|
|
|
| |
KabarIndonesia - Saya menulis analisis tentang peta politik Pilgub Jateng 2013 berjudul: Pilgub Jateng dan Pertarungan Elite Politik yang termuat di KORAN SINDO edisi Jumat, 24 Mei 2013. Bagi Anda yang sudah membacanya, tentu Anda boleh berkomentar apa saja terkait selengkapnya....
|
|
|
PARIWISATA
Gratis, Berwisata Air Terjun Gunung Air Hiu
Oleh : Andy Surya | 01-Mei-2011, 00:50:16 WIB
|
KabarIndonesia - Gratis berwisata Air Terjun Gunung Air Hiu, Desa Ceruk, Kota Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Gunung yang punya legenda tentang se-ekor hiu itu terus dibenahi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat-Lembaga Promosi Pariwisata Natuna (LSM-LaPPan), agar menjadi lokasi wisata terlengkap.
Dengan hutan perawan masih asri, dan air terjun tidak pernah kering, walau kemarau berkepanjangan. Di lokasi, berserakan batu-batu alam ‘super jumbo', dari kaki gunung hingga ke puncak. Di sekitar gunung, tumbuh subur pohon-pohon durian yang diperkirakan berusia ratusan tahun. "Pohon durian yang tumbuh di Kota Ranai dan sekitarnya berasal dari Gunung Air Hiu," kata Ketua LSM-Lappan Zaharuddin, Sabtu kemarin. "Jadi, wajar saja diperkirakan pohon-pohon ini berusia seratusan tahun."
Dengan tumbuh suburnya pohon-pohon durian, setiap memasuki bulan Agustus, kawasan itu akan tercium wewangian buah durian. Karena bulan itu adalah masa panen. Jadi bagi para pengunjung yang datang bisa menikmati manisnya buah durian. "Di sini, wisatawan bisa ber-agrowisata," kata Zaharuddin yang biasa disapa Deng, "Menikmati panen durian."
Dahulu, sebelum Air Terjun Gunung Air Hiu dikelola oleh LSM-LaPPan, tidak seorang pun warga berkeinginan berwisata kesana. Sebab, infrastruktur masih jalan setapak. Lokasi air terjun tertutup tumbuh-tumbuhan liar.
Atas kepedulian Deng sebagai ketua LSM, dengan anggaran serba terbatas, dia membeli lahan warga sekitar seluas delapan hektar pada pertengahan 2008 silam. Waktu senggang, tanpa aktivitas sebagai kontraktor lokal, Deng ditemani istri tercinta beserta anggotanya mulai membenahi lokasi. Dia bangun pondok kecil di atas batu sebagai tempat berteduh.
Perlahan tapi pasti, enam bulan berselang, mulai terbangun beberapa tempat pemandian, sekaligus pancuran. Sementara, air pancuran bukan hanya berasal dari air terjun, Deng menyambungnya dari mata air keluar dari bebatuan.
Yang pasti, debit airnya sangat deras, bersih dan bening. "Beberapa air pancuran kita ambil dari mata air keluar dari bebatuan," kata Deng. "Mata air itu biasanya digunakan oleh perusahaan air mineral," katanya. Karena, kata Deng lagi, "Air keluar dari batu itu tidak pernah keruh, walau di-musim penghujan".
Kini, memasuki pertengahan 2011, aset terbangun di objek wisata Air Terjun Gunung Air Hiu diperkirakan mencapai Rp2 milyar lebih. Dengan perincian, dua unit kolam renang (direhab-red), empat unit gazebo, taman dengan jembatan gantung sekaligus kolam ikan, dan berbagai bangunan lain.
"Insya Allah usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Natuna 2011-2016, surau didepan pintu masuk objek wisata akan selesai," kata Deng. "Kita berharap, pemakaian objek wisata ini dapat diresmikan pemimpin daerah yang baru".
Namun, Deng mengakui objek wisata dibangun belum seratus persen sesuai perencanaan. Sebab dalam perencanaan baru mencapai empat puluh persen. Jadi, masih banyak harus dibenahi, terutama kolam renang direncanakan dibangun bertingkat lima. Kata Deng, "Anggaran kita terbatas".
Maksud Deng dengan kolam renang bertingkat lima, dari kaki gunung hingga dekat air terjun akan dibangun kolam renang berjejer keatas. Karena belum punya anggaran, dia melakukan pematangan lahan. "Kita bangun bertahap, agar objek wisata ini semakin indah".
Dalam membangun objek wisata Air Terjun Gunung Air Hiu Desa Ceruk, LSM-LaPPan tidak hanya menggunakan uang kasnya yang tidak seberapa, mereka juga menerima bantuan dana dari beberapa donatur, terutama dari Pemerintah Kabupaten Natuna.
"Bukan hanya pemerintah daerah membantu, para pejabatnya juga," kata Deng. "Tapi saya tidak bisa menyebutkan satu persatu di media, nanti saat peresmian akan diumumkan," katanya lagi, dengan harapan, Bupati dan Wakil Bupati Natuna yang baru dilantik berkeinginan meresmikan lokasi objek wisata Air Terjun Gunung Air Hiu Desa Ceruk.
Lalu, kenapa nama Gunung Air Hiu2 disebut oleh warga tempatan? Karena, kata Kepala Desa Ceruk Romawi (rekan Deng-red), dahulu sekitar tujuh puluh tahun lalu, sungai ber-air tawar berada diatas puncak gunung, hidup se-ekor ikan hiu 'raksasa'. Pada hari-hari tertentu, binatang air terkenal buas, biasa hidup di-air asin itu akan muncul. Ketika muncul, suara arus air tertahan sangat bergemuruh. Terdengar hingga puluhan kilometer.
Bagaimana caranya agar ikan hiu besar itu membunyikan arus air? Dalam cerita, ikan tersebut melintangkan badan saat air deras turun melalui sungai kebawah gunung. Aliran air mulai deras dikala musim penghujan.
Sekarang, ikan besar itu tidak pernah terlihat lagi oleh warga. "Kata orang-orang tua, jika pun terlihat, umur kita tidak akan panjang," kata Romawi yang berusia 55 tahun. "Kata orang tua juga, ikan itu masih hidup, tapi saya tidak pernah lihat," tambahnya.(*)
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Monster Bengalon berkuran sekitar empat meter berhasil ditangkap warga. Habitat dan sumber makanan mereka semakin lama semakin sempit, dengan bertambahnya penduduk di Desa Bengalon, Kalimantan Timur. Tak heran jika mereka memakan manusia. Buaya ini akan dikirim selengkapnya.... |
|
|
|
|
|