KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter Bulan September 2014 Kategori Berita Artikel oleh : Redaksi-kabarindonesia
20-Sep-2014, 05:40 WIB


 
 
Top Reporter Bulan September 2014 Kategori Berita Artikel
KabarIndonesia - Pada bulan September 2014, Redaksi KabarIndonesia telah memilih Sdr. Agus Suriadi sebagai Top Reporter untuk kategori berita artikel.

Segenap Dewan Redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) mengucapkan selamat atas prestasinya dan terima kasih atas kontribusinya selama ini. Semoga terus bersemangat berkarya
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Tagihan itu 20 Sep 2014 05:47 WIB

Mengaduk Rasa 15 Sep 2014 10:45 WIB

 
Sumut Gelar Festival Budaya 03 Sep 2014 12:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 

 

Lailatul Qodar dan Nuzulul Qur'an

 
ROHANI

Lailatul Qodar dan Nuzulul Qur'an
Oleh : Bahron Anshori | 27-Sep-2007, 12:10:07 WIB

KabarIndonesiaLailatul Qodar adalah salah satu keutamaan dalam bulan Ramadhan. Secara etimologis (harfiyah), Lailatul Qadar terdiri dari dua kata, yakni lail atau lailah yang berarti "malam hari" dan qadar yang bermakna "ukuran" atau "ketetapan". Secara terminologis (maknawi), Lailatul Qodar dapat dimaknai sebagai "malam yang agung" atau "malam yang mulia".            

Ada juga yang mengatakan bahwa Lailatul Qodar adalah malam penetapan Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi perjalanan hidup manusia. Diturunkannya Al Qur'an pada malam itu juga dipahami sebagai penetapan jalan hidup manusia yang harus dilalui dengan panduan Kitab Mulia tersebut.            

Lailatul Qodar tidak dapat dipisahkan dengan Nuzulul Qur'an (turunnya Al-Qur'an), karena pada malam itu pula Kitab Mulia ini Allah turunkan sebagai petunjuk bagi manusia. "Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Qur'an) pada malam kemulian (Lailatul Qadr)". (QS. Al-Qodar: 1) Pada ayat lain, Allah berfirman: "Bulan Ramadhan adalah bulan dimana di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil)..." (QS. Al-Baqarah: 185)

Lailatul Qodar

Para ulama berbeda pendapat tentang kapan persis terjadinya Lailatul Qodar karena beragamnya informasi hadis Rasulullah serta pemahaman para sahabat. Ada yang berpendapat Lailatul Qodar terjadi pada malam ke-27 Ramadhan (HR. Iman Ahmad, Thabrani, dan Baihaqi), ada yang menyebutkan malam 17 Ramadhan, malam Nuzulul Quran. Ada pula yang menyatakan, Lailatul Qodar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Carilah Lailatul Qodr pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan" (HR. Bukhari, Muslim, dan Baihaqi).           

Hadis lain menyebutkan malam penuh keberkahan itu terjadi pada malam tanggal 21 atau tanggal 23 Ramadhan. Ada juga hadis yang menyebutkan Lailatul Qodar bisa dicari pada tujuh malam terakhir (HR Bukhari dan Muslim).            

Begitu beragamnya pendapat tentang terjadinya lailatul qadar. Tapi yang utama bagaimana kita mempersiapkan diri untuk mengapai kebaikan-kebaikan yang terdapat pada malam tersebut. Meriwayatkan Ali radliallahu anhu, Rasulullah bersabda, "Dapatkanlah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, seandainya kalian kehilangan hari-hari sebelumnya maka jangan sampai kalian melewatkan malam-malam terakhir bulan tersebut".            

Adapun tentang keutamaan Lailatul Qodar, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan, malam itu lebih utama dari seribu bulan (83 tahun). Pada malam itu, para malaikat turun ke bumi dengan izin-Nya, sehingga sepanjang malam itu tersebar keselamatan bagi penduduk bumi hingga terbit fajar.            

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al Qur'an) pada malam kemulian (Lailatul Qodar)." "Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan". "Malam kemulian itu lebih baik dari seribu bulan". "Pada malam itu turun para malaikat dan ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan". "Malam itu penuh kesejahtraan sampai terbit fajar". (QS. Al-Qodar: 1-5).

Pada malam itu para malaikat termasuk Jibril turun ke bumi. Sebagaimana sabda Rasul yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas, “Pada malam itu para malaikat turun ke bumi untuk menghampiri dan mengucapkan salam kepada hamba-hamba Allah yang sedang beribadah. Pada malam itu, pintu-pintu langit dibuka dan Allah menerima taubat hamba-Nya”.            

Keutamaan Lailatul Qodar tersebut sungguh menggiurkan. Wajar bila kedatangannya begitu didambakan setiap Muslim. Menariknya, Allah dan Rasul-Nya tidak menentukan kapan malam itu tiba, sehingga upaya 'perburuan' Lailatul Qodar —dengan cara I'tikaf— di akhir bulan Ramadhan menjadi fenomena tersendiri di kalangan umat Islam.

Ini pun menjadi pelajaran tersendiri bagi para shoimin (orang yang shaum), untuk senantiasa mengisi hari-hari Ramadhan dengan ibadah dan amalan-amalan soleh lainnya. Ibnu Umar ra. ia berkata, Rasulullah bersabda: "Dapatkanlah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, apabila kalian merasa lemah atau tidak mampu melaluinya maka jangan sampai kalian kehilangan tujuh malam berikutnya".

Nuzulul Qur'an
  

Banyak perbedaan pendapat tentang waktu turunnya Al-Qur'an/Nuzulul Qur'an (Bulan Rabiul Awwal, Rajab dan Ramadhan), Tetapi mayoritas ulama mengatakan Ramadhan adalah bulan terjadinya Nuzulul Qur'an. Namun demikian, bukan peristiwa turunnya Al-Qur'an pertama kali yang kita peringatkan, melainkan keutamaan kandungan Al-Qur'an itu sendiri yang patut kita perhatikan.Pertama kali tidaklah penting, sebab di samping hal itu tidak dicontohkan oleh Rasulullah, para sahabatnya dan para tabi'in, Al-Qur'an diturunkan tidaklah untuk diperingati/dirayakan tetapi untuk memperingatkan kita.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan, "Alif Lam Mim Shaad. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir) dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman" (Al-A'raaf:1-2).Al-Qur'an adalah kitab yang berisi petunjuk dan penjelasan bagi manusia, tidak ada kebatilan di dalamnya, berisi aturan dan undang-undang langit untuk mengatur dan menentramkan dunia. Al-Qur'an berbicara tentang masa lalu, hari ini, juga masa yang akan datang. Berpahala bagi yang membaca dan mempelajarinya serta kitab yang dapat mengantarkan kepada keselamatan di dunia dan di akhirat. Mendapat keutamaan bagi yang mengimani dan mengamalkannya. Itulah kitab suci umat Islam, Kitab Al-Qur'an yang mulia dan terjaga, yang tidak ada keraguan di dalamnya.

"Alif laam miim, Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa" (QS. Al-Baqarah:1-2) Walau dalam perjalanannya, kitab suci Al-Qur'an ataupun Sunnah Muthahharah (Sunah yang suci--hadits nabawi) mendapatkan hujatan dari orang-orang yang mempropagandakan keilmiahan, pembaruan, dan kemerdekaan berpikir. Meragukan keotentikan Al-Qur’an, serta melontarkan dakwaan-dakwaan palsu yang terkadang berhasil memperdaya kaum muslimin. Tetapi upaya mereka hanya sia-sia.

Al-Qur'an dan Sunnah Nabi akan tetap pada kondisi baik, Pikiran dan goresan pena-pena jahil itu tidak mungkin dapat merusak dan mengaburkan kesucian wahyu Allah tersebut, ibarat angin yang menerpa gunung yang menancap kokoh di bumi. Bagaimanapun gencarnya kebatilan menyerangnya, dalam waktu dekat ia akan reda dan tidak akan bertahan lama, kecuali yang tinggal hanya suara kebenaran. Maha Benar Allah yang berfirman:"Sebenarnya Kami melontarkan yang haq kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap..." (QS. Al-Anbiya: 18)

Itulah di antara keistimewaan Al-Qur'anul Karim, akan tetap terjaga karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menjamin pemeliharaannya. Allah sendirilah yang akan menjaga dan memeliharanya, karena Al-Qur'an ia adalah kitab suci terakhir yang Dia turunkan kepada Nabi dan umat terakhir. "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al-hijr: 9) 
  
Ahlul Qur'an

Karena begitu memahami arti dari Ramadhan, bulan Al-Qur'an yang terdapat Lailatul Qodar di dalamnya, dan begitu kuatnya dalam mencintai Al-Qur'an, maka bila Ramadhan tiba Rasulullah, para sahabat, tabi'in dan tabi'ittabi'in mengkhususkan diri untuk membaca Al-Qur'an.

Betapa besar pahala yang dijanjikan Allah bagi Ahlul Qur’an atau orang-orang yang selalu membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur'an. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah...mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi" (QS. Al-faathir: 29)Aisyah ra. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Orang-orang yang membaca Al-Qur'an dan pandai dalam membacanya, ia bersama para malaikat yang mulia. Dan yang membaca Al-Qur'an dengan mengeja--dan ia membacanya dengan sulit--ia mendapatkan dua pahala." (Hadits Muttafaq'alaih dan lafal ini dari Muslim).

Jika pada hari-hari biasa Ahlul Qur’an dipuji dan diberi pahala istimewa, tentu akan lebih besar lagi pahalanya saat dibaca pada bulan Ramadhan, dimana Allah akan melipatgandakan setiap amalan anak adam tujuhpuluh, tujuhratus kali bahkan tak terhitung, karena Allah sendiri lah yang akan membalasnya. Sebab itu, Momen Ramadhan hendaknya menjadikan kita semakin cintai terhadap Al-Qur'an, lebih sering membaca dan belajar memahaminya. Sehingga Ramadhan pada tahun ini bernilai lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Takhtim

Kemuliaan Lailatul Qodar akan merubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik. Para malaikat yang menemui jiwanya malam itu, akan tetap hadir memberikan bimbingan dalam mengarungi samudera kehidupan hingga akhir hayatnya. Dengan hadirnya "semangat kebaikan" Lailatul Qodar, bisikan nafsu dan syetan yang hadir dalam jiwa setiap manusia akan terpinggirkan. Ia takkan mampu menembus dinding tebal bisikan kebaikan itu. Singkatnya, orang yang jiwanya dikendalikan bisikan kebaikan yang fondasinya tertanam pada malam Lailatul Qodar, jiwanya selalu terdorong untuk melakukan kebaikan. Mari siasati malam-malam Ramadhan ini dengan banyak beribadah, membaca al-Qur'an dan beramal shalih, sehingga Lailatul Qodar menghampiri kita. Amin. Wallahu A’lam Bis Showab.

Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (
surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!!
Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Jangan Salah Menuntun Anak di Jalanoleh : Jumari Haryadi
16-Sep-2014, 14:43 WIB


 
  Jangan Salah Menuntun Anak di Jalan Siapa orang yang tak sayang dengan anaknya? Namun ternyata masih ada saja orang yang tak paham cara menjaga anaknya, misalnya ketika sedang membawanya jalan-jalan. Seperti terlihat dalam foto yang di ambil di Jalan Rajawali, Kota Bandung (14/09/2014). Seorang ibu menuntun anaknya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kumpulan Petapa dari Kanekes 19 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia