KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahUsulan Pembentukan Wartawan Unit DPRD Tidak Dijawab Pemkab Serdang Bedagai oleh : Agus Suriadi
21-Nov-2017, 20:36 WIB


 
 
Kabar Indonesia - Serdang Bedagai, Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sergai terkait pembahasan R-APBD Sergai TA 2018, Kamis (16/11)  di gedung DPRD Sergai, Dusun II Desa Firdaus, Sei Rampah.Sambil menyampaikan pandangan umum Fraksi, tiga fraksi antara lain
selengkapnya....


 


 
BERITA CERPEN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
CERPEN

CERPEN: Gadoeh...!
Oleh : Zulfikar Akbar | 06-Nov-2007, 08:13:50 WIB

Gadoeh....!
Kiraku, setelah matahari datang lagi aku bisa melihat embun sejuk, bertengger di helai-helai rerumputan yang hampir layu petang kemarin. Duh, aku mungkin terlambat bangun pagi, menghilanglah embun yang ku tunggui sampai menjelang subuh tadi. Belum terang mataku melihat kilau embun itu, kantuk menyergap, akupun pulas sampai ia menghilang.

Gadoeh....!
Iya, mungkin besok pagi, embun juga akan datang lagi. Namun itu bukanlah embun yang ingin ku lihat kilaunya pagi tadi, embun yang datang besok pagi adalah embun lain.

"Lalu, kau ingin sesali itu, sahabat?" Bisik suara yang tidak bisa ku lihat ujud yang lontarkan pertanyaan itu.

"Tidak, cuman....." Pikiranku sedang merasakan berat untuk berkata-kata Hening.

Matahari semakin meninggi, persis di ujung kepalaku sudah. "Kenapa kau harus galau, sedangkan kau sendiri yang sudah menekan diri sendiri untuk tidak lagi puisikan apapun yang menelusupi hatimu bukan?" Kata suara itu

"Betul." Aku tidak bergairah menanggapi suara itu

"Jadi, sekarang kau tegakkan lagi kepalamu. Teruskan nyanyian penuh dengan harapan, hingga tidak satu manusiapun tahu dengan semua yang menghantam rasamu" nasihatnya

Aku menghela napas, mencoba untuk bisa bersuara dengan tenang,"Kalaupun pada perjalanan menitku siang ini, aku harus mananggung galau. Tapi, aku sedang ingin menikmatinya, diamkan saja aku, sahabat"

"Itulah keangkuhanmu...! Dari dulu kau ingin supaya mata-mata mereka tidak bisa meraba gelisahmu, padahal semua mereka tidaklah buta, kawan. Kau juga manusia. Terkadang engkau senang, gembira. Kaupun bisa bermuram durja." Ia masih mengajakku berdebat. Sepertinya, siang ini semangatku untuk berdebat menemukan geloranya.

"Baik...!" ujarku setengah berteriak."Haruskah aku keluhkan gelisahku? Haruskah aku menjadi cengeng dengan sedikit muram yang datang di langit hatiku, aku ingin biarkan saja. Galau ini juga punya makna, airmata pun bukanlah untuk kesia-siaan. Kehidupan sedang berikan pelajarannya untukku. Akupun harus katakan padamu, kalau aku tunjukkan risauku pada mereka, mereka semua punya hati. Jika mereka tahu kegalauan ini, mereka juga akan ikut terbawa suasana hatiku. Sekali lagi, mereka punya hati. Jika ku utarakan semua rasaku pada mereka, bukan aku saja lagi yang akan menanggung kepekatan ini, mereka juga akan terbius menjadi sepertiku. Jadi, biarkan saja aku perkosa otakku sendiri untuk menggali secuil jawab atas rumus hidup yang belum ku temukan pemecahannya."

"Kau keras kepala dari dulu!." Suaranya lebih mirip makian," kenapa tidak mencoba untuk melunak sedikit, kawan..! Kenapa harus hilangkan percayamu pada mereka"

"Kau mengerti tidak dengan apa yang baru saja aku katakan itu, hah? Ini komitmenku. Ini aku dan ini yang ku jadikan falsafah untuk perjalanan hidup. Menanggung resah, takkan ku suarakan pada siapa-siapa! Kau paham itu?

"Kepala batu !" Suaranya lebih keras, mungkin ini adalah suaranya yang paling keras. Ia pergi. Mulai terasakan, ia memunggungiku dan menjauh. Samar terdengar sekarang,"aku adalah kejujuranmu, kawan."

Gadoeh....!
Sekarang malam sudah tiba lagi. Tidak ada cahaya bulan, walau seperti sekerlip lilin, tidak ada. Pekat, seperti hatiku. Lembaran kertas putih di hadapanku masih melompong, masih putih. Ku usap kesalku dengan bernyanyi kecil sembari berdiri di pintu luar rumahku,

"Lagee seulayang ka putoeh taloejiba han meuhoe gadoeh lam awan, meunoe keueh naseebnyeung ulon rasa, meu luntang-lantoeng han meuhoe arah....." 

Kembali hening

Ku lanjutkan nyanyian itu dengan suara yang tidak merdu"sitangkee bungoeng nyeung that lon cintata ilah daya beu lon teumeung poet...."


Gadoeh....!
Menderulah angin kitari keterpakuanku,"Jika itu menjadi pilihanmu, hilangkanlah hapus dan robek semua kertas-kertas yang kemarin kau tuliskan semua gundahmu. Bersamanya, dukamu akan sungkan untuk kembali. Bagaimanapun, embun tadi pagi telah memuai, ia menguap entah kemana. Waktumu untuk sesali itu takkan membawa apa-apa. Lupakan saja, kau pasti bisa. Kembalilah hanya menulis puisi, cipratkan apimu. Hidupmu bukan untuk hari ini saja, kawan." Lirihnya dan lalu ia pergi sambil membelai dedaunan di ujung  atap  rumahku






Note:
Gadoeh: Hilang
Lagee seulayang ka putoeh taloe: Seperti layangan tidak bertali
Jiba han meuhoe gadoeh lam awan: Hilang ke awan, tak tahu entah kemana
Meunoe keueh naseep nyeung ulon rasa: Beginilah yang ku rasakan
Meuluntang-lantoeng han meuhoe arah: Luntang-lantung tak tahu arah
Sitangkee bungoeng nyeung that lon cinta: Setangkai kembang yang teramat ku cintai
Ta ilah daya beu lon teumeueng poet: Aku usahakan sekuatnya, aku bisa memetiknya



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 
Memahami Inflasi Lebih Dalam 21 Nov 2017 03:39 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia