KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalLagu Ibu Pertiwi (Motherland) = Lagu Bajakan (Plagia) oleh : Kabarindonesia
22-Apr-2016, 15:00 WIB


 
 
Lagu Ibu Pertiwi (Motherland) = Lagu Bajakan (Plagia)
 KabarIndonesia - Amsterdam Apakah mungkin, kalau lagu nasional dan lagu patriotik Indonesia dinilai sebagai lagu contekan?

Kita merasa dicibirkan dan juga miris maupun tidak genah. Apabila Lagu Ibu Pertiwi (Motherland) disebut hasil CONTEKAN / BAJAKAN. Namun kita
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Rindu yang Tak Tersampaikan 18 Apr 2016 12:04 WIB

Syair Malam 08 Apr 2016 11:30 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PARIWISATA

Koleksi Museum Batik Bertambah
Oleh : Bejo Jordi | 28-Jan-2009, 19:15:31 WIB

KabarIndonesia - Untuk memperkaya koleksi benda-benda kuno di Museum Tekstil Jl KS Tubun No 4 Petamburan, Tanahabang, Jakarta Pusat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI menyerahkan tiga jenis peninggalan masyarakat Betawi kuno yang selama ini di simpan Yayasan Sirih Nanas. Ketiga benda kuno tersebut berupa tujuh kain batik, sebuah kebaya encim jenis Karancang Betawi, dan sebuah tampin (tempat sirih) yang terbuat dari kristal. 

Barang-barang antik ini diserahkan langsung Arie Budhiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI didampingi Emma Agus Bisri, Ketua Yayasan Sirih Nanas, kepada Kepala UPT Museum Tekstil, Dyah Damayanti, Kamis (8/1).

Ketua Yayasan Sirih Nanas, Emma Agus Bisri, menuturkan, benda-benda peninggalan budaya Betawi itu telah berusia antara 90-100 tahun. Sedangkan kain batik yang disumbangkan rata-rata berusia hampir seratus tahun. Diantaranya, kain batik karya Van Zuylen (pebatik Belanda), dan kain panjang Betawi bermotif buket, kepala tumpal, kepala delorong, dan motif pagi sore.
 
Emma menuturkan, sejatinya masih banyak peninggalan masyarakat Betawi yang disimpan oleh sejumlah yayasan. Karena itu ia berharap dengan kegiatan ini dapat diikuti oleh yayasan lain untuk menyerahkan koleksinya sehingga dapat memperkaya koleksi Museum Tekstil. "Saya sudah tidak asing lagi dengan Museum Tekstil. Sudah beberapa kali yayasan kami bekerjasama dengan museum ini dalam penyelenggaraan pameran budaya Betawi. Kami berharap langkah ini akan ditiru oleh yayasan lain untuk membantu memperkaya khasanah budaya Betawi," ujar Emma didampingi sekitar sepuluh anggota yayasan Sirih Nanas yang ikut menyertasi proses penyerahan koleksi benda peninggalan Betawi itu.

Menurut Arie Budhiman, penyerahan koleksi yang dilakukan Yayasan Sirih Nanas kepada Museum Tekstil ini merupakan suatu kehormatan yang membanggakan. Sebab, selain dapat menambah koleksi museum, juga dapat menyelematkan peninggalan budaya Betawi. "Budaya Betawi sudah selayaknya menjadi budaya lokal yang mampu menjadi tuan rumah di Ibukota," katanya.
 
Karenanya, mantan Kepala Biro Humas dan Protokol DKI Jakarta itu berharap agar yayasan-yayasan yang bergerak di bidang budaya meniru langkah Yayasan Sirih Nanas ini. "Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak hanya datang dan menyaksikan koleksi Museum Tekstil saja, tapi juga mau memberikan kontribusi yakni memberikan koleksi-koleksi budaya yang dimilikinya, khususnya yang menyangkut budaya Betawi," jelas Arie.
 
Arie menjamin seluruh koleksi yang diserahkan ke Museum Tekstil akan mendapat perawatan yang baik. Jadi menurut Arie, masyarakat tidak perlu khawatir jika koleksi peninggalan budaya tidak akan mendapat perawatan yang memadai. "Kredibilitas Museum Tekstil dalam merawat dan menjaga seluru koleksi yang ada di sini sudah tidak diragukan lagi. Makanya jangan ragu-ragu bagi kolektor yang mau menyumbangkan koleksi budayanya pasti akan dirawat dengan baik," tegasnya.
 
Sementara itu, Kepala UPT Museum Tekstil, Dyah Damayanti, mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Sirih Nanas yang bersedia memberikan secara cuma-cuma koleksi barang-barang peninggalan budaya Betawi ini. "Saya mengucapkan terimakasi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI dan Yayasan Sirih Nanas. Kami akan merawatnya dengan baik koleksi-koleksi ini," katanya.
 
Dyah mengatakan, dengan diterimanya koleksi yang disumbangkan Yayasan Sirih Nanas ini telah menambah jumlah koleksi Museum Tekstil. Sehingga menjadi 1.759 koleksi. "Selama ini Museum Tekstil mengelola sebanyak 1.750 koleksi peninggalan budaya dari seluruh indonesia, dengan adanya ini berarti bertambah sembilan," tuturnya.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
UKM Pewarnaan Kain Pantaioleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
17-Apr-2016, 23:22 WIB


 
  UKM Pewarnaan Kain Pantai Jumangin, pengusaha pewarnaan kain sarung pantai sedang menjemur kain yang telah diberi warna dasar di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu, 9 April 2016. Setelah diberi warna dasar, kain diberi motif sesuai ciri khas masing-masing pengusaha. Penjemuran dilakukan di
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 

 

 

 

 
The Executive Meriahkan IFW 2016 14 Apr 2016 12:20 WIB

 

 

 

 

 
Sekali Yesus Tetap Yesus 22 Apr 2016 15:02 WIB


 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia