|
|
|
| |
KabarIndonesia - Tayangan televisi kian tidak ramah anak. Nyaris tidak ada tayangan yang mendidik seperti mengajari anak agar hormat kepada orang tua dan guru, rajin menabung dan hidup berhemat, suka bekerja keras atau hidup berprihatin.
Yang ada adalah selengkapnya....
|
|
|

CERPEN
Lopstudio
Oleh : Fandrisha Zhahira | 04-Des-2009, 21:55:31 WIB
|
“Hey banci kamera, cepet lo jadi patung selamat datang gue!” Dengan kamera yang bergelantungan di lehermu, yang seketika siap membidikku, Kamu tersenyum. Kalimatmu memang menyebalkan, setiap kali aku jadi model objek pemotretanmu. Berpose menurut arahanmu yang sedikit miring. Tapi bulan-bulanmu itu, selalu membuatku merasakan kangen, yang entah darimana datangnya… “Ayolah Vanya please..entar gue retouch, terus lo upload di facebook : Album “NARSIS OF THE YEARS..hahahaha.” Gelak tawamu membuatku manyun. Kamu senang dengan sederetan komentar dari teman-temanku di foto album facebook yang memuji kelihaianmu dalam mengambil angel. Padahal kalau bukan aku modelnya, belum tentu hasil pemotretanmu sebagus itu hehe... Bodohnya aku, suatu ketika membiarkan diri di derai hujan. Duduk diatas bebatuan sungai. Licin. Hanya untuk mendapatkan gambar yang lebih artistik katamu. “Aah..Gubraakgh..!” Aku nyaris terpeleset dan tenggelam. Kamu hampir saja membuat nyawaku melayang. Padahal kamu tahu, aku tidak bisa berenang. Tapi lagi-lagi kamu menjadi superhero untukku. Tubuh kekarmu menyelamatkanku dari luapan air bah yang siap memangsa, dan melarikanku ke tepian sungai. Dan kemarahanku pun telan bulat-bulat.
Atau saat aku mendapati tempat kostmu dijejali dengan pigura foto-fotoku, hampir disetiap sudut, bahkan walpaper dalam laptopmu itu siluet wajahku yang terlihat manis . Aku hanya bisa nyengir tanpa pikir. “Fuih sangat berantakan, kamar kost berikut studio photo itu!” Kamu tidak berubah, kegilaanmu memotret melebihi kecintaanmu pada rambut ikalmu. Kucel. Sekarang, apa kabarnya denganmu? Saat ini aku hanya ditemani lantunan melodi Audy “Dimana dirimu? Ingatkah padaku..ku selalu disini meniti bayangan..Kuterimakan keadaanku mencintaimu tanpa mampu memiliki kau yang terindah mengisi aku di sendiriku seperti tinta biru yang takkan terhapus dihatiku..." Kontan mengingatkanku kepadamu. Malam tampak bisu, atau mungkin takut untuk berkomentar tentang ulahku karena merindukanmu. Aku pikir kamu telah beku dalam ingatanku, telah mati dalam hatiku, ternyata? tanpa aku ketahui bagaimana caranya mengenyahkan perasaan cinta ini, aku sudah tidak bisa menatapmu, menegurmu apalagi…keberadaanmu nyaris raib dalam pengetahuanku, kamu dimana?
*** “Vanya, gue lagi jatuh cinta!” Celetukmu dalam taman jeda pemotretan yang nyaris memasang tampang serius dan bodoh.
“Hah gak salah, emangnya makhluk sepertimu bisa jatuh cinta ya?” Aku tertawa terpingkal-pingkal. Tapi entah kenapa hatiku berdebar kencang tak karuan. “Gue nggak tahu caranya mengutarakan perasaan ini! Please help me...” Dadaku makin berdebar. Aliran darahku mengalir cepat hingga pipiku seperti tomat yang masak. Jangan-jangan Ega.... Iya semoga iya. Aku mengangguk. “Lho, Vanya kok lo manggut-manggut sih, najong dah ! Gue kan lagi curhat...” Nadamu gemas padaku. “Ya..y-a, y-a udah lo tembak aja die!” Kalimatku gugup.Grogi. Namun penuh harap luar biasa. Sampai aku lupa bertanya siapa wanita yang beruntung itu. “Mmm..Tapi gue nggak berani!” Tukas Ega melemah. “Lo payah, masa sih nggak berani? Takut ditolak? Yee cemen lo!” “Iya abis gimana lagi, masalahnyaaa...!” “Mmm... gue tau, masalahnya gue lebih cantik dan menawan kan?” Gurauku menjadi membuatmu tambah salah tingkah, hampir mematung sesaat. “Jelaslah lo lebih cantik!” Singkat kata, membuat hatiku terbang.Hidungku mengembang beberapa centi. “Maksud lo?” Tanyaku penasaran. “Maksud gue, hmm, jujur aja.. bagi gue tetep Ben lebih menarik. Gue jatuh cinta sama Ben.” Bicaramu seperti dijalan tol. Lancar. Tanpa melihat ekspresiku dan tanpa perasaan sedikitpun. “Apa? Ber-ar-ti- lo...” Kali ini pun darahku mengalir cepat. Cemburu. “Vanya, Tungguuuuuuu...!” Kamu berteriak memanggil namaku. Dan tubuhku makin meruncing dari sudut matamu. Menjauh. Aku berlalu dari hadapanmu seketika. Muak. Saat itu saat terakhir aku melihatmu. Sebuah alasan yang tepat untuk membuatku mengambil beasiswa kuliah di Boston, Amerika.Mungkin nanti aku bisa membuang kepingan hatiku yang kamu lukai. Walaupun rindu ini selalu ada bersamaku, Ega...
***
Sepuluh tahun berlalu, Aku pikir kamu telah beku dalam ingatanku, telah mati dalam hatiku, ternyata? tanpa aku ketahui bagaimana caranya mengenyahkan perasaan cinta ini, aku sudah tidak bisa menatapmu, menegurmu apalagi…keberadaanmu nyaris raib dalam pengetahuanku, Vanya kamu dimana? Pernyataanku saat itu melukaimu, padahal aku hanya ingin tahu reaksimu. Kamu tahu, lelaki cuek sepertiku mana mungkin mengatakan cinta? Apalagi dengan wanita yang nyaris sempurna sepertimu. Vanya aku sangat merindukanmu....
(*)
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
TERBALIK: Sebuah mobil APV BA 805 SR terbalik di kawasan Rimbo datar, Padang( 8/9). Diduga kuat kejadian naas itu terjadi gara-gara sopir mengantuk saat berkendara. Tidak ada korban jiwa dari kejadian yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB tersebut, tiga orang selengkapnya.... |
|
|
|
|
|