KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahPesawat Swiss Dipaksa Mendarat di Medan oleh : Jenda Bangun
15-Apr-2014, 03:53 WIB


 
 
Pesawat Swiss Dipaksa Mendarat di Medan
KabarIndonesia - Medan, Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) III Medan, Sumatera Utara, Kamis, sekitar pukul 12.45 WIB menangkap pesawat terbang asing jenis Swearingen SX-300 Nomor N54. JX ketika memasuki wilayah Indonesia karena tanpa izin.

Panglima Kosekhanudnas III Medan,
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Perjuanganmu Luar Biasa 10 Apr 2014 11:23 WIB

Gadis Itu Mulai Mengajariku 10 Apr 2014 11:13 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Nyoblos Yes, Golput No 25 Mar 2014 21:39 WIB

 

 
 
HUKUM

Ada Delik Hukum Mengatur Kehidupan Tata Negara
Oleh : Dody Muhamad Zuhdy | 19-Mei-2010, 07:38:55 WIB

KabarIndonesia - Pak Alfons Loemau sebagai pangamat kepolisian mengatakan �Masyarakat Indonesia perlu informasi yang terukur, seperti �masalah seseorang punya kepemilikan saham di perusahaan�, kalau pengamat atau orang hukum atau politisi masalah tersebut digaungkan itu akan menjadi suatu yang berbahaya, �ujar Pak Alfons.

Misalnya: Masalah ada yang bilang Pak Makbul Padmanegara punya saham 50 % disuatu tempat perusahaan,lalu ada yang bertanya Pak Susno punya buktinya? Tapi Pak Susno Bilang: oh, itu saya dengar dari anu atau si anu, maka kalau Cuma dengar seperti itu Pak Susno jangan Cuma omong saja, kenapa karena sebagai seorang pejabat penegak hukum akan bertanya: apa benar seseorang tersebut punya saham sebesar 50%? jelas Alfons saat diwawancara wartawan di Jakarta Selatan, Sabtu (15/5/2010).

�Jadi bukti pengecekannya apa? Mana bukti data akta hukumnya mana? Tapi Pak Susno bilang: tidak punya datanya, maka nama seseorang tersebut akan tercemar nama baiknya, ada penyertaan pasal fitnah, kalau omongan itu disebarkan lewat media cetak, media elektronik, �kata Alfons.

Saat ditemui oleh rekan-rekan wartawan dalam wawancaranya, sebagai pengamat Alfons Loemau mengatakan �Ini sesuatu yang tidak benar menurut hukum, kalau hanya omong-omong itu terus berkelanjutan misalnya: ada omongan di Koran,di media massa, maka itu ada suatu omong kebohongan yang terus berulang-ulang�.  Kalau semua orang asal omong itu bahaya jadi tidak ada aturan di negeri ini. Kalau ada yang omong dia si A memperkosa orang, dan akibatnya akan saling berantem jadi tidak ada aturannya. Ada Delik Hukum di Negara ini untuk mengatur kehidupan tata Negara�papar Alfons.

Pak Susno menyatakan bahwa jenderal bintang tiga itu juga akan mengungkap membongkar kasus proyek pengadaan peranti teknologi informasi di KPU dan kasus DPT pada Pemilu 2009.

Menurut Alfons kalau yang omong-omong yang kemaren itu tidak sesuai dengan hukum, kalau mereka sadar kalau yang mereka omong-omong itu bias menjerat mereka sendiri itu sesuai kemajuan. Kalau keadaan omong-omong itu tidak dikasih pencerahan, maka suatu kebohongan yang berulang-ulang tidak dibantah menjadi suatu kebenaran.

Alfons mengajak kita melihat Pak Susno punya sejarah sejak dulu mencuat kasus cicak versus buaya, bongkar data DPT, punya berkas data nuklir, dsb. Susno berkata akan membuka lagi dan membuka lagi, apakah cara ini cara sehat untuk reformasi organisasi?� ujar Alfons sebagai pengamat POLRI yang sudah 35 tahun bertugas di POLRI.

�Beliau sebagai Bintang 3 harus tahu yang dikerjakan seperti Kepala Rumah Tangga di keluarga, Arahkan bawahanmu, kalau tidak seperti itu berarti melalaikan jabatannya sebagai Kabareskrim adalah sebagai Kepala Bagian paling tinggi Pembina fungsi. Kalau mau diluruskan masalah ini perlu disaring secara benar �kata Alfons. Sayangnya masyarakat kita sangat melihat masalah opera sabun ini menarik untuk dilihat, tapi kalau kebenaran tidak jelas dan tidak terukur�tambahnya.

Mengenai masalah Susno yang mengkait-kaitkan melibatkan nama inisial MP, menurut Alfons �Pak Makbul sudah 35 tahun bertugas dari pangkat Letnan sampai dengan Kapolsek, sudah sampai sekarang punya banyak cucu melihat namanya MP di Televisi dikait-kaitkan dan dilibatkan kasus , maka kalau beliau diam terus dan diam terus agak kurang waras jadinya. Ini harus dihentikan sebagai sikap standar sebagai seorang kakek yang ingin tenang dihari tua agar jangan diganggu�kata Alfons.

�Kalau Pak Makbul punya salah silahkan usut, kalau merasa terganggu silahkan bongkar� beliau merasa benar dan tidak bersalah maka MP tidak akan berkelit, bersembunyi tidak berani dibilangnya. Pak Makbul tidak usah turun ikut campur, cukup lewat Lawyer beliau mengatakan tolong dibantu merasa tidak nyaman sebagai seorang kakek di ojok-ojok ke kondisi yang tidak nyaman�tutup Alfons.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/



  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Konser Bruno Mars di Koreaoleh : Syaid Ahmad Fahri
09-Apr-2014, 15:28 WIB


 
  Konser Bruno Mars di Korea Bruno Mars melaksanakan konser di Korea Selatan (8/4) dan mendapat apresiasi yang cukup baik. Salah satu penonton konser tersebut adalah personil boy band asal Korea, yakni Ryeo Wook dand Eun Hyuk Super Junior (SuJu). Mereka mengatakan lagu Bruno Mars yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 

 

 
Squad Merah Putih Hajar Andorra 31 Mar 2014 12:39 WIB

 

 
Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB


 
Kampus Terkemuka Nasional 15 Apr 2014 03:51 WIB

 
Zat Besi & Vitamin C 11 Apr 2014 21:57 WIB

Era Kualitas Kehidupan Perempuan 25 Mar 2014 21:45 WIB

 

 

 
Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

Mengenal Tuhan Lebih Dekat 16 Apr 2014 03:34 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia