KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Sesudah Rawagede, Kini Giliran Sulawesi Selatan

 
HUKUM

Sesudah Rawagede, Kini Giliran Sulawesi Selatan
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 21-Des-2011, 09:54:01 WIB

KabarIndonesia - Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda K.U.K.B Jeffry Pondaag dan pengacara Belanda Liesbeth Zegveld, berkunjung di desa Supa, Sulawesi. Mereka menemui sembilan janda korban aksi Westerling, yang akan mengajukan gugatan ganti rugi kepada negara Belanda. Demikian harian Trouw.

Depot Speciale Troepen (123 pasukan) di bawah pimpinan Kapten Raymond Westerling mendapat perintah untuk memulihkan kekuasaan Hindia Belanda di Sulawesi Selatan pada tahun 1946, yang terancam oleh para pejuang gerilya.

Selama kurun waktu Desember 1946 hingga Februari 1947, pasukan Westerling membunuh ribuan orang. Penelitian yang dilakukan Belanda memperkirakan jumlah korban antara 3000 hingga 5000 orang. Sedangkan pihak Indonesia menyatakan 40.000 jiwa.

Menurut saksi mata, lebih dari 200 pria desa Supa, yang dianggap bekerjasama dengen pemberontak, ditembak mati oleh pasukan Westerling. Para pria itu dikumpulkan di lapangan dan kemudian dieksekusi satu per satu.

Westerling sendiri kabarnya memainkan peran penting. "Sejumlah janda masih takut untuk menceritakan kejadian itu," kata Pondaag. "Mereka trauma dan takut akan ada balas dendam," kata ketua K.U.K.B ini seperti dikutip harian Trouw.

Prosedur baru

Di Sulawesi, Komite mengunjungi berbagai tempat untuk berbicara dengan sanak keluarga korban mengenai gugatan terhadap negara Belanda. Antara lain di Pare-Pare (menurut penelitian Belanda, 25 korban), Bulukumba (214 korban), dan Galung Lombok (350 hingga 400 jiwa).

Pengacara Liesbeth Zegveld, yang juga menjadi pengacara para janda Rawagede, menjanjikan kepada para janda di Supa untuk menyelidiki apakah terdapat cukup dasar untuk memulai prosedur terhadap negara Belanda.

"Mereka terutama membutuhkan pengakuan terhadap penderitaan yang dialami serta permintaan maaf," demikian Zegveld.

Menurut Pondaag, Belanda seharusnya mengambil prakarsa untuk memberi ganti rugi kepada sanak keluarga korban, karena "dalam nota ekses (excessennota yang disusun tahun 1969 untuk menyelidiki kejahatan perang oleh militer Belanda, Red.), disebut 76 insiden. Tapi pemerintah Belanda tidak melakukan apa-apa kecuali untuk Rawagede."

K.U.K.B juga mempertimbangkan untuk menggugat veteran yang terlibat kejahatan perang secara perorangan. Demikian pernyataan Ketua Komisi Utang Kehormatan Belanda Jeffrey Pondaag, dikutip harian Trouw.


Sumber: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/sesudah-rawagede-kini-giliran-sulawesi-selatan-0



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Pasang Surut Sastra Bandingan 02 Jun 2019 07:39 WIB

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia