KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon oleh : Bambang
20-Okt-2014, 17:51 WIB


 
 
Jokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon
KabarIndonesia - Alhamdulillah, akhirnya sang ksatria piningit dari kota Bengawan Solo, penyuka musik keras Metallicca & Arkana yang juga pengusaha mebel, mantan Walikotra Solo & Gubernur DKI Jaya yang mencintai kedamaian, Ir Haji Joko Widodo, alias Jokowi dan juragan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
HUKUM

Kantor Bupati dan Dinas PLTR Kutim Digeledah
Oleh : Imran Amir | 25-Nov-2013, 09:28:10 WIB

KabarIndonesia - Sangatta, Gara-gara sejumlah dokumen berkaitan pembebasan lahan Kenyamukan belum disampaikan tersangka HI, Dinas Pengendalian Lahan dan Tata Ruang (PLTR) Kutai Timur )Kutim),  Rabu (20/11) didatangi tim penyidik Polda Kaltim. Kedatangan tim yang dipimpin Kasubdid Tipikor Polda Kaltim, AKBP Ahmad Maulana, membuat kaget pegawai PLTR.

Sejumlah pegawai yang semula ingin pulang, kembali masuk kantor sekadar mengetahui kegiatan penyidik Polda Kaltim bahkan mereka ada yang sempat mengabadikan dengan kamera HP. Keterangan yang dihimpun wartawan, tim yang berjumlah 7 orang dan didampingi Kanit Tipikor Polres Kutim itu, setiba di Dinas PLTR yang kini dipimpin kembali Drs Ardiasnyah, langsung membentuk tiga tim dengan tugas berbeda.

Sejumlah ruangan termasuk ruang kerja Kepala PLTR tak luput dari pengeledahan yang berlangsung hampir empat jam itu. Ketika keluar dari PLTR, sejumlah dokumen langsung dibawa ke Mapolres Kutim.

"Kita datang ke Dinas PLTR untuk mencari dokumen yang berkaitan dengan pembebasan lahan untuk pelabuhan Kenyamukan," terang AKBP Ahmad Mualan sebelum beranjak dari Kantor Dinas PLTR.

Didampingi sejumlah tim lainnya, disebutkan sebelum mendatangi Dinas PLTR, tim juga mendatangi Bagian Keuangan Setkab Kutim untuk mencari data pencairan uang yang berkaitan. Tidak heran jika dalam pengeledahan Rabu dan Kamis itu, sejumlah dokumen kembali ditelaah ulang apakah ada kaitan langsung.

"Dokumen-dokumen yang disita juga berkaitan dengan bukti lainnya seperti kwitansi, SPM, Berita Acara Pembebasan dan Pembayaran serta honor-honor tim," sebut sumber harian ini.

AKBP Ahmad Mualana menyebutkan, selain  blusukan di Setkab Kutim dan Dinas PLTR, tim yang ia pimpin juga menyambangi kediaman tersangka HI. Keterangan yang dihimpun menyebutkan, banyak dokumen pembebasan lahan pelabuhan di Kenyamukan berada di HI.

"Ketika dilakukan pembayaran kepada pemilik tanah, kadangkala pembayarannya dilakukan di kediaman HI bahkan di hotel," ujar sumber harian ini di Dinas PLTR.

Dalam pembebasan lahan Kenyamukan yang akan digunakan sebagai pelabuhan barang dan orang itu, Polda Kaltim mencium aroma tidak sedap. Dalam beberapa pekan melakukan penyelidikan, ditemukan indikasi ketidakberesan yakni lahan yang dibebaskan merupakan kawasan pantai dan hutan mangrove yang termasuk milik negara. Kemudian surat-surat yang dijadikan pegangan hanya segel bukan sertifikat.

Dari penyelidikan awal diduga kuat kerugian sebesar Rp 4 M lebih, namun seirama dengan penambahan tersangka, pihak BPK Kaltim menilai kerugian negara mencapai Rp11 M lebih. Polda Kaltim sendiri sejak awal sudah menetapkan, Is - Sekda Kutim serta Kas - Kades Sangatta Utara sebagai tersangka. Belakangan tersangka bertambah yakni Ar dan HI, keduanya pejabat pada Dinas PLTR Kutim.

Terhadap kemungkinan  ada penambahan tersangka, AKBP Ahmad Mualana tidak menyebutkan pasti. Ia menegaskan tergantung dalam pemeriksaan yang kini dilakukan. Namun keterangan lain yang dihimpun menyebutkan, dari sederet nama-nama dalam tim pembebasan, ada anggota tim yang tidak mau menandatangani berita acara pembebasan yakni Doby Rizani. Ketika itu menjabat Kabag Pemerintahan Setkab Kutim. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB


 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 
Valentino Rossi Puji Marc Marquez 18 Okt 2014 23:59 WIB

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia