KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
Astra Konversikan Peran Nyata Masyarakat dalam Program
KabarIndonesia - PT Astra International Tbk pada hari ini (22/9) menyerahkan 1.500 pasang sepatu kepada murid-murid di Kabupaten Nias, Sumatera utara. Penyerahan sepatu dan tas ini dihadiri oleh Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, Wakil Bupati Nias Arosökhi Waruwu, Sekretaris Direktorat Jenderal
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 
Sebelum Semua Berlalu 23 Sep 2016 09:49 WIB

Pena Siang 30 Aug 2016 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Fan Elvis Sejak Balita 16 Sep 2016 05:59 WIB


 

 
 
HUKUM

Jurus Lupa Rusli Zainal
Oleh : Didi Permana | 14-Nov-2012, 09:13:12 WIB

KabarIndonesia - Jaksa Tipikor memutar rekaman percakapan Lukman Abbas dengan Gubri M Rusli Zainal menggunakan HP ajudan, namun Gubri berkelit dengan alasan lupa. Selain memberi kesempatan kepada Gubernur Riau M Rusli Zainal menjelaskan masalah uang lelah dalam sidang lanjutan suap PON dengan terdakwa M Dunir dan Faisal Aswan, jaksa penuntut umum Tipikor di sidang PN Pekanbaru, Senin (12/11) juga memperdengarkan rekaman percakapan gubernur dengan mantan Kadis Pora Riau Lukman Abbas menggunakan telepon genggam ajudan gubernur, Said Faisal alias Hendra.

Rekaman pembicaraan yang diperdengarkan di persidangan oleh Jaksa Suyono tersebut berlangsung pada 3 April 2012, sehari menjelang pengesahan revisi Perda No 6 untuk penambahan dana venue PON.

Berikut ini suara rekaman tersebut:

"Halo Sal," kata Lukman Abbas dalam rekaman itu.
"Assalammualaikum Pak. Pak Gub mau bicara," kata Faisal.
Setelah ajudan, barulah Rusli bericara langsung dengan Lukman Abbas.

"Oh ya nanti malam ya. Eh sore ini ya yang DPR itu," kata Rusli.
"Iya pak hari ini. Baru kumpul sebelas Pak," kata Lukman.

Setelah rekaman diputar, jaksa bertanya pada gubenur apa yang dimaksud dengan angka 11 itu.

"Saya lupa Pak, karena waktu itu buru-buru akan ke bandara. Tapi saya tidak pernah mau membicarakan soal uang," kilah gubernur.

Tak puas atas jawaban gubernur, Jaksa Suyono melanjutkan pemutaran rekaman. Terdengar suara mirip suara guberur.

"Yang penting kontak ke sana," katanya.

Kemudian jaksa kembali bertanya pada gubernur, apakah kontak ke sana itu yang dimaksud DPRD Riau dalam hal ini tim Pansus atau ke pusat (DPR RI--red).

Lagi-lagi gubernur berkelit dengan jurus lupa. Jaksa pun mencerca dengan pertanyaan lanjutan.

"Waktu menelepon apakah kondisi saksi sehat dan bukan salah pencet? Kalau saksi menyebut pagi itu sibuk akan berangkat ke Jakarta, mengapa harus menelepon, mengapa tidak sampai di Jakarta saja baru menelpon?"

Atas pertanyaan tersebut, gubernur menjawab, kalau nantinya sudah di Jakarta, antara dirinya dan Lukman Abbas sudah sama-sama sibuk.

"Jadi saya ngobrol sebentar aja pagi itu," papar Rusli.

Ketika jaksa kembali ingin mendapat kepastian, apakah yang dimaksud dalam percayakan tersebut DPRD Riau atau DPR RI? Untuk kesekian kalinya gubernur menjawab lupa.

"Lupa saya. Karena waktu pembicaraan itu sudah di tangga pesawat. Jadi saya kurang ingat," tutur gubernur.

Dalam keterangan sebelumnya, gubernur mengaku sempat marah ketika tahu DPRD Riau minta uang lelah Rp 4 miliar. Namun karena demi kelancaran revisi Perda, akhirnya ia setujui uang lelah Rp 1,8 miliar
 
Di tempat lain, pemerhati masalah korupsi Riau (Pamkar) ustad  Samsul mengatakan, apakah Rusli zainal memakai jurus lupa  untuk berkelit, seorang pemimpin harus bijaksana serta memiliki kelakuan baik sebagai panutan buat masyarakat. Kami juga mendoakan, semoga Tuhan menunjukan jalan yang benar. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Orasi Warga Desa Kuyunoleh : Muhammad Zakaria
03-Sep-2016, 21:44 WIB


 
  Orasi Warga Desa Kuyun Sejumlah warga Desa Kuyun, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah berorasi di halaman gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRK) setempat. Warga meminta agar anggota dewan mengusut Kepala Desa beserta perangkatnya yang diduga telah melakukakan korupsi terhadap dana desa ratusan juta rupiah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pancasila, Ideologi Terbuka 23 Sep 2016 09:52 WIB


 

 
 

 
GIIAS Hadirkan Kemewahan Otomotif 12 Aug 2016 11:56 WIB


 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 
Sungai Citarum Sakit Keras 07 Aug 2016 10:09 WIB


 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia