KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB


 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB


 
 
HUKUM

Jurnalis Perempuan Asnitha H Sinaga Dianiaya dan Diancam Kontraktor di Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 20-Feb-2020, 16:08:51 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Pengakuan Asnitha Hunterhard Sinaga (32), warga Desa Sialanguan, kecamatan Pangururan, kabupaten Samosir yang kesehariannya berprofesi sebagai jurnalis wanita (wartawati) salah satu media online, bahwa dia mendapat penganiayaan dari salah satu pemborong di Samosir berinisial PN alias Pangki.

Penelusuran media, ditengarai bahwa tindakan kekerasan-penganiayaan itu dilakukan sang pemborong karena tidak senang hasil pekerjaan proyeknya bermasalah telah diberitakan oleh korban di medianya.

Tidak terima dengan penganiayaan yang dialaminya, Asnitha mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasusnya ke Kepolisian Resor Samosir, dibuktikan dengan Laporan Pengaduan, LP/B-19/II/2020/SMSR/SPKT, diterima Briptu May F. Siagian.

Kepada wartawan dan postingannya di WAG, Asnitha menceritak, bahwa penganiayaan terhadap dirinya berlangsung di halaman cafe Permata, di Desa Lumban Pinggol, Kecamatan Pangururan, Selasa (11/2/2020) sekitar pukul 23.37 Wib.

Kejadiannya bermula saat dirinya bersama dengan rekanya awak Media melakukan liputan pekerjaan pengaspalan jalan ke Kecamatan Ronggur Nihuta bersumber dari Anggaran

Menurut Asnita, pemukulan dilakukan oleh PN alias Pangki warga Desa Parsaoran 1 Pangururan, ditengarai karena pemberitaan hasil liputan proyek pengaspalan ke Ronggurnihuta sumber dana APBD Samosir t.a 2019 yang dikerjakan PN, di media online Sudutberita.com.

“Pangki menanyakan nama saya 'hodo boru sinaga namambaritahon karejokki? (kau boru sinaga yang memberitakan pekerjaanku?), dan setelah saya jawab 'ya', dengan cepat dia menampar wajah saya”, beber Asnitha.
“Belum puas atas tamparannya, Pangki memukul dada (payudara) sebelah kanan saya hingga bengkak memar.” lanjut Asnitha.

Menurut Asnitha, ternyata penganiayaan dengan tamparan dipipi serta pukulan pada payudaranya, seakan belum memuaskan PN alias Pangki.
"Tidak sampai di situ saja, Pangki kembali menendang kakiku. Ada lagi ucapan yang tidak bisa hilang dari ingatan saya, bahwa siapapun Media/Wartawan yang berani memberitakan proyeknya akan dihabisi." ungkap Asnitha, yang juga sebagai Kepala Biro Sudutberita.com Kabupaten Samosir.

Berita ini menjadi viral diberbagai medsos bahkan tayang di televisi swasta, bahkan mengundang berbagai tanggapan berbagai elemen masyarakat. Umumnya sangat menyayangkan dan menyesalkan kejadian itu, apalagi tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap seorang wanita yang juga berprofesi jurnalis.

Salah satu tokoh pemuda Samosir, Pardamean Naibaho, saat wartawan meminta tanggapannya, dia menyayangkan kejadian tersebut dan mengingatkan bahwa zaman sekarang tidak ada sistem yang mengedepankan kekerasan.

“Kalau tidak terbukti proyeknya dikerjakan asal jadi, silahkan buat bantahan ke redaksi media yang menerbitkan, bukan asal main hakim sendiri apalagi korbannya seorang perempuan,” kata Pardamean Naibaho.

Ia juga mengatakan, kalau benar pemberitaan yang terbit di media online bahwa proyek pengaspalan tersebut asal jadi, aparat penegak hukum harus memprosesnya demi kemajuan pembangunan Samosir.

“Apalagi ada pernyataan yang menyebutkan bahwa siapapun yang memberitakan proyeknya akan dihabisi, ini adalah warning bagi wartawan yang bertugas di Samosir. Harapan saya kepada aparat penegak hukum yang bertugas di Samosir, harus segera menuntaskan kasus penganiayaan ini,” pintanya. Kita siap mengawal kasus ini sampai tuntas,” pinta Pardamean Naibaho.

Sementara itu, mengetahui adanya kejadian ini, Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Samosir mengecam dan mengutuk atas segala tindakan kekerasan serta intimidasi disertai penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pelaksana atau pemborong berinisial PN terhadap jurnalis terlebih terhadap kaum hawa yang berprofesi sebagai wartawan.

Dalam siaran persnya, Sabtu sore (15/02/2020), Ketua IWO Samosir Fernando Sitanggang, SH, menyampaikan Pernyataan sikap 'menentang adanya tindakan kekerasan terhadap jurnalis, yang dilakukan seorang pria berinisial PN. "Kita mengecam keras tindakan kekerasan yang dialami oleh wartawati Asnitha Sinaga (32), Ikatan Wartawan Online (IWO) kabupaten Samosir tidak menerima perlakuan seperti ini" sebut Fernando Sitanggang.

Lebih lanjut dikatakan Fernando, apa yang dialami wartawati Asnitha Sinaga (32), salah satu wartawan media online ini, telah menambah catatan hitam dalam sejarah kekerasan yang dialami wartawan. Catatan pewarta media ini, bahwa tahun lalu, seorang wartawan media televisi juga pernah mendapat teror akibat pemberitaannya atas proyek-proyek yang bermasalah di salah satu OPD di Samosir.

"Kekerasan bukanlah jalan untuk menyelesaikan permasalahan namun sebaliknya semakin menambah bahkan menimbulkan masalah baru dan perlu diketahui bahwa seorang jurnalis melakukan tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers," lanjut Fernando Sitanggang

Menurutnya, apabila sebuah pemberitaan itu secara sepihak dinyatakan tidak berdasarkan fakta yakni bahwa proyek itu dikerjakan tidak asal jadi seperti yang diberitakan oleh wartawan. Pihak yang disebutkan dalam pemberitaan, sesuai mekanisme dipersilahkan untuk membuat hak jawabnya dan main hakim sendiri adalah tindakan kriminal. "Ada aturan dan ada peraturan yang harus dipatuhi, semua itu tertuang di dalam Undang Undang yang sah dan berlaku di Republik ini," tegas Fernando.

Tak sekedar mengecam, Ketua IWO Samosir Fernando meminta agar aparat hukum khususnya Polres Samosir secepatnya melakukan tindak lanjut guna memproses kasus ini dan melakukan penindakan terhadap pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku, hal ini agar memberikan efek jera terhadap siapapun pelaku kekerasan," kata Fernando.

Sementara itu, seorang warga Samosir pensiunan ASN, menjadi jurnalis dan pembina di IWO Samosir yang juga pengamat sosial dan pariwisata menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini.

Menurutnya, seharusnya tindakan kekerasan-main hakim sendiri tidak lagi terjadi di Samosir sebagai daerah adat dan agama, juga destinasi pariwisata internasional dengan tagline "negeri indah kepingan surga". Sikap premanisme harus dihilangkan, apalagi pelaku diketahui mengerjakan proyek pemerintah (ada aturan yang harus dipenuhi), maka pihak terkait proyek harus bermoral, bekerja dengan baik dan jauh dari kolusi dan korupsi.

Dia mengharapkan selain penegak hukum, pihak pemerintah daerah atau dinas terkait pemberi pekerjaan agar mengambil sikap tegas terhadap oknum pemborong atau pemilik usaha. "Dia sudah merusak imej positif Samosir, maka harus di black list. Apalagi dia mengatakan akan menghabisi siapa saja yang memberitakan, berarti ada yang dia sembunyikan atau kerjanya bermasalah. Pemkab harus ambil tindakan tegas" urainya.

Sementara itu, Asnitha jurnalis wanita korban penganiayaan kontraktor PN mengaku bahwa kejadian yang dialaminya telah langsung dilaporkan kepada Edik Satria, pimpinan Sudutberita.com. Atas laporan itu, untuk memastikan proses hukum berjalan dengan baik dan benar, Edik Satria mengatakan akan mengawal dan memberikan dukungan kepada Asnitha hingga tuntas

“Kami dari manajemen Sudutberita.com akan mengawal proses hukumnya. Kami juga sedang mempersiapkan pendampingan untuk wartawan kami, Asnitha.” ungkap Edik Satria. “Profesi Wartawan adalah mulia, sebagai sosial control. Oleh karena itu, wartawan dilindungi oleh undang-undang dalam menjalankan tugasnya.” lanjut Edik.

“Kami sangat prihatin atas kejadian yang menimpa anggota kami. Ini pertanda masih ada pengusaha arogan, dan main kekerasan. Jika proyek tidak bermasalah, seharusnya Pangki menempuh jalur hukum, layangkan keberatan dengan cara yang benar, jangan main pukul.” pungkas Edik Satria.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
HOW ARE YOU MY FRIEND? 27 Jun 2020 05:21 WIB

Masihkah Ada Rasa Damai Di Hati? 21 Jun 2020 14:23 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia