|
|
|
| |
KabarIndonesia-Jakarta. Indonesia dalam beberapa fase kepemimpinan belum mampu menyentuh substansi kebutuhan masyarakat, Substansi yang dimaksud adalah ketersediaan lapangan kerja dan pemberantasan KKN. Meskipun lembaga penegak Hukum seperti KPK semakin gencar untuk memberantas korupsi, akan tetapi pemerintah belum maksimal untuk melakukan selengkapnya....
|
|
|
CERPEN
Gambar-gambar
Oleh : Bahrul Ulum | 18-Feb-2009, 02:12:03 WIB
|
Hari itu adalah hari pemilihan umum, sebuah hari yang begitu sakral bagi makna demokrasi, begitu yang dikatakan oleh banyak dari mereka yang mengaku sebagai kaum intelektual, mbah Sastro dengan terseok-seok berjalan menuju TPS yang sudah disediakan oleh panitia di kampungnya yang terletak di pinggiran Kota Semarang. Wajah mbah Sastro nampak begitu pucat karena hampir dua hari perutnya tidak terganjal oleh makanan, bahkan sekedar oleh nasi sisa karena kebanyakan tetangganya lebih suka menggunakan nasi sisa untuk makanan ayam mereka.
Aku melihat mbah Sastro terus berjalan membelah ratusan orang yang antre untuk mencontreng gambar malaikat yang akan menyelematkan mereka, setidaknya itu yang selama ini mereka yakini dan dengar dalam kampanye-kampanye. Dengan tumpukan gambar di tangan mbah Sastro merengsek ke barisan orang yang sudah mulai tidak sabar untuk mengantri. Tiba-tiba mbah Sastro terdorong oleh orang-orang itu, dia terjatuh, tumpukan gambar yang dibawanya terjatuh dan bertebaran di tanah. Orang-orang tidak perduli dengan mbah Sastro, apalagi dengan gambar-gambar itu. Mbah sastro mencoba memunguti gambar-gambar malaikat yang selalu berjanji itu, tapi naas gambar-gambar itu mulai hilang bentuk karena tercampur dengan lumpur dan genangan air sisa hujan sesaat yang lalu. Mbah sastro terpuruk, membisu dengan wajah semakin pucat pasi. Dia kehilangan gambar-gambar itu, hanya tersisa nama-nama di salah satu kertas yang sempat dia selamatkan dari air. Ada banyak nama, tapi tak satu pun dia bisa melafalkannya apalagi untuk mengenalnya.
Entah kenapa tiba-tiba hatiku berdesir ketika melihat semua ini, aku pun berlari mencoba menembus antrean, berpuluh orang terjatuh karena aku. Mereka memaki dan mencaci, tapi aku tak perduli. Tiba-tiba seorang pria dengan tubuh tegar berbaju, entah berbaju apa, aku tidak bergitu ingat saat itu, yang pasti dia berseragam, berwajah sangar menghampiriku dan mendorongku keluar barisan. Aku terpelanting tepat di samping mbah Sastro. Aku tidak perduli dengan keadaanku. Mataku tertutup lumpur, tapi masih bisa melihat mbah Sastro meski dengan sedikit perih dan samar-samar. Mbah Sastro tergeletak, terdiam, lemas dengan tangannya yang keriput memegang kertas berisi nama-nama, bukan kertas gambar-gambar.
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Monster Bengalon berkuran sekitar empat meter berhasil ditangkap warga. Habitat dan sumber makanan mereka semakin lama semakin sempit, dengan bertambahnya penduduk di Desa Bengalon, Kalimantan Timur. Tak heran jika mereka memakan manusia. Buaya ini akan dikirim selengkapnya.... |
|
|
|
|
|