KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSegudang Manfaat Bila Berpikiran Positif oleh : Bunga Wiladatika
22-Sep-2018, 15:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berpikiran positif mendatangkan beragam manfaat bagi kesehatan jiwa dan raga. Berpikiran positif adalah bagaimana cara kita menghadapi suatu hal secara logis dari segi yang positif, sehingga mampu menjalani berbagai aspek masalah dalam kehidupan. Apa saja manfaat baik yang
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 

Sorry Budak-budak, Hindia Belanda Paling Parah

 
HUKUM

Sorry Budak-budak, Hindia Belanda Paling Parah
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 08-Des-2011, 14:52:31 WIB

KabarIndonesia - Belanda perlu waktu 64 tahun untuk minta maaf atas pembantaian di Rawagede tahun 1947. Demikian pemberitaan harian Belanda NRC Handelsblad.  

Menurut Belanda 150 warga dibunuh, tapi menurut Indonesia 431. Delapan janda dan anak korban menerima ganti rugi dari negara Belanda masing-masing senilai 20 ribu euro.

 

Pembantaian dilakukan tentara Belanda yang hendak mempertahankan Hindia Belanda sebagai negara jajahan kerajaan. NRC menulis, ganti rugi terlambat bagi Saih Bin Sakam, satu-satunya warga laki-laki Rawagede yang selamat dari cengkeraman maut tahun 1947. Dia meninggal Mei tahun ini pada usia 88 tahun.

 

Tidak perlu


"Para janda Rawagede gembira dengan permintaan maaf," tulis harian pagi Trouw. Permintaan maaf ini menyusul putusan pengadilan di Den Haag, tulis Trouw. Menurut hakim, Belanda tidak bisa mengatakan pembantaian sudah kadaluarsa sehingga tidak perlu minta maaf dan membayar kompensasi. Trouw menulis Belanda sudah membayar 850.000 euro untuk pembangunan Rawagede, yang kini disebut Balongsari. Menurut Trouw perkembangan di Rawagede ini bisa memicu tuntutan kompensasi atas nama korban-korban tentara Belanda lainnya di Hindia Belanda. Harian pagi Belanda De Pers tak kalah mengangkat masalah Rawagede. "Maaf, budak-budak, Hindia Belanda paling parah," demikian judul artikel di halaman tengah koran De Pers berkaitan dengan permintaan maaf Belanda kepada Rawagede.  

Formula maaf


"Apa halaman paling hitam dalam sejarah kami, sampai kami harus minta maaf sedalam-dalamnya?" tanya De Pers. Koran pagi ini menyusun 'formula maaf' : E = D x l dibagi J kali V, untuk menentukan negara mana paling layak menerima permintaan maaf Belanda. E adalah permintaan maaf. Semakin banyak korban tewas (D) semakin tinggi pula faktor E; semakin jauh masanya (J) semakin berkurang pula tuntutan minta maaf. De Pers juga melihat faktor pengecut (l antara 0 dan 1): sekeji apa perbuatan Belanda, adakah korban lain selain korban tewas? Variabel terakhir adalah tanggung jawab (V, antara 0 dan 1): sejauh mana perbuatan (atau justru sikap pasif) yang menimbulkan korban tewas, merupakan dampak langsung kebijakan pemerintah? De Pers menghitung keperluan minta maaf berdasarkan formula di atas. Koran pagi ini melihat periode mulai 1830, tahun didirikannya Belanda dalam bentuk sekarang ini.

 

Empat periode hitam
De Pers menghitung keperluan minta maaf bagi empat periode hitam : pembantaian di Rawagede; Holocaust (pemusnahan bangsa Belanda oleh Nazi Jerman) di Belanda; jatuhnya daerah kantung Srebrenica; dan sistem perbudakan di Suriname. Dari keempat peristiwa ini Rawagede-lah yang harus dimintai maaf sedalam-dalamnya. Pembantaian 9 Desember 1947 adalah puncak gunung es, karena di Éxcessennota' (nota ekses) masih tercatat banyak tindakan berdarah lainnya yang dilakukan tentara Belanda di Hindia Belanda. Belanda yang baru saja dibebaskan dari pendudukan Jerman justru melakukan kekerasan bertahun-tahun di Hindia Belanda.

Sumber: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/sorry-budak-budak-hindia-belanda-paling-parah


Ilustrasi: marduta.com

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 
Manfaat Membaca 22 Sep 2018 15:12 WIB


 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia