|
|
|
| |
KabarIndonesia - Adalah sesuatu yang sangat logis untuk menilai bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sedang gagap menyikapi terbukanya pintu kebebasan. Bebas untuk berpendapat, bebas untuk beribadah, dan sederet pohon prima kebebasan yang lain ternyata gagap dipahami masyarakat Indonesia secara selengkapnya....
|
|
BERITA LAINNYA
Cuaca 05 Sep 2010 23:59 WIB
|
|

CERPEN
Tak Mungkin Berubah
Oleh : Arief Kamil | 24-Des-2009, 09:28:38 WIB
|
Bagaimana rasanya memiliki kekasih yang menekuni profesi penyiar radio?, menurutku sama saja, tidak berbeda dengan mereka yang bekerja sebagai guru, Bidan, Karyawan Bank, toko atau pengangguran sekalipun. Tapi memacari penyiar radio sepertinya sedikit membutuhkan kesabaran yang ekstra dan harus kebal dengan yang namanya rasa cemburu.
Sebagai penyiar di salah satu stasiun radio dengan raihan pendengar terbanyak, Sasa memang mendapat tempat dihati pendengarnya. Wajar sih, selain cantik, punya modal suara yang bagus, Sasa juga dikenal dekat dengan pendengar. Apalagi baru – baru ini gadis manis itu juga melebarkan sayapnya sebagai host disalah satu tv swasta lokal. Mungkin atas dasar itulah banyak fans yang tertarik untuk mendekat. Indikasinya bukan saja terjadi pada saat off air, saat line interaktifpun banyak pendengar cowok yang menggoda dan malah sampai meminta nomor telepon segala.
Bukan itu saja, pertanyaan pribadi seperti “ sudah punya Pacar “ atau terang – terangan mengajak ketemuan juga sering terjadi. Malah belakangan ada pengagum rahasia yang setiap saat meneror gadis itu melalui telefon atau SMS. Namun syukurlah kejadian itu tidak berlangsung lama dan diam dengan sendirinya. Hubunganku dengan Sasa sudah berjalan 2 tahu.
Tidak ada masalah yang berarti sebenarnya. Akupun sudah biasa menghadapi fans Sasa yang terkesan nekat dan rada gila. Bagiku hal – hal seperti itu sudah biasa di dunia intertaint yang wajib menghibur siapapun. Saking fasihnya dengan keadaan, rasa cemburupun sudah terasa kebal dan lenyap begitu saja. Aku percaya Sasa tidak mungkin mengkhianati hubungan yang telah lama terbina.
Kemarin pas pulang bareng, Sasa bilang kalau Ia sedang gencar didekati tiga cowok secara bersamaan. Anehnya mereka datang dari anak perusahaan yang sama. Aku hanya tertawa sambil membuang muka karena tidak tega melihat tingkahnya yang konyol.
”Trus gimana dong?“, protes Sasa menyadari sikapku yang terlihat dingin. “Pacarin aja, siapa tau ada yang cocok“. Sedikit keki gadis itu mencubit pinggangku, “ beneran nih…”
Aneh ya.., Adit, Tio dan Rian ternyata punya perasaan yang sama, targetnyapun juga sama”. “Kayanya nggak aneh, berarti mereka tau siapa cewek yang tepat untuk dijadiin pacar “, jawabku singkat. “Terus aku harus ngapain dong?“, mimik Sasa yang mirip orang linglung. "Bilang saja kalau kamu sudah punya cowok, itu saja kok repot?” “Mereka sepertinya nggak mau tau, buktinya sudah ngomong gitu tetap aja nggak ngaruh, malahan Adit selalu ngajak pulang bareng. Ditolak mulu kayanya nggak enak juga“.
Tidak bisa kupungkiri sejak kehadiran Adit, rasa was–was yang tidak pernah ada sebelumnya tiba–tiba hadir tanpa pernah diundang. Usahanya yang gencar mendekati Sasa merupakan ancaman serius yang tidak bisa kudiamkan begitu saja. Bermodal tampang yang agak lumayan, kameramen andalan dan juga tercatat sebagai salah seorang karyawan di perusahaan BUMN terkemuka, dijadikan modal baginya untuk merampas Sasa dari tanganku. Dibanding Jo dan Tio, Adit sepertinya masih ada peluang untuk mempengaruhi Sasa. Bukannya tidak percaya dengan cintanya Sasa tapi, yang namanya cewek bisa saja tergoda dan aku tidak menutup kemungkinan untuk itu. ***
Sepertinya rasa was–was selama ini sedikit menemukan titik terang. Kian hari usaha Adit mendekati Sasa semakin gencar saja. Seperti sore kemarin misalnya, cowok itu berhasil meluluhkan hati Sasa dan sukses mengantarnya pulang. Salahnya sasa tidak memberiku kabar kalu Ia diantar Adit. Ujung – ujungnya aku yang kadung sampai di studio harus berbalik arah dan menyesali usaha yang berbuah sia- sia.
Semenjak kejadian itu sikap Sasa sedikit berubah. Banyak alasan yang kudapati disaat mengajaknya pulang bareng pas siaran malam. Ada saja jawabannya, menyusun list lagu-lah, mengisi suara untuk iklan-lah, intinya Sasa berusaha menolak setiap tawaran diriku. Setiap ditelpon jawabnya selalu sumbang, SMS – pun kadang jarang dibalas.
“Besok siaran sore kan?, pulang bareng yuk..”, tawarku saat apel malam Minggu kerumahnya. “Duh…lagi banyak tugas, bikin list buat seminggu. Palingan pulangnya habis magrib" ”Ya sudah, habis magrib saja aku jemput “ “Nggak usah, takut ngerepotin “, ujar Sasa seperti menghindar. “Kok gitu?, jam segitukan angkot susah?“ “Iya sih, tapikan masih ada ojek“. Aku hanya bisa pasrah dengan jawaban yang tidak mengenakan darinya. Entah kenapa perubahan itu begitu cepat terjadi. Sasa yang dulunya perhatian dan hangat tiba – tiba saja berubah 180 derajat. Apa yang salah?. ***
Sore ini tidak sengaja aku lewat di depan studio, tidak ada rencana sama sekali. Sepertinya ada yang menggerakkan hatiku untuk merubah jalur pulang dari jalan biasanya. Maklum kalau tidak menjemput Sasa aku lebih memilih jalan lain yang jauh lebih longgar dari kemacetan.
Tepat didepan radio mataku menangkap sesosok makhluk yang begitu ku kenal. Ia terlibat perbincangan serius dengan seorang cowok. Tidak begitu lama merekapun berangkat dengan sebuah sepeda motor. Hatiku berdesir hebat menyadari apa yang baru saja terjadi dihadapanku. Rasa takut serta merta mendera, irama rasa cemburu terbentang jelas tatkala kusaksikan kemesraan diantara mereka yang merobek hati. Apa ini balasan dari kesetianku selama ini?, inikah akhir dari cerita cinta yang kujaga.
Dengan sisa hati yang mulai remuk aku lantas meninggalkan mereka yang larut dalam drama cinta yang membuatku lirih. Tidak kusangka Sasa begitu mudah menggadai cintanya. Mungkin sudah saatnya juga Ia mencari cinta yang lain dan melupakan cintaku yang menurutnya telah usang. Namun bagiku cinta ini tidak pernah berubah, tidak mungkin dan takkan pernah. Untuknya mungkin sebaliknya. Biarlah, Aku iklas melepasnya. * Padang, 24 Desember 2009
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Letusan kali ini adalah letusan susulan terkuat yang terjadi kemarin pagi (3/9/2010) sekitar pukul 04.40 sampai 04.50 WIB dan merupakan letusan terkuat sejak 29 Agustus lalu.
Gunung Sinabung meletus sekitar pukul pukul 04.38 WIB hingga 04.51 WIB. Gunung tersebut menyemburkan asap selengkapnya.... |
|
|
|
|
|