KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalPelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (4): Tidak Ada Tuhan Kecuali Aku oleh : Tonny Djayalaksana
09-Okt-2019, 05:21 WIB


 
 
KabarIndonesia - Melalui perenungan diri, saya berharap akan bisa lebih menghayati agama dan juga lebih dapat menekuni jalan hidup sehari-hari. Saya memastikan diri bahwa menjadi Mualaf merupakan suratan dari jalan hidup saya, dan setelah menjadi mualaf saya merasakan perubahan 180
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rayuan Gombal vs Cinta Sejati 11 Okt 2019 08:58 WIB


 

Kepala UTDC PMI Grobogan, Dokter Gadungan

 
HUKUM

Kepala UTDC PMI Grobogan, Dokter Gadungan
Oleh : Pujo Pujiono Sh | 26-Des-2008, 12:59:34 WIB

KabarIndonesia, Grobogan - Kepala Unit Tranfusi Darah (UTDC) PMI Grobogan dan juga sebagai Direktur RS Habibullah Gabus, Grobogan, Susanto, ternyata dokter gadungan. Ijazah Sarjana Kedokteran Umum miliknya yang dikeluarkan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang disinyalir kuat palsu.

Bahkan pria berumur 35 tahun itu, juga mengaku dokter spesialis anak lulusan Australia dan dokter spesialis kandungan Undip. Sontak saja kabar tersebut mengejutkan kalangan dokter dan rumah sakit di daerah itu. Pasalnya, selain menjabat Direktur RS Habibullah Kecamatan Gabus, Susanto juga menjabat Kepala Unit Tranfusi Darah Cabang (UTDC) PMI Kabupaten Grobogan, praktik di BP Nanda Desa nambuhan, Kecamatan Purwodadi, di Balai Pengobatan (BP) Darussalam di Dusun Templek Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, dan rumahnya di Gabus, serta diberbantukan sebagai dokter jaga di Puskesmas Gabus.

Hal tersebut diakui oleh Ketua PMI Cabang Grobogan, Lely Astasi Bahrudin. “Saya sendiri sempat kaget, karena semenjak yang bersangkutan menjabat Kepala UTDC PMI sejak Oktober 2006, tidak ada tanda-tanda mencurigakan kalau Susanto menggunakan ijazah palsu,” jelasnya.

Selain itu Lely juga mengaku mengetahui kalau Susanto adalah dokter gadungan setelah dirinya ditelpon polisi yang menangkap Susanto atas laporan Direktur RS Pahlawan Medical Centre Kabupaten Hulu Sungai, Kalimantan Selatan. Terbongkarnya kasus tersebut, berawal ketika Susanto baru beberapa hari diterima menjadi dokter kandungan di RS Pahlawan Medical Centre awal Nopember 2008.

Susanto mendapat tugas menangani pasien yang akan melahirkan melalui operasi caesar. Namun sikap Susanto mengundang kecurigaan asisten dan dokter yang akan melakukan operasi pasien tersebut. “Kata dokter Mery, pemilik RS Pahalawan Medical Centre, Susanto tampak ragu dan sedikit gemetar. Akhirnya penanganan pasien yang akan melahirkan melalui operasi caesar tersebut diambil alih oleh dokter umum yang kebetulan suami dokter Mery,” ungkap Lely yang mengaku tahu karena ditelpon sendiri oleh pemilik RS tersebut.

Atas kecurigaan itu, pimpinan RS setempat langsung mengecek kebenaran ijazah dokter spesialis kandungan yang digunakan Susanto ke Semarang. Setelah yakin kalau ijazah yang digunakan tersebut diduga palsu, Direktur RS Pahlawan Medical Centre dokter Mery melapor ke kepolisian setempat dan kemudian yang bersangkutan ditahan di Mapolsek Kandangan, Hulu Sungai.

Masih menurut Lely bahwa, sebenarnya beberapa hari sebelum kasusnya terungkap di Kalimantan, Susanto juga sempat melamar di sebuah RS swasta di Brebes dan Banten. Namun ijazah yang digunakan Susanto bukan ijazah dokter spesialis kandungan, melainkan spesialis anak. Namun setelah dicek ke Fakultas Kedokteran Undip Semarang, ijazah dokter spesialis anak yang digunakan Susanto diduga palsu.

“Setelah mendapat kabar dari Ketua PMI Daerah Jateng Banundari tentang dugaan ijazah dokter spesialis anak yang digunakan Susanto palsu, saya juga ikut curiga, jangan-jangan ijazah dokter umum yang digunakan untuk melamar menjadi Kepala UTDC PMI Grobogan juga palsu,” kata Lely.

Setelah ditelusuri, ternyata ijazah dokter umum yang digunakan Susanto diduga kuat juga palsu. “Data di FK Undip, nomor induk mahasiswa yang digunakan Susanto milik orang lain bernama dokter Triyono,” terang Lely yang seharinya Kabid Medik RSD Raden Soedjati Purwodadi ini. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan Palti Siregar mengatakan, pihaknya mengaku juga kecolongan sampai mengeluarkan surat izin praktik (SIP) kepada Susanto.

“Tetapi pihak Dinkes tidak bisa disalahkan, karena semua syarat bisa dipenuhi oleh yang bersangkutan. Seperti bukti lolos hasil uji kompetensi yang dilakukan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) berupa Surat Tanda Regestrasi (STR), surat rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan juga ada surat keterangan dari Depkes yang mengatakan bahwa yang bersangkutan terdaftar sebagai dokter umum,” kata Palti.

Akhirnya Dicopot
Berdasarkan keterangan dari Fakultas Kedokteran Undip Semarang, nomor induk mahasiswa yang digunakan Susanto milik orang lain bernama dokter Triyono. Sehingga yang bersangkutan kami copot dari jabata Kepala UTDC PMI. Sebagai gantinya dokter Rizky Aditya,” terang Lely yang seharinya Kabid Medik RSD Raden Soedjati Purwodadi ini, Rabu (17/12).

Menurut Kepala PMI Grobogan Lely Astati Bahrdun, setelah mendapat kepastian bahwa ijazah dokter umum yang digunakan Susanto melamar menjadi Kepala UTDC PMI diduga palsu. Susanto (35), akhirnya dicopot dari jabatan Kepala Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) PMI Kabupaten Grobogan Selain Kepala UTDC PMI Grobogan, pria kelahiran Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Grobogan ini, juga menjabar Direktur RS Habibullah Gabus.

Susanto juga membuka praktik di Balai Pengobatan (BP) Darussalam di Dusun Templek Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, BP Nanda Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, dan praktik di rumahnya di Gabus, serta diberbantukan sebagai dokter jaga di Puskesmas Gabus. Menurut Lely, Susanto menjabat Kepala UTDC PMI Grobogan sejak Oktober 2006. Ia dipercaya oleh PMI karena yang bersangkutan dokter non PNS, sehingga diharapkan bisa secara maksimal membantu PMI karena punya waktu luang banyak.

“Pak Susanto juga punya surat izin praktik dokter (SIP) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan yang dikeluarkan bulan Januari 2006,” tambah Lely. Selain mengaku dokter umum, dokter spesialis kandungan, Susanto juga mengaku dokter spesialis anak. Beberapa hari sebelum kasusnya terungkap di Kalimantan, Susanto sempat melamar di sebuah RS swasta di Brebes dan Banten dengan menggunakan ijazah spesialis anak. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia