KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
HUKUM

Pemenang Pilkada Bengkulu Selatan, Terancam Batal di MK
Oleh : Zohiri Kadir | 23-Des-2008, 22:03:26 WIB

Kabarindonesia - Di dalam Pasal 58 huruf f Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 mensyaratkan bahwa seorang yang pernah dihukum penjara lebih dari 5 tahun tidak dapat menjadi kandidat calon dalam pemilihan kepala daerah.

Ketentuan dalam Undang-undang tersebutlah yang dipakai Pemohon, Pasangan Calon H. Reskan Effendi-Dr. drh. Rohidin Mersyah, MMA, untuk menggugat Keputusan KPU Kabupaten Bengkulu Selatan No. 59 Tahun 2008 yang menetapkan Pasangan H. Dirwan Mahmud, S.H. dan H. Hartawan, S.H. sebagai Pasangan Terpilih dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan Putaran II Tahun 2008,

Usut punya usut ternyata H. Dirwan Mahmud adalah mantan narapidana dalam kasus pembunuhan, dan dipenjara di LP Cipinang Jakarta tahun 1985 sampai 1992. Hal ini terungkap dalam sidang MK, Jumat (19/12). Hal tersebut diungkapkan beberapa orang saksi yang pernah satu sel dengan Pemenang pemilu Kada Bengkulu Selatan di LP Cipinnang, maupun petugas LP saat itu. Namun saat itu namanya bukan Dirwan Mahmud melainkan Roy Iarawan, sebagai nama samaran.

Saksi pertama yang diajukan Pemohon adalah M. Zayadi, mengungkapkan bahwa dia merasa yakin pernah menjalani hukuman bersama Dirwan Mahmud di Lembaga Pemasyarakatan kelas I tersebut, kata Saksi yang mengaku kasusnya adalah pemboman di Jakarta tahun 1985.

Untuk menegaskan kebenaran informasi yang diberikan Saksi, Hakim Konstitusi M. Akil Mochtar menanyakan bagaimana saksi dapat mengidentifikasi bahwa Roy Irawan yang dikenalnya di penjara adalah orang yang sama dengan Dirwan Mahmud

Saksi menjelaskan, bahwa ada teman yang mengatakan, Dirwan sekarang jadi Bupati di Bengkulu Selatan yang dulu namanya Roy Irawan sambil memperlihatkan pothonya. Orangnya putih matanya sipit, kata saksi menambahkan.

Selain kasus mantan narapidana di Cipinang, Majelis Panel Hakim Konstitusi yang dipimpin oleh Prof. Maria Farida Indrati juga mendengar keterangan dari beberapa saksi yang menjelaskan pelanggaran yang kerap terjadi seputar pelaksanaan pemilukada. Seperti umumnya terjadi, para saksi mengemukakan pelanggaran terkait dengan adanya money politics dan adanya pelanggaran yang terkait dengan pemilih, misalnya: adanya pemilih yang terdaftar dalam putaran pertama namun tidak terdaftar dalam putaran kedua dan adanya pemilih yang mendapat surat suara lebih dari satu.

Selain mendengarkan keterangan Saksi dari pihak Pemohon, Majelis Hakim Konstitusi juga mendengar jawaban Termohon dan Pihak Terkait atas Permohonan yang diajukan Pemohon, selain mengesahkan daftar bukti. Sidang akan dilanjutkan pada hari Senin (22/12) pukul 11.30 WIB.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia