KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanTeliti Situs HOKI, Cucu Sulastri Lulus Sarjana UIN Syarif Hidayatullah oleh : Supadiyanto S.sos.i. M.i.kom.
21-Sep-2014, 20:01 WIB


 
 
Teliti Situs HOKI, Cucu Sulastri Lulus Sarjana UIN Syarif Hidayatullah
KabarIndonesia - Ketertarikan Cucu Sulastri dalam dunia jurnalistik dan komunikasi, akhirnya mengantarkannya menjadi salah satu calon wisudawati UIN Syarif Hidayatullah dalam waktu dekat ini. Pada 26 Juni 2014 kemarin, Cucu Sulastri baru saja menyelesaikan penelitian berjudul: Dinamika Kerja Citizen Journalism
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Kehadiran-MU 23 Sep 2014 00:31 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 

 

Pulau Rambut Surga Burung di Utara Jakarta

 
PARIWISATA

Pulau Rambut Surga Burung di Utara Jakarta
Oleh : Bernard T. Wahyu Wiryanta | 12-Jan-2009, 19:17:08 WIB

KabarIndonesia - Di ketinggian pohon kepuh lebih dari 30 meter dengan jarak lebih dari 100 meter, dua ekor anak Ardea cinerea tampak sangat dekat dari balik viewvinder. Dua ekor anak burung cangak ini paruhnya menganga dan berteriak-teriak kelaparan dalam sarangnya. Induknya yang baru datang cuek saja mendengar teriakan kelaparan anaknya. Di belakangnya, di pohon lain sekitar 50 meter dari sarang ini, gerombolan anak burung Mycteria cinerea sedang berpesta ikan di ranting tertinggi.

Di dalam sarangnya dalam ranting tertinggi pohon kepuh, dua spesies burung air ini tampak tenang dan merdeka menikmati makan siangnya. Sementara itu, rombongan Phalacrocorax sulcirostris dan Nycticorax nycticorax serta keluarga Egretta berterbangan sangat riuh sepulang berburu. Sedangkan di dasar hutan yang sebagian berawa, puluhan spesies Varanus salvator, Phyton reticulatus, dan Boiga dendrophila melata, menunggu burung-burung muda yang belajar terbang terjatuh untuk dimangsa.

Di sudut pandang terjauh di lautan dangkal, Anhinga melanogaster dan Phalacrocorax sedang menyelam mencari ikan. Tanpa terduga, dibelakang saya dalam jarak bidik, sepasang Egretta intermedia sedang melakukan ritual tarian perkawinan dengan koreografi yang sangat cantik. Semua pemandangan menarik ini saya nikmati di habitat aslinya. Dari balik viewvinder kamera digital dengan lensa 500 mm, di batang pohon kepuh dengan ketinggian 30 meter.

Pohon kepuh tempat saya bertengger yang sudah berumur puluhan tahun ini merupakan salah satu flora yang tumbuh di Suaka Margasatwa Pulau Rambut. Ranting dan batang pohon kepuh umumnya berisi sarang burung pecuk padi (Phalacrocorax sulcirostris) dan cangak abu (Ardea cinerea). Sedangkan keluarga Egretta, spesies paling banyak populasinya umumnya lebih suka menghuni ranting dibalik rimbunan daun mangrove. Pohon spesies lain, dihuni oleh kelelawar, bluwok, dan pecuk ular serta burung kicauan. Semua spesies burung dan reptil ini rata-rata kemudian berhasil dijerat oleh sensor digital dan disimpan dalam memory kamera personil komunitas fotografer hidupan liar atau The Wildlife Photographers Community (WPC) yang sedang mendata flora dan fauna Suaka Margasatwa Pulau Rambut. Selain saya yang berada di pohon kepuh, teman-teman lain membidikkan kameranya dari menara yang ada ditengah-tengah hutan.

Selain dihuni oleh burung air endemik Indonesia, Pulau Rambut juga menjadi tempat persinggahan burung migran. Pulau konservasi ini sudah sejak zaman belanda menjadi daerah konservasi yang dilindungi Undang-undang, hingga mereka aman dari gangguan manusia, layaknya di firdaus saja. Selain burung yang aman tenteram, biawak, ular phyton dan ular cincin emas juga sangat makmur disini. Dengan puluhan ribu burung yang menghuni pulau, ketiga predator ini layaknya berada di “padang perburuan abadi.”

Pulau Rambut yang berseberangan dengan pulau wisata, Pulau Untung Jawa dan masuk dalam wilayah Jakarta Utara berjarak hanya 20 menit dari Pelabuhan Tanjung Pasir, Teluk Naga, Tangerang. Dari Pantai Marina Ancol, atau dari Muara Angke jaraknya hanya sekitar 30 menit. Muara Angke dan Tanjung Pasir, merupakan tempat pemberangkatan kapal penumpang ke wilayah kepulauan seribu. Jika akan ke Pulau Rambut, kita tidak bisa langsung kesana. Sebelumnya kita hrus transit dulu ke Untung Jawa. Nah dari Untung Jawa ini kita bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Rambut menggunakan perahu sewaan. Ongkosnya Cuma Rp 50.000,- dengan perahu kecil kapasitas 10-15 orang.

Tapi jangan lupa, tidak semua manusia boleh asal nyelonong ke The Last Paradise of Birds ini. Sebelum memasuki surga kawanan aves, kita harus mendapat surat sakti dulu dari pengelola suaka. Pengelolanya adalah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI, yang bermarkas di Salemba, Jakarta Pusat. Tanpa surat sakti berupa Simaksi (surat izin masuk kawasan konservasi), jangan harap kita bisa melewati penjaga surga, para jagawana dari Dinas Kehutanan dan BKSDA.

Ketika pertama kali mendarat di dermaga surga ini, yang pertama menyambut kita adalah suara teriakan burung dari puluhan spesies marga aves. Selain itu, bau menyengat kotoran burung bercampur dengan air asin dari Laut Jawa juga akan menemani kita sampai kita hengkang dari firdausnya burung.

Surga burung seluas 45 hektar (tahun 1995) ini hampir 50% nya merupakan hutan bakau. Sisanya hutan daratan dan rawa. Ranting dan dahan bakau merupakan rumah bagi sebagian besar Phalacrocorax dan keluarga Egretta. Beberapa daftar penghuni suaka ini adalah kepodang (Oriolus chinensis), dara laut (Steanidai), bluwok/walangkadak (Ibis cinercus), cangak abu (Ardea cinerea), cangak merah (Ardea purpurea), raja udang (Alcedinidae), kowak malam (Nycticorax nycticorax), kowak merah (Nycticorax saledonicus), alap alap putih/tikus (Elanus hypoleucus), culik culik (Edynamis scolopacea), kalong (Pteropus), elang bondol (Haliastur indus), gagak (Corvus), bangau tong tong atau merabu (Leptoptilos javanicus) kucing hutan, srigunting, biawak, pelung mandar, pecuk padi (Phalacrocorax sulcirostris), pecuk ular (Anhinga melanogaster), blekek, blekek kembang, mliwis kembang, roko roko (Plegadis falcinellus), mliwis, kuntul bangau putih, ibis putih, pelatuk besi, ular phyton (Python reticulatus), dan ular cincin emas (Boiga dendrophila).

Di kawasan konservasi ini kita bisa melakukan pengamatan burung melewati jalan yang sudah disediakan. Umumnya di beberapa tempat banyak papan penunjuk yang menyebutkan lokasi beberapa spesies burung bisa ditemui. Jadi memudahkan kita. Bila agak ke tengah, maka kita bisa mengamati seluruh kawasan ini dari menara setinggi + 30 meter. Dari menara pemandangannya sangat menarik. Kita akan disuguhi aktivitas lalu lalang beberapa penghuni kawasan suaka ini. Semua jenis burung akan kelihatan dari puncak menara berkonstruksi besi ini.

Selain berjalan-jalan mengikuti trek yang ada kita juga bisa mengelilingi pulau ini dengan menyusuri pantai. Tidak lama, paling-paling hanya 2 jam saja waktunya untuk menyusuri pantai Pulau Rambut. Di sepanjang pantai kita juga akan disuguhi atraksi burung-burung yang berenang dan menyelam mencari ikan. Kadang kita juga akan bertemu dengan biawak dan nelayan serta penduduk yang sedang memancing. Jika memutuskan menginap, kita bisa menginap di Pulau Untung Jawa. Di Pulau ini, banyak tersedia penginapan murah. Pantainya juga bersih. Malam hari kitapun bisa menyewa perahu kalau mau memancing ikan atau sekedar menjala untuk dibakar dimalam hari.

Etika Memasuki Kawasan Konservasi:
  • Pulau Rambut adalah kawasan konservasi, di area ini kita tidak boleh mengambil dan mmebawa pulang satwa dan tumbuhan yang ada di areal konservasi.
  • Daun-daun yang berguguran sangat mudah terbakar di musim kemarau, jangan merokok dan membuat perapian didalam hutan.
  • Jangan memberi makanan kepada satwa di areal suaka margasatwa.
  • Bawa pulang sampah dari dalam hutan, dan buang ditempat yang disediakan.
  • Berkeliling hutan, sebaiknya mengikuti jalur yang sudah disediakan, dan sebaiknya tidak mengganggu satwa dengan kegiatan yang berisik.
Bagaimana ke Pulau Rambut?
  • Yang pertama dilakukan adalah mendapatkan Simaksi dari BKSDA DKI di Jl. Salemba No. 9 Jakarta Pusat. Jika tujuannya jelas, maka pihak BKSDA akan memberikan Simaksi.
  • Dari Jakarta bisa ke Terminal Kali Deres. Dari Terminal Kali Deres naik ankot ke Pintu Air, kemudian naik Angkutan (Elf) sampai Kampung Melayu (Teluk Naga). Dari Kampung Melayu naik angkot ke Tanjung Pasir. Penyeberangan dari Tanjung Pasir ke Pulau Untung Jawa (Rp 10.000,-). Kemudian dari Pulau Untung Jawa menyewa perahu (Rp 50.000,-) ke Pulau Untung Jawa.
  • Dari Pelabuhan Muara Angke ada perahu ke Kepulauan Seribu pada pukul 07.00 WIB. Tarif perahu adalah Rp 20.000,- sampai Pulau Untung Jawa, kemudian menyewa perahu untuk menyeberang ke Pulau Rambut.
Persiapan dan Perlengkapan:
  • Topi rimba dan baju lengan panjang untuk menghindari serbuan kotoran dan muntahan burung. Jika terganggu para penghuni Pulau Rambut sering mengebom dengan kotoran dan ikanyang sudah diproses di temboloknya.
  • Banyak nyamuk yang gigitannya menyakitkan. Lotion anti nyamuk bisa membantu serbuan nyamuk hutan.
  • Sepatu boot atau sepatu treking tinggi. Sepatu jenis boot paling bagus untuk berjalan di medan berawa.
  • Siapkan air minum dan makanan karena di pulau ini tidak ada pedagang.
  • Bawa kamera dengan lensa tele untuk mengisolasi obyek atau pakai teropong untuk menikmati seluruh penghuni suaka.
  • Jangan lupakan P3K untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan atau sekedar luka tergores ranting dan duri pohon.
  • Jika musim hujan, jangan lupa membawa raincoat dan plastik besar atau tas kedap air untuk mengamankan kamera, teropong, dan peralatan elektronik. Walau agak ribet, payung juga bisa dibawa supaya bisa tetap memotret diwaktu hujan.

* Penulis-Leader The Wildlife Photographers Community


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obat Ambeiyen Akutoleh : Kholil Effendi
22-Sep-2014, 10:39 WIB


 
  Obat Ambeiyen Akut Handeuleum/Daun Wungu (Graptophylum pictum Griff) adalah tumbuhan perdu yang berbatang tegak. Umumnya tumbuh liar di daerah dataran rendah, sangat bermanfaat bagi penderita ambeiyen ringan dan akut. Caranya ambil 7 helai daunnya, lalu diremas-remas dengan air hangat sampai hancur dan saring
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Pejabat Negara dan Penjara 23 Sep 2014 00:35 WIB

 

 
HMI Gelar Training Leadership 23 Sep 2014 10:03 WIB

 

 
Indonesia Siap Hadapi Thailand 22 Sep 2014 13:06 WIB

Asian Games 2014 Resmi Dibuka 22 Sep 2014 11:59 WIB

 

 
Kumpulan Petapa dari Kanekes 19 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia