KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahOperasional Pelabuhan Simanindo Kembali Dibuka dengan Pengoperasian Kapal Ferry dan Kapal Kayu oleh : Danny Melani Butarbutar
07-Jul-2018, 14:45 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Sejak peristiwa tenggelamnya kapal kayu KM. Sinar Bangun di perairan Tigaras pada Senin (18/6) Pemerintah telah menghentikan operasional transportasi kapal trayek Simanindo (Samosir) - Tigaras (Simalungun). Hal ini sangat berdampak luas kepada roda perekonomian masyarakat.

Namun,
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Ruang dan Cinta Penyatu Segalanya 27 Jun 2018 05:55 WIB

Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Vonis 18 Tahun Penjara, Dimas Kanjeng Banding

 
HUKUM

Vonis 18 Tahun Penjara, Dimas Kanjeng Banding
Oleh : Benny Aswadina | 08-Aug-2017, 16:29:15 WIB

KabarIndonesia - Probolinggo, Pengadilan Negeri Kraksaan Probolinggo bersidang Selasa (1/8) dipimpin Basuki Wiyono SH menjatuhkan vonis sangat berat 18 tahun penjara pimpinan Padepokan "DK" Dimas Kanjeng Taat Pribadi terdakwa kasus pembunuhan berencana kedua santrinya Abdul Gani dan Ismail cukup menghebohkan beberapa waktu lalu.

"Vonis Dimas Kanjeng lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntutnya seumur hidup terhadap.  Pria bertubuh gempal asal Dusun Cengkelek desa Wangkal Gading, Dimas Kanjeng mengajukan banding," kata Retno Ayu Tri Lestari MNC Media peliput di PN Kraksaan Probolinggo.

Menimbang unsur menghilangkan nyawa santri Abdul Gani dan Ismail terpenuhi diperkuat pembuktian penyerahan Rp 150 Juta untuk 6 eksekutor telah dijatuhi vonis. Purnawirawan TNI Wahyudi, Kurniadi, Wahyu Wijaya ketiganya dijatuhi vonis 20 thun penjara, 12 tahun penjara untuk Muriyat dan Boiran serta vonis 10 tahun penjara untuk Achmad Suryono.

Terdakwa Dimas Kanjeng melanggar pasal 340 KUHP pembunuhan berencana dengan ancaman hukumnya seumur hidup atau mati. Sementara itu Gus Sholeh, menyarankan. tak usah banding. "Terima aja putusan itu, kalau banding dipastikan akan bertambah hukumannya 20 tahun penjara atau seumur hidup, bahkan mati" sebutmua. (*)

Foto: Pemimpin Padepokan "DK" Probolinggo Dimas Kanjeng Taat Pribadi kemeja batik dalam persidangan. Dok : Pribadi

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  FWD Life Gandeng Special Olympics Indonesia untuk Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Intelektual di Semarang – PT FWD Life Indonesia (FWD Life), pelopor asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia, telah meresmikan kerja sama dengan Special Olympics Indonesia (SOIna) pada 18 April 2018 lalu. Setelah peluncuran kerja sama, FWD Life kemudian menggelar roadshow perdana di Bandung pada
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia