|
|
|
| |
KabarIndonesia - Adalah sesuatu yang sangat logis untuk menilai bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sedang gagap menyikapi terbukanya pintu kebebasan. Bebas untuk berpendapat, bebas untuk beribadah, dan sederet pohon prima kebebasan yang lain ternyata gagap dipahami masyarakat Indonesia secara selengkapnya....
|
|
|

PUISI
Cahaya Peradaban
Oleh : Sukron Abdilah | 28-Des-2007, 02:29:05 WIB
|
Sang surya di ufuk sebelah Timur pancarkan berjuta cahaya peradaban.
Kutinggalkan kursi malas yang teronggok di depan teras rumah, hendak kusongsong cahaya itu biar dunia bergemuruh menepuk-nepukkan telapak tangan.
Kubangkitkan tubuh ini dan kuayuhkan kedua kaki; pergi tinggalkan anak-istri dan kembali lagi nanti sore hari kala matahari tenggelam di sebelah Barat.
oh...Tuhan sang pencipta Surya, cahaya-Mu hunjamkan daya hidup ke peluh keringat dingin mendobraki sumpah serapah kemalasan yang dari dulu, semenjak orde baru menempeli ulu hati.
Cangkul di belakang rumah di samping kandang kambing aku dudukkan di pundak pengharapan.
Cahaya pagi hari cipratkan bintik-bintik hormon semangat hidup, hari esok pasti aku beroleh seberkah kesejahteraan; kendati diperolehnya hanya sekejap hari yang terus lahirkan kebimbangan.
Hari -- sebagai kumpulan waktu -- menjadi semacam penantian panjang kala perut anak dan istriku terus bernyanyi riang.
oh...Tuhan sang pencipta hari, guliran waktu-Mu itu telah perdayai aku yang lemah, para pengharap hari esok terserah kepada kemurahan-Mu dan itu aku rasakan semenjak cahaya peradaban dibantai keserakahan-keserakahan saudara sepermanusiaan. Namun, aku yakin bahwa asma-Mu akan pancarkan cahaya peradaban...! -- 02 November 2007
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Letusan kali ini adalah letusan susulan terkuat yang terjadi kemarin pagi (3/9/2010) sekitar pukul 04.40 sampai 04.50 WIB dan merupakan letusan terkuat sejak 29 Agustus lalu.
Gunung Sinabung meletus sekitar pukul pukul 04.38 WIB hingga 04.51 WIB. Gunung tersebut menyemburkan asap selengkapnya.... |
|
|
|
|
|