KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 
 
OPINI

NKRI dengan KOWIL Tak Dapat Dipisahkan
Oleh : Nurtina Santhy | 30-Des-2009, 17:13:50 WIB

KabarIndonesia - Pada suatu kesempatan, Kasad Jenderal TNI George Toisutta di Mabes AD Jakarta menegaskan bahwa Kowil itu harus tetap dipertahankan, namun atas pernyataan Kasad tersebut ada dari sebuah LSM di salah satu koran Nasional menekankan perlunya restrukturisasi Komando Kewilayahan (Kowil) berkaitan dengan dinamika ancaman yang berkembang saat ini. Agenda restrukturisasi itu berkaitan dengan tugas pokok TNI, yaitu menghadapi ancaman perang dari luar.

Menurutnya, Komando Teritorial (Koter) yang ada saat ini masih berasal dari perimbangan agresi militer zaman penjajahan serta fungsi politik TNI pada masa Orde Baru. Koter harus dilihat dalam konteks strategi pembangunan kekuatan pertahanan dan gelar kekuatan TNI. Pembinaan teritorial bukan tugas TNI. Hal ini seharusnya diserahkan kepada pemda.

Mencermati pernyataan di atas, saya sebagai warga masyarakat yang cinta damai, kurang pas dengan pandangan dari LSM tersebut, sebab dalam Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Posisi Angkatan Darat berada pada posisi untuk membantu pemerintah, dan dilaksanakan dalam pola Operasi Militer Selain Perang.

Dengan demikian berarti masih relevan Koter tetap dipertahankan, sebab sasaran Pembinaan Teritorial (Binter) adalah terwujudnya ruang, alat, dan kondisi juang, serta Kemanunggalan TNI-Rakyat yang tangguh dalam rangka mendukung pertahanan negara di darat, lebih khusus yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti di Kalimantan dan Papua. Bukan untuk fungsi politik TNI, karena TNI sekarang sudah tidak berpolitik lagi.

Oleh karena itu seluruh lapisan masyarakat harus menyadari bahwa peran Angkatan Darat dalam hal ini Koter itu semata-mata demi mendukung kebijakan pemerintah, bagi keberhasilan dan kesuksesan dalam kelangsungan pembangunan nasional yang memerlukan keterpaduan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak antara aparat Kowil dengan pemerintah, sehingga diperoleh kesamaan visi dan persepsi terhadap penanganan berbagai permasalahan aktual yang terjadi di wilayahnya.

Kowil harus tetap dipertahankan demi tetap tegak kokohnya NKRI.  Untuk itu kita semua seluruh rakyat Indonesia tidak ada salahnya mendukung TNI untuk pembentukan kodam baru, baik di Kalimantan maupun di Papua, bila perlu penambahan kodam itu mengikuti pemekaran daerah, seperti Kepolisian setiap ada pemekaran daerah, Polri segera mengikutinya dengan pembentukan mulai dari tingkat Polda sampai ke Polres.(*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia