KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Olah RagaIndonesia Tahan Imbang Tuan Rumah Vietnam oleh : Badiyo
23-Nov-2014, 11:24 WIB


 
 
Indonesia Tahan Imbang Tuan Rumah Vietnam
KabarIndonesia – Timnas Indonesia menahan tuan rumah Vietnam 2-2 pada laga peerdana Piala AFF 2014 di May Dinh Stadium, Hanoi Vietnam, Sabtu (22/11) malam.

Tuan rumah Vietnam langsung menekan Indonesia sejak awal pertandingan. Pertahanan Indonesia terus dibombardir para penyerang
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Beruntungnya Aku Memilkimu 24 Nov 2014 05:19 WIB

Rambut Indah Tidaklah Mahal 23 Nov 2014 14:56 WIB

 
 
ROHANI

"Yesus" Siapakah Dia?
Oleh : Yoseph Tugio Taher | 03-Jan-2007, 21:40:50 WIB

Dunia baru saja selesai merayakan Natal atau Christmas yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus.  Umat manusia, baik yang mengaku Kristian ataupun yang bukan, telah berlomba-lomba dalam menunjukkan respek dan penghargaan terhadap manusia yang lahir lebih dari 2000 tahun yang lalu ini. 

Ketokohan Yesus melebihi ketokohan Nabi Nuh yang selamat dari Air bah dan menjadi nenek moyang semua orang yang hidup sekarang (Kitab Kejadian 7:21.22; 9:18,19); melebihi ketokohan  Nebukadnezar, penguasa dunia zaman dahulu yang membangun kota yang megah yang dia sebut Babilon yang Agung yang berlokasi diantara sungai Euprat dan Tigris (Irak sekarang); melebihi ketokohan  Alexander Yang Agung ataupun Julius Caesar penguasa Yunani dan Roma yang tersohor.

Ketokohan dan minat serta pemujaan terhadap Yesus makin hari makin bertambah tinggi dan meluas.  Segolongan manusia,  bukan saja menganggap Yesus sebagai manusia atau  sebagai anak Allah yang diutus ke bumi, bahkan menganggap Yesus sendiri adalah Tuhan. Lebih jauh lagi, mereka menganggap bahwa Yesus sebagai Allah sendiri yang  turun kebumi menjadi manusia  untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa ! Begitu tinggi dan agungnya kultus umat manusia terhadap Yesus, di samping ada juga umat yang menganggap bahwa Yesus itu tidak pernah ada ! Mereka anggap bahwa kisah Yesus  hanyalah suatu mitos, dan khayalan.

Akan tetapi, dewasa ini sangat sedikit sekali orang yang menyangkal atau tidak percaya bahwa Yesus memang pernah hidup. Malahan, kebanyakan orang langsung mengakui bahwa Yesus adalah tokoh yang benar-benar ada dan sangat penting. Kepala berita sebuah tajuk rencana di Wall Street Journal edisi Desember 2002 menyatakan: "Sains tidak dapat mengabaikan Yesus". Penulisnya  menyimpulkan, "Sebagian besar pakar, kecuali segelintir yang atheis, telah menerima Yesus dari Nazareth sebagai seorang tokoh sejarah"  Majalah Time melaporkan: " Perlu penalaran yang berbelit-belit untuk menyangkal bahwa satu-satunya figur yang paling berpengaruh-bukan hanya selama dua millennium ini tetapi sepanjang sejarah manusia-adalah Yesus dari Nazareth" "Argumennya kuat bahwa kehidupan orang lain sama sekali tidak ada yang pengaruhnya sebegitu besar dan langgeng seperti kehidupan Yesus", majalah Time menambahkan.

Karenanya, tidak ada salahnya kalau kita bertanya: Siapakah sebenarnya Yesus ? Darimana asalnya ? Apa tujuan dia kebumi ? Apakah memang benar seperti yang sebagian orang menganggap bahwa dia itu Tuhan ? Atau, apakah "dia adalah Allah sendiri yang menjadi manusia dan turun kebumi untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa ?"Untuk menjawab ini, kita tidak perlu mencari-cari dokrtin atau anggapan-anggapan ataupun pikiran-pikiran ataupun cerita turun temurun umat manusia mengenai siapa sebenarnya Yesus.  

Untuk mencari jawabannya, mari kita selidiki dari Alkitab, yang adalah kumpulan Tulisan Kudus yang diilhamkan Allah, yang menjadi pegangan dan hukum umat Kristen, yang menceritakan dan membukakan  tentang hal ini, sebab tertulis: " Segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah, dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara, untuk mendisiplin dalam keadilbenaran" (2 Timotius 3:16, NWT). Berdasarkan hal itu, marilah kita lihat dan coba memeriksa dan "meluruskan perkara-perkara" ini.

Tertulis dalam Alkitab, bahwa Allah Yang Maha Esa adalah Pribadi yang hidup "dari waktu yang tidak tertentu sampai waktu yang tidak tertentu " (Mazmur 90:2; Yesaya 44:6). Orang Islam mengatakan "tiada berawal dan tiada berakhir" (bandingkan dengan Yesaya 44:6). Allah adalah sendirian dan mempunyai kekuatan yang maha besar, yaitu tenaga aktif atau active-force yang disebut holy-spirit atau roh suci. (Kisah 2:2,3,33;Yoh. 14:17), yang digunakan Allah untuk menciptakan segala sesuatu, baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan (Kejadian 1:2; Yezekil 11:15). Tak ketinggalan juga mengilhami para penulis alkitab seperti yang tersebut dalam  2 Timotius 3:16 diatas. 

Karena Allah  yang adalah Pribadi Roh dan hanya sendirian, menurut Alkitab, dengan tenaga aktifnya, dengan roh sucinya, Allah  menciptakan suatu pribadi roh lainnya. Pribadi Roh yang diciptakan Allah  ini adalah merupakan "permulaan dari segala ciptaan Allah" (Wahyu 3:14; Kolose 1:15-17). Ini berarti, sebelum para malaikat diciptakan, sebelum alam semesta diciptakan, sebelum manusia diciptakan, Pribadi Roh inilah yang mula-mula diciptakan oleh Allah.  Pribadi Roh ciptaan Allah ini, kendatipun diciptakan Allah seperti Dia, yaitu sama-sama sebagai pribadi roh, namun kedudukannya  tidak setingkat dengan Allah, lebih rendah daripada Allah, karena dia adalah hasil ciptaan ! (menurut logika, ciptaan adalah lebih rendah dari penciptanya, bukan ?)

Pribadi Roh yang pertama diciptakan Allah ini disebut sebagai "anak sulung Allah"  (Amsal 8:30) yang kemudian digunakan oleh Allah sebagai "pekerja ahli" ( Amsal 8:30. Terjemahan Baru) untuk menciptakan segala-galanya, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan , disurga dan dibumi. Bahkan, dalam menciptakan manusia dari tanah di bumi, Allah bekerja bersama-sama dengan "anak sulung Allah"  yang menjadi "pekerja ahli" ini.  Bersama-sama menciptakan manusia dari tanah. Itu sebabnya kita  baca dalam Kitab Kejadian 1:26  : "Dan Tuhan berkata (atau berfirman): "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,......." (Kejadian 1:26 Jerusalem Bible/Alkitab Katolik).

Nah, kata Kita dalam kalimat itu adalah plural/jamak, bukan tunggal/singular. Ini menunjukkan bahwa ada 2 (dua) pribadi roh yang sedang berkata-kata dalam proses penciptaan manusia itu.    Pribadi Roh, yang adalah "anak sulung Allah", yang adalah  "pekerja ahli" ini , juga merupakan "Juru Bicara Allah", dalam menghadapi jutaan penghuni surga lainnya yaitu para malaekat yang juga disebut anak-anak Allah (Ayub 38:7) .  Karenanya, Pribadi Roh ini disebut juga "the words" atau "Firman" yang berarti juga Juru Bicara. Jadi tidak heran kalau kita baca dalam Yohanes 1:1,  "Pada mulanya firman itu ada, dan firman itu bersama Allah. Dan firman itu adalah suatu allah -The New World of the Holy Scriptures. (Alkitab Katolik menulis: "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah......") (Mohon diperhatikan: jika seseorang atau sesuatu BERSAMA atau BERSAMA-SAMA dengan  seseorang atau sesuatu yang lain, sudah pasti dia tidak sendirian bukan ?)

Jadi, kita dapat menyimpulkan:  Ada SATU Allah Yang MAHA ESA , dengan  kekuatan dan tenaga aktif (roh suci) yang maha besar (Maha Kuasa), dan ada SATU Pribadi Roh yang langsung dan pertama diciptakan oleh Allah sendiri, yang disebut "anak sulung", atau "pekerja ahli" atau "firman" Allah.Allah bersama  "anak sulungnya", bersama-sama menciptakan pasangan  manusia sempurna Adam dan Hawa menurut "RUPA dan GAMBAR" Allah dan Putranya (dengan ucapan kata: "menurut gambar dan rupa KITA"-Kejadian 1:26). Dengan ayat-ayat dan penjelasan diatas akan menjadi gamblang bahwa BAPA dan ANAK adalah dua Pribadi Roh.Adam dan Hawa diciptakan sempurna karenanya, mempunyai anugerah untuk hidup kekal di taman firdaus yang diciptakan Allah, dan mempunyai kemampuan untuk menentukan sesuatu yang baik dan buruk. Dan Allah memberikan kebebasan untuk Adam memakan segala macam buah-buahan di dalam taman, kecuali buah di pohon yang berada di tengah taman. Mengenai memakan buah di tengah taman ini,  Allah mengatakan bahwa : "pada hari engkau memakannya, engkau pasti mati !". Nah Adam yang sempurna, mempunyai kebebasan untuk memilih ! Mendengar kata dan perintah Allah ataukah mengengkarinya ? Mematuhi akan perintah dan larangan Allah, berarti hidup sempurna dan kekal di dalam taman firdaus yang disediakan , atau memilih kematian seperti yang diucapkan Allah "pada hari engkau memakannya, engkau pasti mati !"  Adam yang sempurna, mempunyai kebebasan untuk memilih !Kiranya Adam menyalah gunakan kebebasannya dengan mendengar dan mengikuti bujukan  suatu pribadi roh, malaikat surga yang jahat, penuh ambisi dan kedengkian, yang kemudian disebut Iblis dan Setan, yang berhasil membujuk Hawa,  dan memutar balikkan kata-kata Allah, dengan mengatakan  " engkau pasti tidak akan mati, namun pada saat engkau memakan buah itu, matamu akan terbuka dan engkau akan menjadi seperti Allah".(Kitab Kejadian 3:4,5). Dengan keinginan dan ambisi di dalam hati untuk menjadi seperti Allah inilah, akhirnya Adam dan Hawa melanggar perintah dan jatuh kedalam dosa ! Adam merintis perseteruannya dengan Allah. Adam kehilangan dan putus hubungan sebagai putra Allah dan harus menanggung konsekwensinya.   Mereka-Adam dan Hawa- mendapat hukuman dan diusir dari taman firdaus dan hilang kesempurnaannya, menjadi tua dan akhirnya mati, kembali menjadi tanah karena dari tanah mereka diambil. "Karena engkau debu dan engkau akan kembali ke debu" sabda Allah. (Silakan baca Kitab Kejadian 2:15-17; 3:17-19)

Sebelum mati Adam dan Hawa mempunyai  anak-anak, hingga keturunan mereka, yang dilahirkan dalam keadaan Adam berdosa, mewarisi dosa bapanya. ( Roman 5:12; 6:23). Mereka mati dan kembali menjadi tanah, karena dari tanah mereka dijadikan (Kejadian 3:19), begitupun segenap keturunannya. Mereka  putus hubungan dengan sang pencipta. Allah tidak menghukum anak-anak Adam karena dosa Adam.  Adam dan Hawa yang mewariskannya, karena mereka punya anak dalam keadaan berdosa. "Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang [Adam] dan kematian, melalui dosa, demikianlah kematian menyebar kepada semua orang karena mereka semua telah berbuat dosa" (Roma 5:12). Sungguh sangat menyedihkan, kita semua mewarisi dosa dari bapak leluhur kita Adam beserta konsekwensinya yang parah, yaitu penuaan dan kematian. (Ayub 14:4; Roma 3:23). Dengan dosa Adam, dengan kelahiran anak-anaknya, penduduk bumi menjadi terpecah dua. Golongan yang tetap ingin mengakui dan tuduk kepada Allah yang maha esa sebagai pencipta yang berdaulat dan pemelihara umat manusia,  yang diwakili oleh Habil, dan golongan yang engkar dan menantang kedaulatan Allah yang diwakili oleh Kain, yang kemudian membunuh saudaranya Habil.  Namun, kedua golongan ini, baik golongan Habil maupun golongan Kain, adalah tetap saja keturunan Adam dan tetap mewarisi dosa Adam. (Roma 5:12).

Dengan kejadian keengkaran Adam ini, apakah maksud Tuhan menciptakan manusia yang akan menaklukkan bumi dan memperluas taman firdaus di bumi (Kejadian 1:28-31) menjadi terhenti ? Sudah pasti Tidak ! Ibarat seorang peternak, yang mempunyai seekor domba yang baik dan sempurna, bercita-cita agar dombanya ini beranak-cucu dan menjadi banyak, tetapi, karena keengkaran, si domba mati dilanggar mobil, misalnya, apakah si peternak berhenti dengan cita-citanya ? Tentu tidak,  bukan ? Si peternak akan  mencari domba lain yang baik dan sempurna guna melanjutkan cita-citanya. Begitu juga  Allah Sang Pencipta !

Allah mencari "seseorang", yang setara dan bisa menjadi pengganti Adam yang telah membawa umat manusia ke dalam dosa dan kematian.  "Seorang" yang akan menjadi Bapak yang sempurna bagi umat manusia dan menjadi penebus kesalahan dan dosa yang telah dilakukan oleh [Bapak leluhur] Adam.  Dan pengganti Adam atau "penebus" ini haruslah "seseorang" yang bersih tanpa dosa. Ini sudah pasti tidak mungkin diperoleh dari kalangan umat manusia, karena semua manusia adalah keturunan Adam dan telah jatuh kedalam dosa.

Karenanya, Allah yang maha Kuasa, mengutus Pribadi Roh, "yang pertama dari segala ciptaan Allah, anak sulungNya, master worker/pekerja ahliNya, juru bicaraNya (Firman)" untuk menjadi "ANAK MANUSIA"  (seperti Adam sebelum berdosa) dan harus mati untuk menebus umat manusia yang berdosa karena Adam, agar manusia bisa hidup kekal di bumi tanpa berkematian , dan kembali mempunyai hubungan baik dengan Allah, sesuai dengan rencana semula Allah Yang Maha Esa dan Kuasa.

Dengan tenaga aktifNya (Roh suci/Roh Kudus), secara mukjizat, Allah memindahkan  kehidupan pribadi roh Anak SulungNya, Master WorkerNya, Juru Bicara (Firman)Nya ini kedalam rahim perawan Maria, hingga dia mengandung dan akan melahirkan seorang bayi lelaki yang harus diberi nama Yesus (Matius 1:18-21). Dan "Firman itu menjadi manusia, dan diam diantara kita" demikian kesaksian rasul Yohanes   (Yohanes 1:1,2,14,18; Penyingkapan /Wahyu 3:14)  Jadi, sebelum hidup sebagai  ANAK MANUSIA, sebelum menjadi Yesus, pribadi roh ini jauh sebelumnya telah hidup bersama Allah di Surga. Dan "anak manusia" Yesus ini sesungguhnya setara dengan manusia pertama Adam , namun tidak setara dengan Allah,  yaitu : sama-sama diciptakan oleh Allah, tidak mempunyai ayah manusia dan tidak berdosa . Jadi Yesus ini bisa juga dikatakan sebagai Adam yang ke-2. Selama 2000 tahun ini, banyak perhatian dipusatkan pada kelahiran Yesus. Menurut dokter abad pertama yang juga penulis Injil terilham, Lukas, seorang malaikat memberitahukan perawan muda Maria, "Lihat ! Engkau akan mengandung dalam rahimmu dan melahirkan seorang anak lelaki dan engkau harus menamai dia Yesus" Selanjutnya sang malaikat mengatakan: "Ia akan menjadi besar dan akan disebut Putra dari Yang Maha Tinggi. Ia akan berkuasa sebagai raja, dan kerajaannya tidak akan berakhir. (Lukas 1: 31-33)Biasanya, pada saat-saat yang disebut "Natal", setiap tahun, Yesus digambarkan sebagai bayi dalam palungan, dikelilingi dengan anak-anak domba, kambing dan unta, disamping ibunynya Maria dan Yusuf dan para gembala. Memang benar, dalam suatu waktu yang singkat, ia adalah seorang bayi yang tidak berdaya (Lukas 2:15-20). Tetapi, beginikah ia khususnya dan seharusnya diingat oleh para umat yang, mengaku pengikutnya ? Apakah dengan cara  yang dilakukan seperti ini, menunjukkan respek dan hormat kepada seorang Raja, Juru Selamat dan Penebus umat manusia ?

Mengapa Yesus dilahirkan sebagai manusia ? "Apakah Yesus Putra Allah adalah Messias yang dijanjikan dalam Alkitab Ibrani ?  tanya Encarta Yearbook tahun 1996. "Ataukah ia hanya seorang manusia, mungkin manusia luar biasa, tetapi, tetap saja seorang manusia?"  Pertanyaan seperti ini patut dipikirkan dengan serius. Mengapa ? Karena kehidupan dan kebahagiaan kita sendiri bergantung pada bagaimana kita memandang Yesus dan sikap kita terhadapnya. "Dia yang memperlihatkan iman akan Putra memiliki kehidupan abadi" kata Alkitab, tetapi "dia yang tidak taat kepada Putra tidak akan melihat kehidupan" (Yohanes 3:36).

Setelah menguraikan kegiatan Yesus di bait Yerusalem kala ia berusia 12 tahun, Alkitab mengatakan bahwa ia pulang bersama Maria dan suaminya Yusuf, dan "[Yesus] terus tunduk kepada mereka" (Lukas 2:51,52). Namun, setelah Yesus dewasa, nyatalah bahwa ia bukan seorang manusia biasa.  Disaat pembaptisannya di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis, ia melihat langit terbuka dan suara Allah dari Surga berkata : "Inilah Putraku, yang kukasihi, kepadanyalah aku berkenan!" (Matius 3:17)Selanjutnya, Yesus dalam masa hidupnya melaksanakan tugasnya sebagai pelayan dalam membawa umat manusia yang berdosa, untuk  kembali kepada Allah. Tanpa merasa lelah, dari rumah kerumah, dari desa kedesa, dari kota ke kota dia memberitakan Kerajaan Allah, memberikan kotbah, pengobatan dan kasih sayang untuk membawa umat manusia betobat kepada Allah dan memperbaiki hubungan dengan Allah, yang telah dirusak binasakan oleh pengengkaran Adam. Untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, Yesus sendiri mengajar umatnya bedoa: "Bapa kami yang ada di Surga........ dikuduskanlah namaMu....... Datanglah kerajaanMu........jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga......" (Matius 6:9, Jerusalem Bible/Akitab Katolik). Sebagai sesorang yang bernalar, kita tentu bisa memikirkan dan mencoba mencari jawaban atas ajaran Yesus itu.  Siapa nama Bapa yang mesti dikuduskan itu ? Apa arti dan gunanya, kerajaanNya datang, kalau semua yang mengaku Kristen bakal "masuk sorga" ? Apa makna dengan kata-kata kehendaknya terjadi dibumi seperti di sorga ? Semua ini akan diperoleh jawabannya, andai kita tekun mempelajari Alkitab, karena Yesus sendiri mengatakan: "Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus" (Yohanes 17:3). Yesus telah diutus oleh Allah ke bumi untuk kita ! Karenanya, ikutilah Yesus ! Dialah jalan, kebenaran dan kehidupan ! (Yohanes 14:6).

Penulis adalah siswa Alkitab di Australia.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Crowne Plaza Semarangoleh : Kabarindonesia
20-Nov-2014, 19:12 WIB


 
  Crowne Plaza Semarang Crowne Plaza adalah sebuah hotel Internasional terbaru di Semarang. Hotel ini merupakan bagian dari Grup Hotel InterContinental, sebuah hotel baru yang dinamik dan terdapat di hampir 60 Negara di dunia.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sisi Negatif Aksi Unjuk Rasa 21 Nov 2014 11:06 WIB

Kreatif dalam Keterbatasan 20 Nov 2014 19:23 WIB

 

 

 
Naikkan UMK Bandung 30% 23 Nov 2014 10:41 WIB


 

 
Thailand Permalukan Singapura 2-1 24 Nov 2014 11:17 WIB

Jadwal Piala AFF 2014 22 Nov 2014 12:04 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB


 
Tradisi Henna pada Pengantin 23 Nov 2014 14:58 WIB

 

 
Alzheimer, Tua Muda Berisiko 23 Nov 2014 12:01 WIB

DNA Bisa Diedit? 18 Nov 2014 19:11 WIB

 
Drone Konservasi Pemkab Katingan 17 Nov 2014 14:59 WIB

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia