KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSegudang Manfaat Bila Berpikiran Positif oleh : Bunga Wiladatika
22-Sep-2018, 15:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berpikiran positif mendatangkan beragam manfaat bagi kesehatan jiwa dan raga. Berpikiran positif adalah bagaimana cara kita menghadapi suatu hal secara logis dari segi yang positif, sehingga mampu menjalani berbagai aspek masalah dalam kehidupan. Apa saja manfaat baik yang
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 
 
HUKUM

Mahasiswa Demo Kejari Cibinong
Oleh : M.hasoloan Sinaga | 04-Des-2011, 23:39:43 WIB

KabarIndonesia - Gerakan Masyarakat terhadap kasus suap yang melibatkan Jaksa Sistoyo, seorang Jaksa pada Kejaksaan Negeri Cibinong Kabupaten Bogor terus berlanjut. Puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ibnu Khaldun, BEM Nusantara, Puspa Tipikor dan Organisasi Mahasiswa Gerakan Mahasiswa (Gema) Kosgoro melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (1/12).

Dalam orasinya, para mahasiswa tersebut menuntut Jaksa Agung agar mencopot oknum-oknum pegawai di Kejari yang mendapatkan uang suap dari para koruptor.

Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, Ahmad Fauzi yang juga aktifis GEMA KOSGORO, mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap anti suap. Karena selama ini  kasus korupsi sudah menjalar di semua elemen di Negara Republik Indonesia. Suap menyuap, gratifikasi, mark-up dan yang lainnya sekarang sudah menjadi trend bagi para pejabat yang bermoral bejat, jelasnya

Mahasiswa yang demo melontarkan pernyataan sikap, dan menghimbau para jaksa nakal di Kejari Cibinong untuk segera mengakui kesalahan dan membongkar kasus suap menyuap di lingkungan Korps Adhiyaksa itu, mengecam semua tindakan oknum penegak hukum yang memainkan peran jabatannya untuk kepentingan pribadi, serta mengajak kepada jaksa nakal untuk kembali kepada khittah agama yang mereka anut.

"Daripada jaksa nakal dan keluarganya diadili dengan azab Tuhan yang Maha Kuasa, lebih baik oknum-oknum yang terkait diadili sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Ketika diminta pendapatanya tentang dugaan keterlibatan Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong dalam kasus suap itu, Aris-salah seorang mahasiswa yang ikut dalam aksi itu menyatakan dengan tegas, tidak tertutup kemungkinan Kajari Cibinong ikut terlibat dalam kasus suap itu.

Dalam aksi itu  perwakilan mahasiswa diterima Kepala intelijen Kejari Cibinong, Dicky Darmawan. Dicky mengucapkan terima atas dukungan mahasiswa yang diberikan kepada Kejari Cibinong.

"Kami sangat mengapresiasi atas aksi ini karena mahasiswa ingin membantu dan mendukung kinerja Kejari untuk menindak tegas oknum yang tidak baik perlakuannya," paparnya.

Di depan masa pengunjuk rasa Ia mengatakan, akan menindak tegas para oknum yang ketahuan dan terbukti menyalah gunakan jabatannya, karena hukum tidak pandang bulu dalam penindakannya bagi siapa saja yang salah. Dicky juga menambahkan, setelah dinon-aktifkannya jabatan Kepala Kajari Cibinong dan dicopotnya oknum kejaksaan lainnya yang ditangkap oleh KPK, tidak ada lagi  keterlibatan jaksa-jaksa yang tidak baik di dalam Kejari. Tetapi apabila ada keterlibatan lagi, kemungkinan itu adalah tugas KPK sebagai penyidik. Dicky berharap, ke depannya, masyarakat dari berbagai elemen bersama pihak Kejari Cibinong dapat bersama-sama membantu dalam mengungkap dan membasmi koruptor, menutup keterangannya.

Kasus suap ini mencuat ketika jaksa Sistoyo tertangkap tangan menerima suap dari pengusaha E dan AB pada Senin, 21 November 2011 malam. Ketiganya ditangkap di halaman Kejari Cibinong. Delapan orang penyidik KPK menemukan uang senilai Rp 99,9 juta di dalam mobil Nissan X-Trail milik Sistoyo. Uang dimasukkan dalam amplop coklat yang dibawa oleh AB rekan E. Jaksa Sistoyo diduga menerima suap yang berkaitan dengan perkara yang ditanganinya di Pengadilan Negeri Cibinong. Sedangkan E dan AB sebagai pihak yang diduga memberi suap berupa uang Rp99,9 juta kepada Jaksa Sistoyo. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 
Manfaat Membaca 22 Sep 2018 15:12 WIB


 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia