KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Lucunya Negeri Ini 21 Feb 2018 04:39 WIB

Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 

Tugu Jogja Menjadi Saksi Sejarah dari Tempo Dulu Hingga Masa Milenium.

 
PARIWISATA

Tugu Jogja Menjadi Saksi Sejarah dari Tempo Dulu Hingga Masa Milenium.
Oleh : Susana Paula Klau | 17-Okt-2017, 01:33:10 WIB

KabarIndonesia - Kerlap kerlip lampu malam menghiasi setiap sudut jalanan di kota gudeg Yogyakarta. Hingga tak terasa, ada satu titik pusat yang menyatukan itu semua, TUGU Jogja.  Orang mengenalnya sebagai landmark kota Yogyakarta. Tugu yang bediri kokoh dipersimpangan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro katanya punya makna tersendiri di hati masyarakat Jogja dan para perantau.
Saat malam tiba, jalanan di sekitar Tugu Jogja menjadi kian ramai. Pedagang wedang ronde dan bajigur mulai memadati salah satu sudut di Tugu Jogja. Toko-toko menyalakan lampu hingga suasana malam kian ramai. Para mahasiswa pun mulai memenuhi bangku-bangku yang di Jalan Mangkubumi yang menghadap langsung Tugu Jogja. Duduk diantara ramainya hiruk-pikuk jalanan kota yang juga kerap disebut sebagai kota pelajar ini. 
Mereka hanya duduk, lalu  berfoto ria, lalu duduk kembali. Ya, hanya itu yang mereka lakukan. Namun, ketika ditanya mengapa mereka melakukan hal itu? Apa guna dan manfaatnya? Mereka memiliki jawaban yang sungguh membuat hati tersentuh. “Karena berada di sini adalah lambang bahwa kami memang benar-benar berada di Yogyakarta. Karena Tugu Jogja adalah saksi bagaimana masyarakat Jogja bersatu padu melawan penjajah kala itu.” jawab David, salah satu mahasiswa perantauan asal Maluku.  
Iya, Tugu Jogja memang memiliki sejarah yang panjang. Tugu Jogja ini didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Tugu ini awalnya dikenal sebagai Tugu Malioboro atau Tugu Golog Giling yang merupakan penanda Manunggaling Kawula Gusti. Hal ini karena berdirinya Tugu Jogja ini merupakan representasi semangat persatuan antara masyarakat Yogyakarta dan pemerintanya dalam melawan penjajah. 
Tugu ini konon juga merupakan garis magis yang menghubungkan Laut Selatan, Keraton Yogyakarta, dan Gunung Merapi. Akan tetapi, kekokohan Tugu Jogja ini ternyata masih bisa dikalahkan oleh gempa yang mengguncang Yogyakarta pada tahun 1867. Meskipun begitu, bangunan ini kembali didirikan pada 1889 oleh Belanda sebagai tanda bahwa Belanda ingin menguasai wilayah Yogyakarta. Akan tetapi taktik tersebut gagal dan Tugu Jogja masih kokoh hingga saat ini. 
Terlepas dari itu semua, Tugu Jogja tetap saja punya tempat tersendiri di hati para mahasiswa perantau. Mereka yang susah payah meniti kehidupan baru hingga berproses mengejar mimpi, akan selalu terkenang akan keindahan dan filosofi serta sejarah Tugu Jogja. Landmark kota Yogyakarta, saksi bisu perjuangan mereka.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB


 

 
 

 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia