KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 
 
PARIWISATA

Koleksi Museum Batik Bertambah
Oleh : Bejo Jordi | 28-Jan-2009, 19:15:31 WIB

KabarIndonesia - Untuk memperkaya koleksi benda-benda kuno di Museum Tekstil Jl KS Tubun No 4 Petamburan, Tanahabang, Jakarta Pusat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI menyerahkan tiga jenis peninggalan masyarakat Betawi kuno yang selama ini di simpan Yayasan Sirih Nanas. Ketiga benda kuno tersebut berupa tujuh kain batik, sebuah kebaya encim jenis Karancang Betawi, dan sebuah tampin (tempat sirih) yang terbuat dari kristal. 

Barang-barang antik ini diserahkan langsung Arie Budhiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI didampingi Emma Agus Bisri, Ketua Yayasan Sirih Nanas, kepada Kepala UPT Museum Tekstil, Dyah Damayanti, Kamis (8/1).

Ketua Yayasan Sirih Nanas, Emma Agus Bisri, menuturkan, benda-benda peninggalan budaya Betawi itu telah berusia antara 90-100 tahun. Sedangkan kain batik yang disumbangkan rata-rata berusia hampir seratus tahun. Diantaranya, kain batik karya Van Zuylen (pebatik Belanda), dan kain panjang Betawi bermotif buket, kepala tumpal, kepala delorong, dan motif pagi sore.
 
Emma menuturkan, sejatinya masih banyak peninggalan masyarakat Betawi yang disimpan oleh sejumlah yayasan. Karena itu ia berharap dengan kegiatan ini dapat diikuti oleh yayasan lain untuk menyerahkan koleksinya sehingga dapat memperkaya koleksi Museum Tekstil. "Saya sudah tidak asing lagi dengan Museum Tekstil. Sudah beberapa kali yayasan kami bekerjasama dengan museum ini dalam penyelenggaraan pameran budaya Betawi. Kami berharap langkah ini akan ditiru oleh yayasan lain untuk membantu memperkaya khasanah budaya Betawi," ujar Emma didampingi sekitar sepuluh anggota yayasan Sirih Nanas yang ikut menyertasi proses penyerahan koleksi benda peninggalan Betawi itu.

Menurut Arie Budhiman, penyerahan koleksi yang dilakukan Yayasan Sirih Nanas kepada Museum Tekstil ini merupakan suatu kehormatan yang membanggakan. Sebab, selain dapat menambah koleksi museum, juga dapat menyelematkan peninggalan budaya Betawi. "Budaya Betawi sudah selayaknya menjadi budaya lokal yang mampu menjadi tuan rumah di Ibukota," katanya.
 
Karenanya, mantan Kepala Biro Humas dan Protokol DKI Jakarta itu berharap agar yayasan-yayasan yang bergerak di bidang budaya meniru langkah Yayasan Sirih Nanas ini. "Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak hanya datang dan menyaksikan koleksi Museum Tekstil saja, tapi juga mau memberikan kontribusi yakni memberikan koleksi-koleksi budaya yang dimilikinya, khususnya yang menyangkut budaya Betawi," jelas Arie.
 
Arie menjamin seluruh koleksi yang diserahkan ke Museum Tekstil akan mendapat perawatan yang baik. Jadi menurut Arie, masyarakat tidak perlu khawatir jika koleksi peninggalan budaya tidak akan mendapat perawatan yang memadai. "Kredibilitas Museum Tekstil dalam merawat dan menjaga seluru koleksi yang ada di sini sudah tidak diragukan lagi. Makanya jangan ragu-ragu bagi kolektor yang mau menyumbangkan koleksi budayanya pasti akan dirawat dengan baik," tegasnya.
 
Sementara itu, Kepala UPT Museum Tekstil, Dyah Damayanti, mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Sirih Nanas yang bersedia memberikan secara cuma-cuma koleksi barang-barang peninggalan budaya Betawi ini. "Saya mengucapkan terimakasi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI dan Yayasan Sirih Nanas. Kami akan merawatnya dengan baik koleksi-koleksi ini," katanya.
 
Dyah mengatakan, dengan diterimanya koleksi yang disumbangkan Yayasan Sirih Nanas ini telah menambah jumlah koleksi Museum Tekstil. Sehingga menjadi 1.759 koleksi. "Selama ini Museum Tekstil mengelola sebanyak 1.750 koleksi peninggalan budaya dari seluruh indonesia, dengan adanya ini berarti bertambah sembilan," tuturnya.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia