|
|
|
| |
KabarIndonesia - Peristiwa kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah di seluruh Indonesia terus berlangsung dan terulang kembali. Terakhir, kekerasan menimpa jemaat Ahmadi di Manislor, Kuningan, Jawa Barat. Sikap keras para penolak Ahmadiyah diwarnai dengan tindak kekerasan fisik yang cenderung melanggar hukum, hak selengkapnya....
|
|
|

CERPEN
Tuesday
Oleh : Arief Kamil | 19-Des-2009, 22:29:55 WIB
|
"Telat lagi…, belum sempat kubuka helm, tiba–tiba Mia menodongku dengan sebuah pertanyaan. Sebenarnya tidak merupakan sebuah masalah, karena ku tau gadis itu pasti keriput menunggu kedatanganku yang telat satu jam dari janji semula. " Percuma, Dika-nya keburu pergi " " Loh, kok nggak ditahan dulu sih? "Tahan?" emangnya gue Polisi?. Kaya nggak tau aja, artis sekaliber Dika pasti jadwalnya padat. Emangnya lo? ngaret. Janji jam dua lo nongol jam tiga". "Ya..itu bukan kemauan gue, namanya juga accident gue kudu ngapain coba?" " Pasti ban motor lo bocor lagi? " tebak Mia diiringi anggukan kepalaku isyarat rasa kecewa. "Ya sudah, iklasin aja, siapa tau besok–besok ada kesempatan ketemu artis lagi " "Duh...hari ini gue sial banget. Sudahlah mau berangkat motor ngadat, eh baru jalan setengah kilo giliran ban yang bocor. Ujung–ujungnya gue batal ketemu Dika deh. Sia...l " " Eh... nggak hari kali yang sial, lo-nya aja yang lagi apes. Gue sih fun–fun aja" "Terserah..." "Tuh...kan marah, ntar gue konfirmasi Dika lagi, biar bisa ketemu lo " " Nah itu yang gue tunggu " " Mau...nya... " Entah sebuah kebetulan atau mungkin sudah menjadi kebiasan, setiap hari Selasa selalu saja kulalui dengan kesialan. Mulai dari helm kesayanganku yang hilang di parkiran, diserempet oplet, ujian Kimia yang Cuma dapat 0,5, semua terjadi di hari Selasa. Itu sih belum seberapa, di hari yang sama Mio yang merupakan kucing kesayanganku digilas tukang ojek, trus diputusin Dodi juga terjadi di hari Selasa. Pokoknya mulai sekarang I don't like Tuesday banget deh.
Pagi ini merupakan pagi sangat menyebalkan. Bagaimana tidak, hape kesayangan yang disimpan di dalam tas, terus tasnya disimpan lagi di dalam locker, eh nggak taunya barang– barang di dalamnya masih sempat hilang. Lumayan kalo Cuma dompet, flash disc dan jepitan rambut, tapi kalo hape kesayanganku diembat juga kan keterlaluan tuh. Mana kreditannya belum lunas lagi. "Lo yakin hapenya kebawa? Ketinggalan di rumah kali. " " Yakin, tadi di kelas masih sempat SMS-an kok" "Tuh..kan, tadi bilang nggak ada pulsa, tapi masih sempat SMS. Lo telfon aja gih, nih…", tawar Mia sambil memberikan ponselnya. " Nggak aktif " " Lo coba lagi, dan kalo nggak bisa juga berarti memang udah ke laut " " Nggak mau, gimana nih ? " " Ya gue nggak tau, lagian kasus kaya gini udah nggak asing kali" "Sekarang hari apa sih?", ujarku yang tidak tau lagi harus berbuat apa. "Ye… baru hape yang hilang udah linglung gitu, gimana kalo yang lain. Sekarang hari Selasa Non, bentar lagikan jamnya Bu Siska" "Tuh..kan, gue bilang apa. Hari Selasa emang bikin sial. Kayanya gue benar–benar sudah dikutuk ni hari deh" "Ngomong apaan sih? Dikutuk? Emangnya Malin Kundang. Uda..ah, jangan parno gitu, mending coba lagi siapa tau tadi nggak dapet sinyal", tutup Mia sambil mencerna ucapanku. "Selamat ya ", tidak ada panas apalagi hujan, tiba – tiba Mia menghampiriku sambil menunjukkan hapenya. "Selamat apaan? " "Baca aja sendiri, Dika ada waktu tuh ketemu kamu" "Ini serius, kapan?" " Selasa depan", jawab Mia singkat." Nggak salah?" Apa harus hari itu?" " Kenapa? Lo takut ketiban sial lagi?" "Ye..lo kan tau. Sepertinya pertemuan itu batal lagi" "Duh...Wili sayang, udah berapa kali gue bilang sih? Nggak ada yang namanya hari sial. Selasa sama aja dengan Rabu, Kamis, Jumat dan yang lain. Percaya deh nggak ada istilah hari sial dan lo nggak dikutuk kok." "Lo sih nggak ngerasain." "Nggak ngerasain gimana? Semua orang juga berada di hari yang sama. Lo aja yang sensi, itu makanya kalo ngapa– ngapain baca do'a dulu biar nggak sial. "Be–te–we , Dika ngasih tau ketemuan dimana ?" "Lo ditunggu di kafe biru jam tujuh malam", terang Mia yang sudah siap–siap untuk pulang. Meski penampilanku sedikit berbeda dari biasanya, tapi nggak apa–apalah namanya juga usaha, siapa tau bisa nyangkut di hati Dika, bisa jalan trus jadian. Lumayankan? Paling nggak bisa bikin ngiri Mia dan anak–anak yang lain. Siapa juga yang berani nolak cowok cakep, baik, artis lagi. Pokoknya Dika idaman wanita banget. Lagi asyik–asiknya menunggu, nggak taunya hape baruku berdering. "Sory bgt Wil. Dika-nya nggak bsa dtg. Katanya sih lagi shooting di luar kota. Sorry ya..". " Tuh…kan…?"
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|