KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAROMA KEPENTINGAN DALAM AGENDA TERSENDIRI oleh : Tonny Djayalaksana
18-Aug-2019, 15:58 WIB


 
 
KabarIndonesia - Upaya-upaya lawan Jokowi untuk menjatuhkannya sangat militan sekali. Sebagai pelengkap telah saya sertakan tulisan Denny Siregar yang menggambarkan bagaimana sebuah konspirasi dijalankan untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Namun akhirnya perlindungan dari Allah bisa menggagalkan semua itu. 

Semua
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PARIWISATA

Masyarakat Sipil Membentuk Organisasi KITADO Menyikapi Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 23-Jun-2018, 07:32:52 WIB

KabarIndonesia - Pada hari Jumat(22/6/2018) bertempat di kantor KSPPM Parapat, sebanyak 20 orang perwakilan organisasi masyarakat sipil yang ada di Sumatera Utara, yang terdiri dari KSPPM, LPPM GKPI, Alusi Tao Toba, Boy Raja Lawfirm, BAKUMSU dan BITRA mengadakan pertemuan dalam rangka menyikapi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Selain yang hadir, beberapa organisasi juga menyatakan kesediaannya terlibat dalam penanganan kasus ini ke depan, seperti JPIC KAPUSIN Medan, YAPIDI, individu dan beberapa organsasi lainnya.

Demikian Delima Silalahi, Direktur Eksekutif KSPPM bersama seorang rekan pegiat lingkungan dan pariwisata Sadrak Lugo.menyampaikan siaran persnya kepada pewarta kabarindonesia.com, pada Sabtu (23/6).

Disampaikannya bahwa pertemuan tersebut menyepakati beberapa hal antara lain:
1. Membentuk sebuah wadah yang bernama KITA DANAU TOBA (KITADO) yang akan membawa dan mengawal tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun ke jalur hukum.
2. KITA DANAU TOBA mengapresiasi respon dan instruksi Bapak Presiden Jokowi, terkait tragedi ini, khususnya instruksi terhadap Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB untuk secepatnya menemukan dan menyelamatkan korban; adanya jaminan perawatan dan santunan kepada keluarga korban; dan perbaikan sistem serts kinerja instansi-instansi terkait dalam hal ini Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan.
3. KITA DANAU TOBA juga mengapresiasi statemen Kapolri, Bapak Tito Karnavian untuk menindak siapapun yang bertanggungjawab terkait tragedi ini, tidak hanya nakhoda dan ABK.
4. Tragedi ini adalah hasil dari buruknya fasilitas publik di sektor transportasi, lemahnya kinerja pemerintah (perencanaan, implementasi dan pengawasan) dan masih tingginya tingkat kemiskinan di Kawasan Danau Toba. Ketiga hal ini harus direspon serius oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.
5. Mengingat tragedi ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Danau Toba. Tragedi demi tragedi terjadi tanpa ada pembenahan dan perbaikian. Pemerintah harus memiliki langkah-langkah yang lebih komprehensif dan sistematis, bukan hanya langkah-langkah yang baru diambil setelah terjadi tragedi. Harus ada pembenahan dan perbaikan yang serius.Maka KITADO mendesak pemerintah untuk serius memperhatikan dan membenahi system dan fasilitas transportasi publik yang mengutamakan keselamatan penumpang.
6. Tenggelamnya KM Sinar Bangun merupakan ironi besar. Di tengah gebyar program pengembangan pariwisata Kawasan Danau Toba yang selalu digaungkan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, gebyar tersebut sama sekali tidak menyentuh pembenahan pelayanan transportasi publik yang buruk. Padahal transportasi publik adalah nadi pariwisata dan menjadi bagian penting dari “janji” pembangunan pariwisata membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi Kawasan Danau Toba.
7. KITADO mendesak pemerintah pusat segera melakukan evaluasi terhadap lembaga-lembaga yang harus bertanggungjawab atas kejadian ini dan jika terbukti ada kelalaian harus dibawa ke jalur hukum.
Adapun beberapa lembaga yang harus bertanggungjawab dalam tragedi ini, antara lain:
a. Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera utara, Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir, Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun.
b. Pengelola Pelabuhan dan pelayaran di Provinsi Sumatera Utara
c. Kepala daerah di dua kabupaten Samosir dan Simalungun
d. Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT)
e. Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Selanjutnya, Delima Silalahi menjelaskan bahwa KITADO juga melihat akan Badan Legislatif (DPRD) di Kabupaten Samosir dan Simalungun secara khusus dan di Kawasan Danau Toba secara umum adalah pihak yang bertanggungjawab karena selama ini turut lalai melakukan fungsi pengawasan terhadap buruknya implementasi pengelolaan transportasi public di Kawasan Danau Toba.

Selanjutnya, Kita Danau Toba (KITADO) akan secepatnya membawa kasus ini ke jalur hukum dan juga telah membentuk Posko Pengaduan dan Bantuan Hukum Keluarga Korban, yang akan ditanfani dan dikelola pengacara-pengacara yang berasal dari Kawasan Danau Toba, Medan dan dari Nasional.

Menurut Delima Silalahi, pertemuan menyepakati bahwa untuk hubungan dan komunijasi selanjutnya, pihak keluarga korban dan warga lainnya bisa menghubungi Koordinator Kita Danau Toba, yakni Rocky Pasaribu, SH/KSPPM (085252624955) dan
Bantuan Hukum: Boy Raja Marpaung,SH,(085270007033 /0811620114); Jeffri S, SH (081360893036); Jan Marnix SH (082299843174)dan Imel Naibaho, SH (082272819172)

Mengakhiri laporannya Delima menegaskan bahwa yang sangat penting adalah memastikan tragedi seperti ini tidak berulang di masa yang akan datang dengan memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat di Kawasan Danau Toba secara serius. "Peningkatan kesejahteraan ini paling baik dilakukan dengan menggelar program-program pembangunan yang bersifat partisipatoris dan berdasarkan kepentingan, budaya dan tradisi masyarakat setempat." tutup Delima Silalahi dari KSPPM.

Dirinya sangat berharap, jika ada teman-teman yang mau bergabung dalam wadah ini, dapat menghubunginya di HP nomor 082165522065, karena forum ini sifatny terbuka dan sukarela.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
KETAKUTAN ADALAH DASAR AGAMA? 17 Aug 2019 14:18 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia