KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PemiluILMISPI: Indonesia Butuh Capres Progresif oleh : Indra Jaya
22-Mei-2013, 21:20 WIB


 
 
ILMISPI: Indonesia Butuh Capres Progresif
KabarIndonesia-Jakarta. Indonesia dalam beberapa fase kepemimpinan belum mampu menyentuh substansi kebutuhan masyarakat, Substansi yang dimaksud adalah ketersediaan lapangan kerja dan pemberantasan KKN.  Meskipun lembaga penegak Hukum seperti KPK semakin gencar untuk memberantas korupsi, akan tetapi pemerintah belum maksimal untuk melakukan
selengkapnya....


 


 
BERITA CERPEN LAINNYA
  • 33
  • 28-Des-2009, 11:51:04 WIB












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Menonton Aksi di Lampu Merah 22 Mei 2013 21:13 WIB

Sebaris Pesan Rahasia 22 Mei 2013 20:54 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Ruang Anak untuk Jurnalisme Foto 20 Mei 2013 10:48 WIB

 
 
CERPEN

Gambar-gambar
Oleh : Bahrul Ulum | 18-Feb-2009, 02:12:03 WIB

Hari itu adalah hari pemilihan umum, sebuah hari yang begitu sakral bagi makna demokrasi, begitu yang dikatakan oleh banyak dari mereka yang mengaku sebagai kaum intelektual, mbah Sastro dengan terseok-seok berjalan menuju TPS yang sudah disediakan oleh panitia di kampungnya yang terletak di pinggiran Kota Semarang. Wajah mbah Sastro nampak begitu pucat karena hampir dua hari perutnya tidak terganjal oleh makanan, bahkan sekedar oleh nasi sisa karena kebanyakan tetangganya lebih suka menggunakan nasi sisa untuk makanan ayam mereka. 

Aku melihat mbah Sastro terus berjalan membelah ratusan orang yang antre untuk mencontreng gambar malaikat yang akan menyelematkan mereka, setidaknya itu yang selama ini mereka yakini dan dengar dalam kampanye-kampanye. Dengan tumpukan gambar di tangan mbah Sastro merengsek ke barisan orang yang sudah mulai tidak sabar untuk mengantri. Tiba-tiba mbah Sastro terdorong oleh orang-orang itu, dia terjatuh, tumpukan gambar yang dibawanya terjatuh dan bertebaran di tanah. Orang-orang tidak perduli dengan mbah Sastro, apalagi dengan gambar-gambar itu. Mbah sastro mencoba memunguti gambar-gambar malaikat yang selalu berjanji itu, tapi naas gambar-gambar itu mulai hilang bentuk karena tercampur dengan lumpur dan genangan air sisa hujan sesaat yang lalu. Mbah sastro terpuruk, membisu dengan wajah semakin pucat pasi. Dia kehilangan gambar-gambar itu, hanya tersisa nama-nama di salah satu kertas yang sempat dia selamatkan dari air. Ada banyak nama, tapi tak satu pun dia bisa melafalkannya apalagi untuk mengenalnya.

Entah kenapa tiba-tiba hatiku berdesir ketika melihat semua ini, aku pun berlari mencoba menembus antrean, berpuluh orang terjatuh karena aku. Mereka memaki dan mencaci, tapi aku tak perduli. Tiba-tiba seorang pria dengan tubuh tegar berbaju, entah berbaju apa, aku tidak bergitu ingat saat itu, yang pasti dia berseragam, berwajah sangar menghampiriku dan mendorongku keluar barisan.  Aku terpelanting tepat di samping mbah Sastro. Aku tidak perduli dengan keadaanku. Mataku tertutup lumpur, tapi masih bisa melihat mbah Sastro meski dengan sedikit perih dan samar-samar. Mbah Sastro tergeletak, terdiam, lemas dengan tangannya yang keriput memegang kertas berisi nama-nama, bukan kertas gambar-gambar.






Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Monster Bengalonoleh : Dhisa Aipassa
09-Mei-2013, 20:23 WIB


 
  Monster Bengalon Monster Bengalon berkuran sekitar empat meter berhasil ditangkap warga. Habitat dan sumber makanan mereka semakin lama semakin sempit, dengan bertambahnya penduduk di Desa Bengalon, Kalimantan Timur. Tak heran jika mereka memakan manusia. Buaya ini akan dikirim
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Kaum Gothik Hitamkan Leipzig 22 Mei 2013 16:06 WIB

Dilema Inggris di Uni Eropa 20 Mei 2013 11:18 WIB

 

 
Tiga Pesan SBY pada Menkeu Baru 22 Mei 2013 15:46 WIB


 

 
Sebuah Biografi Seorang Penulis 25 Mar 2013 14:45 WIB

 
Tradisi Masyarakat Aceh 04 Mei 2013 11:34 WIB


 
Pentingnya Penulisan Ilmiah 22 Mei 2013 21:02 WIB

Katakan Tidak pada Ketidakjujuran 13 Mei 2013 22:06 WIB

 
Mantan Pecandu Butuh Keterampilan 18 Mei 2013 17:24 WIB


 

 

 
Kesatuan Gereja Memuliakan Tuhan 22 Mei 2013 21:11 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia