KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 

Pemuda Tasikmalaya, Maulidan Isbar, Pikat Banyak Investor LN di Southeast Asia Start-Up Summit 2019 di Singapura

 
PARIWISATA

Pemuda Tasikmalaya, Maulidan Isbar, Pikat Banyak Investor LN di Southeast Asia Start-Up Summit 2019 di Singapura
Oleh : Wahyu Ari Wicaksono | 24-Nov-2019, 07:05:44 WIB

KabarIndonesia - Singapura, Berlangsung di Auditorium PMB Academy Marina Square Singapore, 23 November 2019 dan dibuka oleh Dubes RI untuk Singapore; I Gede Ngurah Swajaya, putra asli daerah Tasikmalaya, Maulidan Isbar berhasil mempresentasikan platformnya dengan sangat menarik di hadapan para juri Southeast Asia Start-Up Summit 2019. Berbekal kemampuan bahasa Inggrisnya yang fasih, diksi dan pilihan narasinya yang pas, Maulidan tidak canggung berbicara dalam bahasa Inggris di depan audiens internasional. Alhasil, Maulidan Isbar dan platform Dolanesia yang dipresentasikannya menjadi cassanova yang menarik banyak perhatian para juri, investor dan bahkan peserta dari negara lain. Dus, diujung acara Maulidan dipanggil kembali naik ke panggung bersama 4 Start Up lainnya. Sayangnya ada sedikit kekurangan yang ada di Dolanesia saat ini yang masih menjadi ganjalan untuk menang. Start-up ini belum beroperasional alias masih dalam bentuk mock up yang belum dieksekusi. 


Padahal, sebagai persyaratan menang, juri menentukan syarat bahwa start-upnya harus yang sudah running well atau sudah produktif untuk menjalankan bisnis.

Namun, dalam one on one pitching session (tatap muka antara pemilik start-up dengan calon investor), platform Dolanesia sebenarnya justru banyak diminati. Catatan dari dewan juri adalah start-up ini selain dapat mendorong produktivitas kelompok masyarakat rural secara masif, juga memiliki prospek bisnis yang sangat kuat.  Karenanya selain menarik minat banyak calon investor, juga banyak start-up dari negara lain yang sudah beroperasi yang ingin bergabung. "Job To Go adalah start up dari Thailand yg mirip Jobstreet di Indonesia," tutur Maulidan. "Mereka tertarik bergabung dengan Dolanesia untuk menjaring para pencari kerja dari desa," imbuhnya. 

 

"Ada lagi Good-Lugg, start up dari Singapore yang sudah cukup populer, yaitu yang menyewakan koper, traveling bag dan sejenisnya untuk para pelancong. Mereka juga tertarik dengan Dolanesia karena dianggap in-line dengan pangsa pasar mereka," kisah Maulidan dengan rasa bangga.  "In syaa Alloh minggu depan ada calon investor dari Singapore dan Malayasia akan datang menemui kami untuk menindak lanjuti kemungkinan kerjasama," lanjutnya. Namun, "Saya dan teman-teman di Dolanesia masih mempertimbangkan apakah akan bekerjasama dengan investor luar (asing-red) atau mencari investor lokal. Karena saya merasa yakin banyak pemilik modal lokal yang akan tertarik." tegas Lidan yang lebih optimis pada nasionalisme investor lokal.

 

Usai mempresentasikan platform Dolanesia di Southeast Asia Start-Up Summit 2019 di Singapura tersebut, rencananya Maulian akan segera bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif."Besok kami diundang pak Mentri Wisnutama (Menparekraf-red) untuk memperkenalkan Dolanesia," jelasnya.  Yang jelas semangat anak muda sebagai creative fighter telah ditunjukkan Maulidan Isbar. Berbagai kendala dan hambatan yang ada tentunya tak akan bisa menghentikannya untuk terus berjuang memberdayakan potensi negeri.

 
Mungkin benar, di era milenial sekarang, bagi Indonesia saatnya yang muda yang berkarya. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia