KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSegudang Manfaat Bila Berpikiran Positif oleh : Bunga Wiladatika
22-Sep-2018, 15:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berpikiran positif mendatangkan beragam manfaat bagi kesehatan jiwa dan raga. Berpikiran positif adalah bagaimana cara kita menghadapi suatu hal secara logis dari segi yang positif, sehingga mampu menjalani berbagai aspek masalah dalam kehidupan. Apa saja manfaat baik yang
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 
 
PARIWISATA

Peluncuran Horas Samosir Fiesta 2018 untuk Promosikan Danau Toba
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 18-Feb-2018, 02:04:36 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Ternyata tidak salah jika sejak terbentuknya Samosir menjadi daerah otonomi baru tahun 2004, menetapkan visi dan misinya terkait kepariwisataan. Mencermati pengembangan pariwisata menjadi sektor 'pengungkit' bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, hingga pada tahun 2008 pemkab Samosir membentuk dinas tersendiri yang khusus menangani kepariwisataan.

Di tahun 2009 Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Samosir dengan dukungan partsipasi tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama diluncurkan sebuah program kegiatan wisata terpadu berbasis potensi alam, seni dan budaya yang disebut Horas Samosir Fiesta (HSF). Program ini kemudian menjadi salah satu 'icon' pariwisata di Sumatera Utara, kawasan Danau Toba, khususnya di Samosir.

Saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Danau Toba telah ditetapkan menjadi salah satu dari 10 destinasi prioritas atau "Bali baru", yang akan memberi peluang peningkatan devisa negara dan daerah. Dan, kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dengan tagline 'negeri indah kepingan surga' siap menerima tantangan Presiden dan Kemen Pariwisata untuk mengangkat dan memromosikan Danau Toba melalui HSF yang menjadi "Calendar of Event" Pariwisata Indonesia.

Sesungguhnya Horas Samosir Fiesta (HSF) merupakan event tahunan yang berlangsung sejak 2009, dan dari tahun ke tahun dikembangkan hingga menjadi salah satu pesona dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke danau terbesar di Asia Tenggara itu. Bahkan di tahun 2013 yang lalu sebagian kegiatan HSF diadopsi dan dikembangkan menjadi event Festival Danau Toba (FDT) yang dialih nama dari Pesta Danau Toba (PDT).

Untuk tahun ini Pemkab Samosir dengan dukungan Kementerian Pariwisata telah meluncurkan 'calendar of event' Horas Samosir Fiesta (HSF) V tahun 2018 pada hari Kamis (15/2/2018), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona-Kementerian Pariwisata RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Acara dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizki Ratman bersama Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Juang Sinaga, beberapa orang Pimpinan SKPD terkait, masyarakat perantau Samosir yang ada di Jakarta, para pengusaha bisnis pariwisata, dan insan pers.

Ragam kegiatan HSF 2018 yang disiapkan untuk mengangkat dan mempromosikan Danau Toba adalah Festival Pasir Putih, Festival Gondang Naposo, Samosir Band Festival, Batak Fiesta, Horja Bius Mangalahat Horbo, Samosir Music International, Samosir Lake Toba Ultra Marathon, Samosir Jazz Season, Sigalegale Carnival dan Festival Sipinggan. Event ini akan dimulai pada bulan Maret 2018.

Dadang memberikan apresiasi atas launching ‘Horas Samosir Fiesta 2018’ sebagai informasi dan referensi terhadap calon wisatawan, bahwa akan digelar puluhan event dan festival pariwisata di Samosir dalam kurun waktu satu tahun, utamanya di setiap musim liburan.

“Danau Toba oleh Presiden Joko Widodo dikembangkan sebagai destinasi prioritas kelas dunia dengan mengandalkan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas). Unsur atraksi di antaranya event Horas Samosir Fiesta 2018, diharapkan semakin menarik kunjungan wisatawan ke Danau Toba,” kata Dadang dalam Siaran Pers Kementerian Pariwisata.

“Presiden Jokowi menginstruksikan untuk membangun Kawasan Danau Toba secara menyeluruh selayaknya melibatkan 7 Kabupaten di kawasan danau vulkanik terbesar di dunia. Oleh karena itu, seluruh unsur yang berkepentingan di sekitar Danau Toba harus solid, speed, dan smart (3S) dalam mengembangkan pariwisata di sana,” pinta Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata ini.

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan, Horas Samosir Fiesta (HSF) merupakan event tahunan yang digelar sejak tahun 2014, “Kegiatan HSF 2018 akan dikemas lebih menarik agar banyak mendatangkan wisatawan ke Toba,” kata Rapidin Simbolon.

Terkait upaya peningkatan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata Danau Toba yang diprogramkan Pemerintahan Jokowi. Kini terus dilakukan di antaranya membangun akses jalan tol dari Kuala Namu-Tebing Tinggi-Pematang Siantar . Pelebaran jalur lintas Sumatera Pematang Siantar – Parapat. Pembangunan outer ring road yang mengitari danau sepanjang 100 km, inner ring road di Pulau Samosir, dan pembangunan pelabuhan penyeberangan di kedua sisi danau.

Demikian juga pengembangan Bandara Silangit, panjang landasan pacu ditambah dari semula 2.200 meter menjadi 2.650 meter (akan ditambah lagi hingga 3.000 meter), serta statusnya menjadi internasional airport dengan terminal berstandar global.

"Ini patut kita syukuri dan kita apresiasi untuk semakin mendorong minat wisatawan mancanegara datang berlibur ke Samosir yang memiliki udara sejuk. Namun hal itu tidak akan terwujud tanpa peran serta warga masyarakat" sebut Rapidin Simbolon dalam satu kesempatan.

Diperoleh informasi, peluncuran event pariwisata Horas Samosir Fiesta (HSF) 2018 ini dilakukan di Jakarta adalah untuk memperkenalkan secara resmi kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara, nantinya HSF ini akan semakin diketahui dunia wisata internasional.

Keseriusan Pemerintah Samosir untuk mengangkat pariwisata, diperlihatkan dengan petningkatan kucuran dana untuk pelaksanaan Horas Samosir Fiesta. Jika tahun awal hanya sekitar 500 juta dan tahun 2017 telah dikucurkan sebesar Rp2,2 miliar, maka tahun ini dana tersebut bertambah menjadi Rp3 miliar, kendatipun judulnya masih seperti event pariwisata 2017 yang lalu. Hanya saja pelaksanaannya diharapkan dirancang lebih menarik dan berkelas, tentu berpedoman pada pengalaman sebelumnya.(*)Peluncuran Horas Samosir Fiesta 2018 untuk Promosikan Danau Toba

KabarIndonesia - Samosir, Ternyata tidak salah jika sejak terbentuknya Samosir menjadi daerah otonomi baru tahun 2004, menetapkan visi dan misinya terkait kepariwisataan. Mencermati pengembangan pariwisata menjadi sektor 'pengungkit' bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, hingga pada tahun 2008 pemkab Samosir membentuk dinas tersendiri yang khusus menangani kepariwisataan.

Di tahun 2009 Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Samosir dengan dukungan partsipasi tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama diluncurkan sebuah program kegiatan wisata terpadu berbasis potensi alam, seni dan budaya yang disebut Horas Samosir Fiesta (HSF). Program ini kemudian menjadi salah satu 'icon' pariwisata di Sumatera Utara, kawasan Danau Toba, khususnya di Samosir.

Saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Danau Toba telah ditetapkan menjadi salah satu dari 10 destinasi prioritas atau "Bali baru", yang akan memberi peluang peningkatan devisa negara dan daerah. Dan, kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dengan tagline 'negeri indah kepingan surga' siap menerima tantangan Presiden dan Kemen Pariwisata untuk mengangkat dan memromosikan Danau Toba melalui HSF yang menjadi "Calendar of Event" Pariwisata Indonesia.

Sesungguhnya Horas Samosir Fiesta (HSF) merupakan event tahunan yang berlangsung sejak 2009, dan dari tahun ke tahun dikembangkan hingga menjadi salah satu pesona dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke danau terbesar di Asia Tenggara itu. Bahkan di tahun 2013 yang lalu sebagian kegiatan HSF diadopsi dan dikembangkan menjadi event Festival Danau Toba (FDT) yang dialih nama dari Pesta Danau Toba (PDT).

Untuk tahun ini Pemkab Samosir dengan dukungan Kementerian Pariwisata telah meluncurkan 'calendar of event' Horas Samosir Fiesta (HSF) V tahun 2018 pada hari Kamis (15/2/2018), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona-Kementerian Pariwisata RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Acara dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizki Ratman bersama Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Juang Sinaga, beberapa orang Pimpinan SKPD terkait, masyarakat perantau Samosir yang ada di Jakarta, para pengusaha bisnis pariwisata, dan insan pers.

Ragam kegiatan HSF 2018 yang disiapkan untuk mengangkat dan mempromosikan Danau Toba adalah Festival Pasir Putih, Festival Gondang Naposo, Samosir Band Festival, Batak Fiesta, Horja Bius Mangalahat Horbo, Samosir Music International, Samosir Lake Toba Ultra Marathon, Samosir Jazz Season, Sigalegale Carnival dan Festival Sipinggan. Event ini akan dimulai pada bulan Maret 2018.

Dadang memberikan apresiasi atas launching ‘Horas Samosir Fiesta 2018’ sebagai informasi dan referensi terhadap calon wisatawan, bahwa akan digelar puluhan event dan festival pariwisata di Samosir dalam kurun waktu satu tahun, utamanya di setiap musim liburan.

“Danau Toba oleh Presiden Joko Widodo dikembangkan sebagai destinasi prioritas kelas dunia dengan mengandalkan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas). Unsur atraksi di antaranya event Horas Samosir Fiesta 2018, diharapkan semakin menarik kunjungan wisatawan ke Danau Toba,” kata Dadang dalam Siaran Pers Kementerian Pariwisata.

“Presiden Jokowi menginstruksikan untuk membangun Kawasan Danau Toba secara menyeluruh selayaknya melibatkan 7 Kabupaten di kawasan danau vulkanik terbesar di dunia. Oleh karena itu, seluruh unsur yang berkepentingan di sekitar Danau Toba harus solid, speed, dan smart (3S) dalam mengembangkan pariwisata di sana,” pinta Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata ini.

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan, Horas Samosir Fiesta (HSF) merupakan event tahunan yang digelar sejak tahun 2014, “Kegiatan HSF 2018 akan dikemas lebih menarik agar banyak mendatangkan wisatawan ke Toba,” kata Rapidin Simbolon.

Terkait upaya peningkatan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata Danau Toba yang diprogramkan Pemerintahan Jokowi. Kini terus dilakukan di antaranya membangun akses jalan tol dari Kuala Namu-Tebing Tinggi-Pematang Siantar . Pelebaran jalur lintas Sumatera Pematang Siantar – Parapat. Pembangunan outer ring road yang mengitari danau sepanjang 100 km, inner ring road di Pulau Samosir, dan pembangunan pelabuhan penyeberangan di kedua sisi danau.

Demikian juga pengembangan Bandara Silangit, panjang landasan pacu ditambah dari semula 2.200 meter menjadi 2.650 meter (akan ditambah lagi hingga 3.000 meter), serta statusnya menjadi internasional airport dengan terminal berstandar global.

"Ini patut kita syukuri dan kita apresiasi untuk semakin mendorong minat wisatawan mancanegara datang berlibur ke Samosir yang memiliki udara sejuk. Namun hal itu tidak akan terwujud tanpa peran serta warga masyarakat" sebut Rapidin Simbolon dalam satu kesempatan.

Diperoleh informasi, peluncuran event pariwisata Horas Samosir Fiesta (HSF) 2018 ini dilakukan di Jakarta adalah untuk memperkenalkan secara resmi kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara, nantinya HSF ini akan semakin diketahui dunia wisata internasional.

Keseriusan Pemerintah Samosir untuk mengangkat pariwisata, diperlihatkan dengan petningkatan kucuran dana untuk pelaksanaan Horas Samosir Fiesta. Jika tahun awal hanya sekitar 500 juta dan tahun 2017 telah dikucurkan sebesar Rp2,2 miliar, maka tahun ini dana tersebut bertambah menjadi Rp3 miliar, kendatipun judulnya masih seperti event pariwisata 2017 yang lalu. Hanya saja pelaksanaannya diharapkan dirancang lebih menarik dan berkelas, tentu berpedoman pada pengalaman sebelumnya.(*)Peluncuran Horas Samosir Fiesta 2018 untuk Promosikan Danau Toba

KabarIndonesia - Samosir, Ternyata tidak salah jika sejak terbentuknya Samosir menjadi daerah otonomi baru tahun 2004, menetapkan visi dan misinya terkait kepariwisataan. Mencermati pengembangan pariwisata menjadi sektor 'pengungkit' bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, hingga pada tahun 2008 pemkab Samosir membentuk dinas tersendiri yang khusus menangani kepariwisataan.

Di tahun 2009 Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Samosir dengan dukungan partsipasi tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama diluncurkan sebuah program kegiatan wisata terpadu berbasis potensi alam, seni dan budaya yang disebut Horas Samosir Fiesta (HSF). Program ini kemudian menjadi salah satu 'icon' pariwisata di Sumatera Utara, kawasan Danau Toba, khususnya di Samosir.

Saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Danau Toba telah ditetapkan menjadi salah satu dari 10 destinasi prioritas atau "Bali baru", yang akan memberi peluang peningkatan devisa negara dan daerah. Dan, kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dengan tagline 'negeri indah kepingan surga' siap menerima tantangan Presiden dan Kemen Pariwisata untuk mengangkat dan memromosikan Danau Toba melalui HSF yang menjadi "Calendar of Event" Pariwisata Indonesia.

Sesungguhnya Horas Samosir Fiesta (HSF) merupakan event tahunan yang berlangsung sejak 2009, dan dari tahun ke tahun dikembangkan hingga menjadi salah satu pesona dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke danau terbesar di Asia Tenggara itu. Bahkan di tahun 2013 yang lalu sebagian kegiatan HSF diadopsi dan dikembangkan menjadi event Festival Danau Toba (FDT) yang dialih nama dari Pesta Danau Toba (PDT).

Untuk tahun ini Pemkab Samosir dengan dukungan Kementerian Pariwisata telah meluncurkan 'calendar of event' Horas Samosir Fiesta (HSF) V tahun 2018 pada hari Kamis (15/2/2018), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona-Kementerian Pariwisata RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Acara dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizki Ratman bersama Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Juang Sinaga, beberapa orang Pimpinan SKPD terkait, masyarakat perantau Samosir yang ada di Jakarta, para pengusaha bisnis pariwisata, dan insan pers.

Ragam kegiatan HSF 2018 yang disiapkan untuk mengangkat dan mempromosikan Danau Toba adalah Festival Pasir Putih, Festival Gondang Naposo, Samosir Band Festival, Batak Fiesta, Horja Bius Mangalahat Horbo, Samosir Music International, Samosir Lake Toba Ultra Marathon, Samosir Jazz Season, Sigalegale Carnival dan Festival Sipinggan. Event ini akan dimulai pada bulan Maret 2018.

Dadang memberikan apresiasi atas launching ‘Horas Samosir Fiesta 2018’ sebagai informasi dan referensi terhadap calon wisatawan, bahwa akan digelar puluhan event dan festival pariwisata di Samosir dalam kurun waktu satu tahun, utamanya di setiap musim liburan.

“Danau Toba oleh Presiden Joko Widodo dikembangkan sebagai destinasi prioritas kelas dunia dengan mengandalkan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas). Unsur atraksi di antaranya event Horas Samosir Fiesta 2018, diharapkan semakin menarik kunjungan wisatawan ke Danau Toba,” kata Dadang dalam Siaran Pers Kementerian Pariwisata.

“Presiden Jokowi menginstruksikan untuk membangun Kawasan Danau Toba secara menyeluruh selayaknya melibatkan 7 Kabupaten di kawasan danau vulkanik terbesar di dunia. Oleh karena itu, seluruh unsur yang berkepentingan di sekitar Danau Toba harus solid, speed, dan smart (3S) dalam mengembangkan pariwisata di sana,” pinta Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata ini.

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan, Horas Samosir Fiesta (HSF) merupakan event tahunan yang digelar sejak tahun 2014, “Kegiatan HSF 2018 akan dikemas lebih menarik agar banyak mendatangkan wisatawan ke Toba,” kata Rapidin Simbolon.

Terkait upaya peningkatan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata Danau Toba yang diprogramkan Pemerintahan Jokowi. Kini terus dilakukan di antaranya membangun akses jalan tol dari Kuala Namu-Tebing Tinggi-Pematang Siantar . Pelebaran jalur lintas Sumatera Pematang Siantar – Parapat. Pembangunan outer ring road yang mengitari danau sepanjang 100 km, inner ring road di Pulau Samosir, dan pembangunan pelabuhan penyeberangan di kedua sisi danau.

Demikian juga pengembangan Bandara Silangit, panjang landasan pacu ditambah dari semula 2.200 meter menjadi 2.650 meter (akan ditambah lagi hingga 3.000 meter), serta statusnya menjadi internasional airport dengan terminal berstandar global.

"Ini patut kita syukuri dan kita apresiasi untuk semakin mendorong minat wisatawan mancanegara datang berlibur ke Samosir yang memiliki udara sejuk. Namun hal itu tidak akan terwujud tanpa peran serta warga masyarakat" sebut Rapidin Simbolon dalam satu kesempatan.

Diperoleh informasi, peluncuran event pariwisata Horas Samosir Fiesta (HSF) 2018 ini dilakukan di Jakarta adalah untuk memperkenalkan secara resmi kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara, nantinya HSF ini akan semakin diketahui dunia wisata internasional.

Keseriusan Pemerintah Samosir untuk mengangkat pariwisata, diperlihatkan dengan petningkatan kucuran dana untuk pelaksanaan Horas Samosir Fiesta. Jika tahun awal hanya sekitar 500 juta dan tahun 2017 telah dikucurkan sebesar Rp2,2 miliar, maka tahun ini dana tersebut bertambah menjadi Rp3 miliar, kendatipun judulnya masih seperti event pariwisata 2017 yang lalu. Hanya saja pelaksanaannya diharapkan dirancang lebih menarik dan berkelas, tentu berpedoman pada pengalaman sebelumnya.(*)Peluncuran Horas Samosir Fiesta 2018 untuk Promosikan Danau Toba

KabarIndonesia - Samosir, Ternyata tidak salah jika sejak terbentuknya Samosir menjadi daerah otonomi baru tahun 2004, menetapkan visi dan misinya terkait kepariwisataan. Mencermati pengembangan pariwisata menjadi sektor 'pengungkit' bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, hingga pada tahun 2008 pemkab Samosir membentuk dinas tersendiri yang khusus menangani kepariwisataan.

Di tahun 2009 Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Samosir dengan dukungan partsipasi tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama diluncurkan sebuah program kegiatan wisata terpadu berbasis potensi alam, seni dan budaya yang disebut Horas Samosir Fiesta (HSF). Program ini kemudian menjadi salah satu 'icon' pariwisata di Sumatera Utara, kawasan Danau Toba, khususnya di Samosir.

Saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Danau Toba telah ditetapkan menjadi salah satu dari 10 destinasi prioritas atau "Bali baru", yang akan memberi peluang peningkatan devisa negara dan daerah. Dan, kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dengan tagline 'negeri indah kepingan surga' siap menerima tantangan Presiden dan Kemen Pariwisata untuk mengangkat dan memromosikan Danau Toba melalui HSF yang menjadi "Calendar of Event" Pariwisata Indonesia.

Sesungguhnya Horas Samosir Fiesta (HSF) merupakan event tahunan yang berlangsung sejak 2009, dan dari tahun ke tahun dikembangkan hingga menjadi salah satu pesona dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke danau terbesar di Asia Tenggara itu. Bahkan di tahun 2013 yang lalu sebagian kegiatan HSF diadopsi dan dikembangkan menjadi event Festival Danau Toba (FDT) yang dialih nama dari Pesta Danau Toba (PDT).

Untuk tahun ini Pemkab Samosir dengan dukungan Kementerian Pariwisata telah meluncurkan 'calendar of event' Horas Samosir Fiesta (HSF) V tahun 2018 pada hari Kamis (15/2/2018), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona-Kementerian Pariwisata RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Acara dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizki Ratman bersama Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Juang Sinaga, beberapa orang Pimpinan SKPD terkait, masyarakat perantau Samosir yang ada di Jakarta, para pengusaha bisnis pariwisata, dan insan pers.

Ragam kegiatan HSF 2018 yang disiapkan untuk mengangkat dan mempromosikan Danau Toba adalah Festival Pasir Putih, Festival Gondang Naposo, Samosir Band Festival, Batak Fiesta, Horja Bius Mangalahat Horbo, Samosir Music International, Samosir Lake Toba Ultra Marathon, Samosir Jazz Season, Sigalegale Carnival dan Festival Sipinggan. Event ini akan dimulai pada bulan Maret 2018.

Dadang memberikan apresiasi atas launching ‘Horas Samosir Fiesta 2018’ sebagai informasi dan referensi terhadap calon wisatawan, bahwa akan digelar puluhan event dan festival pariwisata di Samosir dalam kurun waktu satu tahun, utamanya di setiap musim liburan.

“Danau Toba oleh Presiden Joko Widodo dikembangkan sebagai destinasi prioritas kelas dunia dengan mengandalkan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas). Unsur atraksi di antaranya event Horas Samosir Fiesta 2018, diharapkan semakin menarik kunjungan wisatawan ke Danau Toba,” kata Dadang dalam Siaran Pers Kementerian Pariwisata.

“Presiden Jokowi menginstruksikan untuk membangun Kawasan Danau Toba secara menyeluruh selayaknya melibatkan 7 Kabupaten di kawasan danau vulkanik terbesar di dunia. Oleh karena itu, seluruh unsur yang berkepentingan di sekitar Danau Toba harus solid, speed, dan smart (3S) dalam mengembangkan pariwisata di sana,” pinta Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata ini.

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan, Horas Samosir Fiesta (HSF) merupakan event tahunan yang digelar sejak tahun 2014, “Kegiatan HSF 2018 akan dikemas lebih menarik agar banyak mendatangkan wisatawan ke Toba,” kata Rapidin Simbolon.

Terkait upaya peningkatan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata Danau Toba yang diprogramkan Pemerintahan Jokowi. Kini terus dilakukan di antaranya membangun akses jalan tol dari Kuala Namu-Tebing Tinggi-Pematang Siantar . Pelebaran jalur lintas Sumatera Pematang Siantar – Parapat. Pembangunan outer ring road yang mengitari danau sepanjang 100 km, inner ring road di Pulau Samosir, dan pembangunan pelabuhan penyeberangan di kedua sisi danau.

Demikian juga pengembangan Bandara Silangit, panjang landasan pacu ditambah dari semula 2.200 meter menjadi 2.650 meter (akan ditambah lagi hingga 3.000 meter), serta statusnya menjadi internasional airport dengan terminal berstandar global.

"Ini patut kita syukuri dan kita apresiasi untuk semakin mendorong minat wisatawan mancanegara datang berlibur ke Samosir yang memiliki udara sejuk. Namun hal itu tidak akan terwujud tanpa peran serta warga masyarakat" sebut Rapidin Simbolon dalam satu kesempatan.

Diperoleh informasi, peluncuran event pariwisata Horas Samosir Fiesta (HSF) 2018 ini dilakukan di Jakarta adalah untuk memperkenalkan secara resmi kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara, nantinya HSF ini akan semakin diketahui dunia wisata internasional.

Keseriusan Pemerintah Samosir untuk mengangkat pariwisata, diperlihatkan dengan petningkatan kucuran dana untuk pelaksanaan Horas Samosir Fiesta. Jika tahun awal hanya sekitar 500 juta dan tahun 2017 telah dikucurkan sebesar Rp2,2 miliar, maka tahun ini dana tersebut bertambah menjadi Rp3 miliar, kendatipun judulnya masih seperti event pariwisata 2017 yang lalu. Hanya saja pelaksanaannya diharapkan dirancang lebih menarik dan berkelas, tentu berpedoman pada pengalaman sebelumnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 
Manfaat Membaca 22 Sep 2018 15:12 WIB


 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia