KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahUsulan Pembentukan Wartawan Unit DPRD Tidak Dijawab Pemkab Serdang Bedagai oleh : Agus Suriadi
21-Nov-2017, 20:36 WIB


 
 
Kabar Indonesia - Serdang Bedagai, Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sergai terkait pembahasan R-APBD Sergai TA 2018, Kamis (16/11)  di gedung DPRD Sergai, Dusun II Desa Firdaus, Sei Rampah.Sambil menyampaikan pandangan umum Fraksi, tiga fraksi antara lain
selengkapnya....


 


 
BERITA CERPEN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

CERPEN : <i>Hape</i>

 
CERPEN

CERPEN : Hape
Oleh : Heni Kurniawati | 24-Nov-2007, 12:14:04 WIB

KabarIndonesia - Satu juta, satu juta seratus, satu juta tiga ratus lima puluh, satu juta lima ratus, dua juta, ah…dua juta dua ratus ribu. Aku menghitung uang tabungan yang baru kupecah dari celengan ayam. Lumayan setelah menabung hampir delapan bulan, jumlahnya cukup untuk membeli handphone keluaran terbaru yang sudah aku incar sejak dua bulan lalu. HP slim black lengkap dengan kamera 2.0 Mega Pixel, radio, games, MP3, video recorder, infra red, Bluetooth dan 3G compatible. Hi…hi…hi…. Bahkan, masih ada sisa untuk sekedar mampir ke KFC. Asyiik, aku bisa menyalurkan hobi jeprat-jepretku. Yang lebih menyenangkan lagi, aku bisa mengisi HPku dengan lagu-lagu terbaru. Pokoknya akan kuisi dengan lagu-lagu top yang menduduki peringkat teratas tangga lagu-lagu terpopuler.

Kuluruskan dulu lembaran-lembaran uang kertasku sebelum memasukkannya ke dalam dompet kulit coklat, hadiah dari Ibu ketika aku ulang tahun. Menunggu mata terpejam, aku berfikir kira-kira lagu apa yang akan kujadikan nada sambung untuk HPku nanti? Bunda, lagu kesayanganku dari Potret atau Ibu dari Iwan Fals yang selalu membuatku trenyuh? Ah, ini kan lagu lama. Bagaimana kalau Sebebas Merpati Kahitna, Menikah Java Jive atau Takkan Ada Cinta Yang Lain Dewa? Biarpun lagu lama tapi romantis abis. Oh, aku tahu Sebelum Cahaya Letto, kan lagi ngetrend ? Sesungguhnya Ungu juga bagus dan religius? Aku tersenyum-senyum sendiri memikirkan hal ini sampai terlelap terbawa mimpi.

Sekali lagi aku merapikan penampilanku di depan cermin sebelum melangkah keluar menstater motor. Sambil bernyanyi kecil aku mengendarai motor pelan-pelan menjemput Indah yang akan menemaniku membeli HP. Indah adalah teman bermainku sejak kecil. Sejak kecil, sekolah, kursus, hingga sekarang kuliah sambil kerja kami saling akrab. Aku dan Indah kuliah dan kerja di tempat yang sama. Kami selalu berangkat kerja dan kuliah bersama. Jarak rumahku dan rumahnya hanya sepuluh menit. Sampai di rumahnya, Indah sudah berdiri di depan pagar sambil menenteng helm.

Tak lama kemudian kami sudah berboncengan menyusuri jalan raya Sidoarjo-Surabaya menuju Royal Plaza, yang di salah satu lantainya terdapat Cellullar Center. Jalanan cukup lengang. Maklum hari Minggu, kalau hari kerja mustahil bisa mengendara tanpa gangguan macet. Jalan ini memang jalur utama bisnis Sidoarjo, Gempol, Pasuruan dan Malang sehingga truk dan kontainer berlomba melintasi jalan ini. Apalagi sejak jalan raya Porong terhambat lumpur Lapindo, semakin ruwet saja lalu lintas di hari kerja.

Sampai di Royal Plaza, kami langsung menuju Cellular Center lantai dua. Kami harus keluar masuk dari satu counter ke counter lain karena tipe yang aku cari out of stock. Agak kelelahan kami masuk ke Gramedia tapi stocknya kosong juga. Akhirnya, kami menemukannya di salah satu counter HP di Hypermart. Lega karena telah kudapatkan HP impianku. Kami keluar dari counter itu dengan wajah berseri setelah HP dicek kelengkapannya dan dicoba.

Setelah sholat dhuhur di musholla Ground Floor kami mampir ke KFC. Rasa haus segera hilang setelah segelas air mineral dinging malewati tenggorokanku. Kupesan dua paket ayam plus kentang goreng. Indah mengambil tomato sauce dan sambal untuk kami. Sesudah makan, aku dan Indah saling bertukar lagu via Bluetooth. Lagu di HP Indah bagus-bagus dan kami sepakat untuk menggunakan Sebelum Cahaya Letto sebagai nada sambung HP kami. Kami seringkali kompak dalam banyak hal, termasuk nada sambung HP.

Jam 4 sore kami sudah sampai di depan rumah Indah.
“Selamat utak utik hp baru…!” kata Indah sambil melambaikan tangannya.

Hingga jam sepuluh malam aku masih asyik dengan HP baruku. Dua jam yang lalu ibuku berteriak-teriak menyuruhku makan. Masyaallah, aku sampai lupa makan malam karena keasyikan main HP. Kubuka tudung saji di meja makan. Ada sepiring kecil sayur brokoli cah udang dan tiga iris tempe goreng. Disampingnya ada dua buah pisang sunrise. Aduh, sayur lagi. Ibu memang selalu mengharuskan makan sayur dan buah pada anak-anaknya. Padahal aku lagi ingin makan rawon. Kuambil satu pisang sambil melangkah keluar. Sudah malam begini, masih ada warung rawon buka nggak ya?

“Sayang….katanya minta dismsin, nih aku sudah sms nih, tapi jangan lupa dibales ya…” message alert-ku berbunyi.
“Yan, telp aku sekarang dong,” sms dari Indah.
“Iya, bentar lagi, aku masih cari makan nih,” balasku.
“Jam segini belum makan? Pasti keasyikan main HP,” balasnya lagi.

Kuabaikan sms Indah. Aku terus melangkah menuju warung Pak Kusnan, mudah-mudahan masih buka. Yah, sudah tutup. Aku kecewa mendapati warung Pak Kusnan sudah gelap. Aku menoleh kanan kiri mencari alternatif lain. Siapa tahu masih ada tukang bakso atau tahu tek atau nasi goreng.

Mungkin sudah rezeki. Di kejauhan aku melihat tukang nasi goreng sedang sibuk melayani pembeli di atas jembatan kali kecil di ujung gang. Aku bergegas ke sana.

“Mie goreng satu Bang, pedes,” kataku sambil mengambil satu kursi plastik.

Baru beberapa sendok menikmati mie message alert-ku berbunyi.
“Yan, telp aku sekarang dong. Aku lagi bete nih,” SMS Indah.

Dasar Indah kalau ada maunya nggak bisa ditunda. Baru saja akan kuketik SMS balasan, SMS indah masuk lagi.

“Yan, kalau misalnya aku pergi jauh, terus kita nggak bisa ketemu, nggak sering-sering telepon dan SMSan, kamu akan ngerasa kehilangan nggak?”

Aduh Indah, ngapain sih SMS begini?
Kutaruh piring mie gorengku di atas kursi plastik, sementara aku berdiri bersandar di jembatan. Kupencet nomor Indah.

“Waalaikum salam, ada apa kok SMS begitu, memang ada rencana pergi kemana?”
“Nggak kok. Pengin tahu aja, apa kamu akan kehilangan kalau aku nggak ada.”
“Kamu aneh-aneh aja, ya tentu kehilangan dong wong kita sudah sama-sama sejak kecil. Kebanyakan “missal” sih kamu.”
“Kan pengin tahu…” Indah kumat manjanya.
“Sudah…sudah, sekarang bobok sudah malam besok kan….”

Aku belum selesai bicara ketika seekor tikus besar menyenggol kakiku. Aku sangat kaget dan…
“Byuurrr….,” HPku terlempar jatuh ke kali.
“Hah…..HPku.”

Tanpa pikir panjang aku nyebur ke kali mengambil HPku. Untung terang bulan dan kali tidak dalam sehingga dengan mudah aku menemukan HPku. Pembeli nasi goreng lainnya tertawa terpingkal-pingkal. Sementara celanaku basah dan wajahku pucat pasi. Dalam hati aku berdoa agar HPku jangan sampai rusak. Aku berusaha mengeringkannya dengan kaosku yang masih kering. Tukang nasi goreng juga ikut-ikutan menertawakan aku.

“Makanya mas, kalau makan ya makan dulu jangan pacaran.”
“Uh resek deh. Seneng ya orang lain kena musibah. Bukannya menolong malah menertawakan,” protesku.

Sampai di rumah aku langsung menyalakan kipas angin untuk mengeringkan HPku. Sayang casingnya tidak bisa dibuka jadi aku tidak bisa mengeringkan bagian dalam. Aduh HPku bener-bener mati. Mudah-mudahan rusaknya tidak parah.

Sebelum berangkat kerja, aku dan Indah mampir ke Counter HP.
“Diperiksa dulu ya mas,” kata penjaganya.
“Wah ini kena komponen-komponennya mas. Biayanya agak mahal.”
“Berapa?” sahutku tak sabar.
“Ya sekitar empat ratus ribu.”
“Hah, yang bener aja. Ini HP baru. Baru kemarin belinya, masak rusaknya parah?”
“Biarpun HP baru mas, kalau sudah kena air ya bukan baru lagi. Ini airnya masuk ke LCD dan kameranya.”

Aduh, darimana aku dapat uang untuk ongkos servis semahal ini? Tabunganku kan sudah kupecah.
“Kamu sih, malam-malam di atas jembatan. Memangnya mau jadi si Manis jembatan Sidoarjo?” Indah terus mengejekku.
“Kamu juga sih, minta ditelp ga bisa nanti-nanti. Maumu harus langsung dituruti. Lagian ngapain sih SMS begitu, bikin cemas orang aja.”
“Iya, Maaf.”
“Maaf, memangnya maaf bisa membetulkan HP?”

Tak tega juga lihat Indah menunduk penuh sesal.
Uh, dasar tikus Genit. Ngapain juga nyenggol-nyenggol kakiku. Apa masih belum yakin kalau aku ini ganteng?

Sepanjang perjalanan kerja, kami saling diam. Aku sibuk berfikir bagaimana caranya mendapatkan uang empat ratus ribu. Masa harus minta sama Ibu? Nggak nyangka HP terbaru impianku hanya berumur kurang dari 24 jam. Sementara Indah tidak berani mengusikku kalau aku sudah diam. Mungkin dia merasa bersalah karena membuatku khawatir dengan SMSnya.

(Special buat Muiz, maaf ya....!!!)

Sumber gambar : www.ci.tigard.or.us



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 
Memahami Inflasi Lebih Dalam 21 Nov 2017 03:39 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia