KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahOperasional Pelabuhan Simanindo Kembali Dibuka dengan Pengoperasian Kapal Ferry dan Kapal Kayu oleh : Danny Melani Butarbutar
07-Jul-2018, 14:45 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Sejak peristiwa tenggelamnya kapal kayu KM. Sinar Bangun di perairan Tigaras pada Senin (18/6) Pemerintah telah menghentikan operasional transportasi kapal trayek Simanindo (Samosir) - Tigaras (Simalungun). Hal ini sangat berdampak luas kepada roda perekonomian masyarakat.

Namun,
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Ruang dan Cinta Penyatu Segalanya 27 Jun 2018 05:55 WIB

Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

BNN Aceh Terapkan Kearifan Lokal Untuk Pencegahan Narkoba

 
HUKUM

BNN Aceh Terapkan Kearifan Lokal Untuk Pencegahan Narkoba
Oleh : Bang Rachmad | 20-Des-2017, 14:12:38 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Berbicara tentang narkoba tentu saja tidak akan habis-habisnya. Tiap hari ada saja orang yang meninggal dunia gara-gara benda setan yang disebut narkoba. Seperti halnya daerah Aceh terkenal dengan ganjanya, bahkan ganja Aceh diakui sebagai salah satu ganja yang terbaik di dunia. Saat ini Aceh sudah darurat narkoba. Apalagi narkoba jenis shabu-shabu asal Malaysia masuk ke Aceh seperti hujan turun dari langit.

Dampak narkoba bagi otak penggunanya sangat menyusahkan. Apabila otak seseorang sudah dirusak oleh narkoba, maka rusaklah masa depannya karena dia tidak bisa memaksimalkan hidupnya dengan otak yang sudah rusak. Apabila ini terjadi pada generasi muda bangsa kita, maka rusaklah masa depan bangsa.
 
Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H, dalam ramah tamah dengan para Jurnalis di Banda Aceh, Senin 18 Desember 2017, terkait beberapa masalah tentang peredaran narkoba dan kearifan lokal di Aceh mengungkapkan, "Apabila ada keluarga atau kerabat kita yang yang terlibat dalam Penyalahgunaan Narkoba, maka segeralah bawa ke BNN Provinsi Aceh untuk dipulihkan melalui rehabilitasi."
 
Kedepan direncanakan ada tiga panti (tempat) rehabilitasi yang akan dibangun di Aceh. Begitu pula pula BNN kota/kabupaten baru ada di BNN Kab. Pidie, BNN Kab. Bireun, BNN Kota langsa, BNN Kota Lhokseumawe, BNN Kab. Aceh Selatan, BNN Kab Gayo Lues, BNN Kota Sabang dan direncanakan akan dibangun BNN Kota Banda Aceh.

Dari empat juta pengguna narkoba maka ada 33 orang yang meninggal setiap harinya. Untuk penyalahguna dan pelaku pengedaran gelap narkoba akan berakhir pada 3 tempat yaitu: Rumah Sakit Jiwa, Penjara, dan Kuburan (Kematian). Pada bulan September 2017 ada juga penyeludupan narkoba asal Malaysia jenis sabu sekitar 133 kg dan 42.500 butir ekstasi yang digagalkan aparat BNN kota Lhoseumawe. Hingga Desember 2017 terungkap dari data BNN Aceh terkait narkoba ada 31 orang tersangka, shabu 391 kilogram dan ganja 610 kilogram. Untuk Provinsi Aceh dalam setahun terakhir sebesar 0,5 persen atau 1 dari 100 pelajar dan mahasiswa menyalahgunakan narkoba.

Sangat penting pengetahuan dan kesadaran masyarakat terutama generasi muda tentang bahaya dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sehingga mereka dapat melindungi diri, keluarga dan lingkungannya masing-masing. Kearifan Lokal dapat meningkatkan rasa tanggung jawab kita bersama dalam menjaga generasi kita dari bahaya narkoba. 

Seni, Sejarah, Budaya dan Masjid (Agama) merupakan bahagian dari Kearifan Lokal yang harus kita hormati, kita jaga dan kita ingat selalu. Melalui Kearifan Lokal ini dapat meningkatkan rasa peduli kita semua terhadap ancaman yang dapat merusak kedamaian dan ketentraman kita. Begitu juga dengan ancaman bahaya Narkoba yang sudah sangat mengkhawatirkan yang berdampak akan hilangnya generasi bangsa kita khususnya Aceh.
Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H, sangat risau dan menyesalkan banyaknya bandar narkoba yang ada di Aceh ini menyumbang hasil dari penjualan narkotikanya untuk masjid. "Sudah semestinya pendapatan dari penjualan narkoba yang merupakan barang haram tidak semestinya disumbangkan untuk tempat ibadah, karena itu sama halnya dengan mempermainkan Ibadah," sebutnya.

Diharapkannya semua elemen masyarakat untuk bersama sama bergerak melawan penyalahgunaan narkoba. "Mari kita ke depan bersatu padu mencegah dan menjaga daerah kita dari bahaya narkoba. Patroli pencegahan dan pemberantasan narkotika yang simpatik. Mari bersama kita perangi narkoba, karena narkoba dapat merusak generasi muda kita." himbaunya (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  FWD Life Gandeng Special Olympics Indonesia untuk Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Intelektual di Semarang – PT FWD Life Indonesia (FWD Life), pelopor asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia, telah meresmikan kerja sama dengan Special Olympics Indonesia (SOIna) pada 18 April 2018 lalu. Setelah peluncuran kerja sama, FWD Life kemudian menggelar roadshow perdana di Bandung pada
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia