KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalBusa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan oleh : Dedi Sugiri
25-Jun-2016, 09:45 WIB


 
 
Busa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan
KabarIndonesia - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus diatasi secara cepat.  Karenanya, Korem 044/Gapo selalu melaksanakan pemantauan secara terus menerus di wilayah yang disinyalir rawan kebakaran. Dengan begitu, apabila terjadi kebakaran akan cepat diatasi.

Selain melaksanakan
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Kala Senja di Tanah Gayo 24 Jun 2016 12:58 WIB

Ramdhan Kali Ini 24 Jun 2016 12:58 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 
 
HUKUM

Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Wisata Rohani Teluk Wondama
Oleh : Hendrik Akbar | 30-Apr-2013, 03:44:19 WIB

KabarIndonesia - Komunitas Adat Masyarakat Papua Anti Korupsi (KAMPAK) region Wondama mendesak Polres Wondama untuk mengusut laporan mereka terkait indikasi dugaan korupsi anggaran perjalanan wisata rohani di Pemerintahan Kabupaten Teluk Wondama tahun anggaran 2010 sebesar Rp 3 Miliar.

Kordinator KAMPAK Region Wondama, Apollos Korowam, kepada pewarta KabarIndonesia, Sabtu (27/4), mengatakan bahwa Polres Wondama harus secepatnya menindaklanjuti dugaan korupsi tersebut yang sudah dilaporkan sejak tahun 2011 yang lalu. Pasalnya, hingga saat ini laporan tersebut belum juga ditindaklanjuti.

Kata dia, dugaan korupsi dana wisata rohani senilai Rp 3 Miliar itu sudah dua kali dilaporkan ke Polres Wondama. Laporan tersebut dilaporkan kepada dua pejabat Kapolres Wondama yang berbeda.

"Sudah dua kali kita masukkan laporan tersebut.  Kepada Kapolres yang lama kita laporkan namun belum di tindaklanjuti, dan kembali dilaporkan ke Polres Wondama kepada jabatan Kapolres saat ini. Namun belum juga di tindaklanjuti," ujarnya.

Untuk diketahui, KAMPAK region Wondama melaporkan dugaan korupsi dana wisata rohani karena dalam temuan mereka, wisata rohani itu tidak pernah dilakukan. Penggunaan anggaran yang tertera dalam DIPA dan termuat dalam SP2D tahun 2010 adalah perjalanan Wisata Rohani. Namun ternyata, uang tersebut tidak digunakan sebagaimana yang dicantumkan dalam DIPA.

"Tidak digunakan semestinya. Kami mendatangi pihak imigrasi untuk menanyakan pengurusan paspor. justru pihak imigrasi mengatakan tidak ada paspor yang dimaksud," ujarnya.

Kata dia, dalam DIPA juga tertera dana sekitar Rp 75 juta yang diperuntukkan bagi pembuatan paspor di Jakarta. Inilah tambahan daftar pertanyaan KAMPAK region Wondama. "Mengapa harus urus paspord di Jakarta? Apa tujuan hadirnya imigrasi di daerah ini?" ujarnya.

Dari hasil identifikasi KAMPAK lanjut Apollos, pemerintah mengatakan uang tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan masyarakat pada saat banjir windesi dan banjir bandang wasior. Namun kata Apo, bukti dari penggunaan anggaran tersebut tidak ada.

"Kita sudah tanya dan kata pemerintah anggaran tersebut di gunakan untuk kebutuhan sosial bagi bencana banjir. Katanya, anggaran Rp 1 Miliar lebih ditarik sekitar tanggal 6 Juli 2010 untuk membiayai musibah banjir di Windesi.  Selanjutnya uang tersebut ditarik senilai Rp 1,5 Miliar lebih pada tanggal 5 oktober 2010 dengan kepentingan masyarakat korban banjir bandang Wasior," ujarnya seraya mengatakan, uang tersebut sudah digunakan di luar mekanisme penggunaan anggaran.  Padahal dana Bansos itu pasti ada di setiap daerah. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB


 

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia