KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Maret 2017 oleh : Redaksi-kabarindonesia
29-Mar-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia - Eliyah Acantha Manapa Sampetoding atau sering dipanggil Antha, lahir di Ujung Pandang (Kota Makassar), Sulawesi Selatan, 19 November 1991. Antha berdarah Toraja.
selengkapnya....


 


 
BERITA CERPEN LAINNYA
  • 33
  • 28-Des-2009, 11:51:04 WIB












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Langkah Menuju Pasti 23 Mar 2017 23:05 WIB

Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
CERPEN

Gambar-gambar
Oleh : Bahrul Ulum | 18-Feb-2009, 02:12:03 WIB

Hari itu adalah hari pemilihan umum, sebuah hari yang begitu sakral bagi makna demokrasi, begitu yang dikatakan oleh banyak dari mereka yang mengaku sebagai kaum intelektual, mbah Sastro dengan terseok-seok berjalan menuju TPS yang sudah disediakan oleh panitia di kampungnya yang terletak di pinggiran Kota Semarang. Wajah mbah Sastro nampak begitu pucat karena hampir dua hari perutnya tidak terganjal oleh makanan, bahkan sekedar oleh nasi sisa karena kebanyakan tetangganya lebih suka menggunakan nasi sisa untuk makanan ayam mereka. 

Aku melihat mbah Sastro terus berjalan membelah ratusan orang yang antre untuk mencontreng gambar malaikat yang akan menyelematkan mereka, setidaknya itu yang selama ini mereka yakini dan dengar dalam kampanye-kampanye. Dengan tumpukan gambar di tangan mbah Sastro merengsek ke barisan orang yang sudah mulai tidak sabar untuk mengantri. Tiba-tiba mbah Sastro terdorong oleh orang-orang itu, dia terjatuh, tumpukan gambar yang dibawanya terjatuh dan bertebaran di tanah. Orang-orang tidak perduli dengan mbah Sastro, apalagi dengan gambar-gambar itu. Mbah sastro mencoba memunguti gambar-gambar malaikat yang selalu berjanji itu, tapi naas gambar-gambar itu mulai hilang bentuk karena tercampur dengan lumpur dan genangan air sisa hujan sesaat yang lalu. Mbah sastro terpuruk, membisu dengan wajah semakin pucat pasi. Dia kehilangan gambar-gambar itu, hanya tersisa nama-nama di salah satu kertas yang sempat dia selamatkan dari air. Ada banyak nama, tapi tak satu pun dia bisa melafalkannya apalagi untuk mengenalnya.

Entah kenapa tiba-tiba hatiku berdesir ketika melihat semua ini, aku pun berlari mencoba menembus antrean, berpuluh orang terjatuh karena aku. Mereka memaki dan mencaci, tapi aku tak perduli. Tiba-tiba seorang pria dengan tubuh tegar berbaju, entah berbaju apa, aku tidak bergitu ingat saat itu, yang pasti dia berseragam, berwajah sangar menghampiriku dan mendorongku keluar barisan.  Aku terpelanting tepat di samping mbah Sastro. Aku tidak perduli dengan keadaanku. Mataku tertutup lumpur, tapi masih bisa melihat mbah Sastro meski dengan sedikit perih dan samar-samar. Mbah Sastro tergeletak, terdiam, lemas dengan tangannya yang keriput memegang kertas berisi nama-nama, bukan kertas gambar-gambar.






Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Cara Membangun TNI AD Yang Kuat 26 Mar 2017 21:53 WIB

 
Presiden Kagumi Dalihan Natolu 28 Mar 2017 12:23 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Berdoa untuk Perdamaian Dunia 11 Mar 2017 19:07 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia