kehidupan Tata Negara
Oleh : Dody Muhamad Zuhdy | 19-Mei-2010, 07:38:55 WIB

KabarIndonesia - Pak Alfons Loemau sebagai pangamat kepolisian mengatakan �Masyarakat Indonesia perlu informasi yang terukur, seperti �masalah seseorang punya kepemilikan saham di perusahaan�, kalau pengamat atau orang hukum atau politisi masalah tersebut digaungkan itu akan menjadi suatu yang berbahaya, �ujar Pak Alfons.

Misalnya: Masalah ada yang bilang Pak Makbul Padmanegara punya saham 50 % disuatu tempat perusahaan,lalu ada yang bertanya Pak Susno punya buktinya? Tapi Pak Susno Bilang: oh, itu saya dengar dari anu atau si anu, maka kalau Cuma dengar seperti itu Pak Susno jangan Cuma omong saja, kenapa karena sebagai seorang pejabat penegak hukum akan bertanya: apa benar seseorang tersebut punya saham sebesar 50%? jelas Alfons saat diwawancara wartawan di Jakarta Selatan, Sabtu (15/5/2010).

�Jadi bukti pengecekannya apa? Mana bukti data akta hukumnya mana? Tapi Pak Susno bilang: tidak punya datanya, maka nama seseorang tersebut akan tercemar nama baiknya, ada penyertaan pasal fitnah, kalau omongan itu disebarkan lewat media cetak, media elektronik, �kata Alfons.

Saat ditemui oleh rekan-rekan wartawan dalam wawancaranya, sebagai pengamat Alfons Loemau mengatakan �Ini sesuatu yang tidak benar menurut hukum, kalau hanya omong-omong itu terus berkelanjutan misalnya: ada omongan di Koran,di media massa, maka itu ada suatu omong kebohongan yang terus berulang-ulang�.  Kalau semua orang asal omong itu bahaya jadi tidak ada aturan di negeri ini. Kalau ada yang omong dia si A memperkosa orang, dan akibatnya akan saling berantem jadi tidak ada aturannya. Ada Delik Hukum di Negara ini untuk mengatur kehidupan tata Negara�papar Alfons.

Pak Susno menyatakan bahwa jenderal bintang tiga itu juga akan mengungkap membongkar kasus proyek pengadaan peranti teknologi informasi di KPU dan kasus DPT pada Pemilu 2009.

Menurut Alfons kalau yang omong-omong yang kemaren itu tidak sesuai dengan hukum, kalau mereka sadar kalau yang mereka omong-omong itu bias menjerat mereka sendiri itu sesuai kemajuan. Kalau keadaan omong-omong itu tidak dikasih pencerahan, maka suatu kebohongan yang berulang-ulang tidak dibantah menjadi suatu kebenaran.

Alfons mengajak kita melihat Pak Susno punya sejarah sejak dulu mencuat kasus cicak versus buaya, bongkar data DPT, punya berkas data nuklir, dsb. Susno berkata akan membuka lagi dan membuka lagi, apakah cara ini cara sehat untuk reformasi organisasi?� ujar Alfons sebagai pengamat POLRI yang sudah 35 tahun bertugas di POLRI.

�Beliau sebagai Bintang 3 harus tahu yang dikerjakan seperti Kepala Rumah Tangga di keluarga, Arahkan bawahanmu, kalau tidak seperti itu berarti melalaikan jabatannya sebagai Kabareskrim adalah sebagai Kepala Bagian paling tinggi Pembina fungsi. Kalau mau diluruskan masalah ini perlu disaring secara benar �kata Alfons. Sayangnya masyarakat kita sangat melihat masalah opera sabun ini menarik untuk dilihat, tapi kalau kebenaran tidak jelas dan tidak terukur�tambahnya.

Mengenai masalah Susno yang mengkait-kaitkan melibatkan nama inisial MP, menurut Alfons �Pak Makbul sudah 35 tahun bertugas dari pangkat Letnan sampai dengan Kapolsek, sudah sampai sekarang punya banyak cucu melihat namanya MP di Televisi dikait-kaitkan dan dilibatkan kasus , maka kalau beliau diam terus dan diam terus agak kurang waras jadinya. Ini harus dihentikan sebagai sikap standar sebagai seorang kakek yang ingin tenang dihari tua agar jangan diganggu�kata Alfons.

�Kalau Pak Makbul punya salah silahkan usut, kalau merasa terganggu silahkan bongkar� beliau merasa benar dan tidak bersalah maka MP tidak akan berkelit, bersembunyi tidak berani dibilangnya. Pak Makbul tidak usah turun ikut campur, cukup lewat Lawyer beliau mengatakan tolong dibantu merasa tidak nyaman sebagai seorang kakek di ojok-ojok ke kondisi yang tidak nyaman�tutup Alfons.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/



  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia