KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
HUKUM

Heboh di Bandung
Oleh : Sarkoni M. Asyeh (ronny) | 18-Des-2011, 16:56:05 WIB

KabarIndonesia– Membuat ‘surprise party’ kepada siapapun (baca: orang terdekat) ternyata tidak selalu menjadi indah atau meriah. Malah terkadang menjadi sebaliknya bahkan jadi masalah. Seperti akhir-akhir ini hebohnya kasus penendangan ‘Suster Ngesot’ yang dilakukan oleh satpam Apartemen Galeri Ciumbuleuit Kota Bandung pada Sabtu dini hari lalu (10/12) mewarnai pemberitaan di sejumlah media massa  di Kota Bandung, hingga akhirnya membuat orang tua dan Mega Tri Pratiwi (20) yang memerankan suster ngesot meminta maaf kepada warga Bandung. Bahkan ayah Mega, Mahfud Djabir, secara langsung meminta maaf atas ulah anaknya yang dianggap meresahkan warga Bandung.

“Atas nama keluarga besar Mahfud Djabir, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Bandung berkaitan diberitakannya anak saya di media massa yang berperan suster ngesot dalam rangka ulang tahun temannya. Apabila menjadi keresahan masyarakat Bandung, kami mohon maaf kepada masyarakat dan instansi terkait," ujar Mahfud dalam jumpa pers di RM Sea Food Praoe, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Rabu malam (14/12).

Dalam jumpa pers itu hadir juga Ibunda Mega, Titin, dan pengacara mereka, Dinar W Hendhian.  Sementara Mega yang duduk di samping Ayahnya, membacakan tulisan tangan di atas secarik kertas. "Atas kejadian ini, saya minta maaf sebesar-besarnya pada warga Bandung khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya, semoga kejadian ini tak terulang kembali," ucapnya. Menurut  Mega, memang untuk aksi 'Suster Ngesot' itu, tak koordinasi dengan pihak apartemen maupun pihak keamanan. "Itu kan hanya sebatas surprise, jadi tak perlu konfirmasi," ujarnya. Dia juga menegaskan jika aksinya berperan sebagai 'Suster Ngesot' di apartemen itu baru satu kali ia lakukan. "Jadi tidak benar saya melakukan hal yang sama sebelumnya di apartemen itu," tandasnya. Dia juga meminta kasus ini tidak disangkutpautkan dengan posisi bapaknya yang merupakan seorang pengusaha. "Masalah ini tidak ada kaitannya dengan bapak saya yang pengusaha, saya hanya mahasiswa," ujarnya.

Sebelumnya pihak manajemen Apartemen Galeri Ciumbuleuit menyatakan jika sebelum kejadian Sabtu (10/12) pada 18 November ada kejadian yang sama. Dilihat dari persamaan dua kejadian itu, manajemen menduga pelakunya sama. Persamaan kedua kejadian itu adalah lokasi penampakannya sama di lift lantai 17. Orang yang ditakutinya pun menginap di kamar milik ibu Mega, yaitu kamar no 2217. Manajemen apartemen memiliki rekaman CCTV-nya, jelas sumber di apartemen Ciumbuleuit.

Kasus ini bermula saat Mega, beraksi ala suster ngesot untuk menakuti temannya yang sedang berulang tahun bernama Fitra, Sabtu dini hari (10/12). Mereka menginap di Apartemen Galeri Ciumbuleuit, yang belakangan diketahui milik ibu Mega. Mega dan empat temannya menunggu Fitra dan 3 teman lainnya yang sedang makan. Usai makan, mereka pun naik ke kamar melalui lift pada saat itu Mega menunggu sendiri di depan lift sambil berpose ala Suster Ngesot sementara empat teman lainnya menunggu. Di dalam lift, ternyata tak hanya Fitra dan 3 temannya saja, ada juga satpam Sunarya dan seorang pegawai apartemen Galeri Ciumbeluit lainnya. Ketika pintu terbuka, semua mundur menjerit ketakutan. Sunarya yang berada depan lift langsung maju dan menendang Mega, sehingga pada saat itu gigi bawah Mega patah dan pelipis kirinya lebam. Sementara kabar terakhir diketahui bahwa pihak keluarga Mega tetap akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Walaupun dirinya sudah minta maaf kepada warga Bandung dan pihak apartemen, "karena ini merupakan perbuatan tidak menyenangkan atau mempermalukan di depan umum," kata Mega.
*** (Sarkoni M. Asyeh).



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia