KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanPeringati Hari Jantung Sedunia, YJI dan Omron Healthcare Indonesia Pecahkan Rekor MURI oleh : Wahyu Ari Wicaksono
26-Sep-2016, 17:12 WIB


 
 
Peringati Hari Jantung Sedunia, YJI dan Omron Healthcare Indonesia Pecahkan Rekor MURI
KabarIndonesia - Jakarta, Hari Jantung Sedunia dicanangkan oleh WHF (World Heart Federation) pada tahun 2000 untuk memberikan informasi kepada  negara serta masyarakat di seluruh dunia bahwa  penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan stroke) adalah penyebab kematian nomor satu di dunia, memakan
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA


  • Glocal
  • 15-Nov-2011, 13:41:36 WIB










 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Sebelum Semua Berlalu 23 Sep 2016 09:49 WIB

Pena Siang 30 Aug 2016 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Fan Elvis Sejak Balita 16 Sep 2016 05:59 WIB


 

 
 
ROHANI

Munafik
Oleh : Js Kamdhi | 08-Feb-2011, 11:47:53 WIB

Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit. Mulut bayi-bayi dan anak-anak telah Kau letakkan daya kekuatan-Mu. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang yang Kau pasang, siapakah manusia hingga Engkau mengingat-Nya? Siapakah manusia hingga Engkau mengindahkan-Nya?” (Mazmur 8: 1-5)

Suatu realitas hidup, yang akhir-khir ini menggejala, adalah munafik dan kemunafikan. Orang munafik selalu  sikap bermuka dua. Ada ketidakjujuran. Ada kesenjangan antara tutur kata dan perbuatan. Perkataan dan perbuatan belakang. Orang munafik menjalani hidup seperti bunglon. Sangat lihai berubah ‘warna hidup’. Sangat cerdas untuk menyesuaikan lingkungan hidupnya. Seperti bunglon kelihaian berubah warna, tentu saja, demi teraihnya keuntungan diri. Demi hidup aman-terpandang-sukses, orang munafik berganti-ganti ‘setting hidup’.

Hidup dalam kemunafikan menyuburkan penghayatan hidup yang semata-mata mencari-mengejar-meraup keuntungan diri dari setiap kesempatan tanpa mempertimbangan etika dan moral. Kemunafikan menjadikan orang tidak lagi malu-risih-takut dalam perbuatan-perbuatan tercela.

Refleksi kita apakah sabda Tuhan
“Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit. Mulut bayi-bayi dan anak-anak telah Kau letakkan daya kekuatan-Mu. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang yang Kau pasang, siapakah manusia hingga Engkau mengingat-Nya? Siapakah manusia hingga Engkau mengindahkan-Nya?” masih bermakna? Apakah kita juga terjerumus dalam munafik dan kemunafikan? Sahabat, alangkah sia-sianya hidup kita bila kita menghayati pergumulan hidup ini dengan kemunafikan. Alangkah nistanya, bila kita berada dalam ‘kubangan kemunafikan’. Alangkah berdosanya kita bila tidak dapat lepas dari himpitan kemunafikan  sekadar demi keuntungan diri: uang-harta-jabatan.

Itulah sebabnya kita harus berani ‘membersihkan diri dari kemunafikan’, sehingga mampulah kita berucap, “Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit.” Pasti menuntut pertobatan. Menutut kesediaan hati untuk mendekatkan diri pada sumber dan asal hidup: Tuhan Yang Mahabesar. Pasti, menuntut penyerahan diri yang total atas penyelenggaraan Tuhan.

Sahabat, hanya orang-orang yang cerdas berucap, “Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit.” Akan menyadari betapa Tuhan telah memilih kita. Tuhan telah mengundang kita untuk menyempurkan karya penyelamatan.

Bahkan, sejak bayi dan kanak-kanak Tuhan telah memilih kita untuk hidup dalam karya penyelamatan-Nya. Mulut bayi-bayi dan anak-anak telah Kau letakkan daya kekuatan-Mu. Kesadaran bahwa Tuhan telah memilih kita sejak bayi, maka kita pun akan bertumbuh-berkembang-berbuah. Kita akan berjuang untuk melipatgandakan talenta-karunia-berkat dalam kehidupan nyata. Akan  berserah diri pada Tuhan, sungguh dalam karya  nyata: memberikan diri pada sesame, terlebih yang membutuhkan.

Laksana sebatang lilin, kita akan bernyala sampai habis demi tersingkapnya kekelapan. Menumbuhkan optimism hidup. Membangunkan yang terlelap. Membangkitkan semangat yang lebit-lesu. Mengokohkan yang lemah. Meringankan yang terbeban.

Sahabat, dalam pergumulan hidup yang demikian inilah, semua orang percaya akan mendasari hidupnya dengan kesadaran, “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang yang Kau pasang, siapakah manusia hingga Engkau mengingat-Nya? Siapakah manusia hingga Engkau mengindahkan-Nya?” Inilah jawaban panggilan, menyambut uluran tangan Tuhan. Dan, inilah yang keberimanan yang Tuhan kehendaki…


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Orasi Warga Desa Kuyunoleh : Muhammad Zakaria
03-Sep-2016, 21:44 WIB


 
  Orasi Warga Desa Kuyun Sejumlah warga Desa Kuyun, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah berorasi di halaman gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRK) setempat. Warga meminta agar anggota dewan mengusut Kepala Desa beserta perangkatnya yang diduga telah melakukakan korupsi terhadap dana desa ratusan juta rupiah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pancasila, Ideologi Terbuka 23 Sep 2016 09:52 WIB

 

 
 

 
GIIAS Hadirkan Kemewahan Otomotif 12 Aug 2016 11:56 WIB


 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 
Sungai Citarum Sakit Keras 07 Aug 2016 10:09 WIB


 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia