KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaMengenal Budaya Nusantara Melalui Pameran Tekstil oleh : Rio Anggoro
06-Jul-2015, 12:01 WIB


 
 
Mengenal Budaya Nusantara Melalui Pameran Tekstil
KabarIndonesia - Jakarta, Dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai museum sebagai pusat pelestarian edukasi nilai-nilai budaya. Ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Museum Tekstil. Dan ini merupakan tahun ke dua "Enjoy Ramadhan 2015" guna mendekatkan
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA


  • Glocal
  • 15-Nov-2011, 13:41:36 WIB










 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Keyakinan Jiwa 04 Jul 2015 02:33 WIB

Kebenaran 16 Jun 2015 09:47 WIB

 
Curug Pelangi Menyimpan Potensi 29 Jun 2015 03:49 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenal Hak-Hak Konsumen 29 Jun 2015 03:55 WIB


 
 
ROHANI

Munafik
Oleh : Js Kamdhi | 08-Feb-2011, 11:47:53 WIB

Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit. Mulut bayi-bayi dan anak-anak telah Kau letakkan daya kekuatan-Mu. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang yang Kau pasang, siapakah manusia hingga Engkau mengingat-Nya? Siapakah manusia hingga Engkau mengindahkan-Nya?” (Mazmur 8: 1-5)

Suatu realitas hidup, yang akhir-khir ini menggejala, adalah munafik dan kemunafikan. Orang munafik selalu  sikap bermuka dua. Ada ketidakjujuran. Ada kesenjangan antara tutur kata dan perbuatan. Perkataan dan perbuatan belakang. Orang munafik menjalani hidup seperti bunglon. Sangat lihai berubah ‘warna hidup’. Sangat cerdas untuk menyesuaikan lingkungan hidupnya. Seperti bunglon kelihaian berubah warna, tentu saja, demi teraihnya keuntungan diri. Demi hidup aman-terpandang-sukses, orang munafik berganti-ganti ‘setting hidup’.

Hidup dalam kemunafikan menyuburkan penghayatan hidup yang semata-mata mencari-mengejar-meraup keuntungan diri dari setiap kesempatan tanpa mempertimbangan etika dan moral. Kemunafikan menjadikan orang tidak lagi malu-risih-takut dalam perbuatan-perbuatan tercela.

Refleksi kita apakah sabda Tuhan
“Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit. Mulut bayi-bayi dan anak-anak telah Kau letakkan daya kekuatan-Mu. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang yang Kau pasang, siapakah manusia hingga Engkau mengingat-Nya? Siapakah manusia hingga Engkau mengindahkan-Nya?” masih bermakna? Apakah kita juga terjerumus dalam munafik dan kemunafikan? Sahabat, alangkah sia-sianya hidup kita bila kita menghayati pergumulan hidup ini dengan kemunafikan. Alangkah nistanya, bila kita berada dalam ‘kubangan kemunafikan’. Alangkah berdosanya kita bila tidak dapat lepas dari himpitan kemunafikan  sekadar demi keuntungan diri: uang-harta-jabatan.

Itulah sebabnya kita harus berani ‘membersihkan diri dari kemunafikan’, sehingga mampulah kita berucap, “Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit.” Pasti menuntut pertobatan. Menutut kesediaan hati untuk mendekatkan diri pada sumber dan asal hidup: Tuhan Yang Mahabesar. Pasti, menuntut penyerahan diri yang total atas penyelenggaraan Tuhan.

Sahabat, hanya orang-orang yang cerdas berucap, “Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit.” Akan menyadari betapa Tuhan telah memilih kita. Tuhan telah mengundang kita untuk menyempurkan karya penyelamatan.

Bahkan, sejak bayi dan kanak-kanak Tuhan telah memilih kita untuk hidup dalam karya penyelamatan-Nya. Mulut bayi-bayi dan anak-anak telah Kau letakkan daya kekuatan-Mu. Kesadaran bahwa Tuhan telah memilih kita sejak bayi, maka kita pun akan bertumbuh-berkembang-berbuah. Kita akan berjuang untuk melipatgandakan talenta-karunia-berkat dalam kehidupan nyata. Akan  berserah diri pada Tuhan, sungguh dalam karya  nyata: memberikan diri pada sesame, terlebih yang membutuhkan.

Laksana sebatang lilin, kita akan bernyala sampai habis demi tersingkapnya kekelapan. Menumbuhkan optimism hidup. Membangunkan yang terlelap. Membangkitkan semangat yang lebit-lesu. Mengokohkan yang lemah. Meringankan yang terbeban.

Sahabat, dalam pergumulan hidup yang demikian inilah, semua orang percaya akan mendasari hidupnya dengan kesadaran, “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang yang Kau pasang, siapakah manusia hingga Engkau mengingat-Nya? Siapakah manusia hingga Engkau mengindahkan-Nya?” Inilah jawaban panggilan, menyambut uluran tangan Tuhan. Dan, inilah yang keberimanan yang Tuhan kehendaki…


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Renovasi Stasiun Kebayoranoleh : Dicky Ari Wibowo
28-Jun-2015, 20:29 WIB


 
  Renovasi Stasiun Kebayoran Seorang pengguna jasa kereta api melintasi aktivitas renovasi Stasiun Kebayoran, Jakarta, Sabtu (20/6/2015). Meskipun renovasi terus berlanjut, masyarakat pengguna jasa kereta api dan commuterline masih bisa menggunakan Stasiun Kebayoran.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Program Upsus Kasrem 044/GAPO 29 Jun 2015 03:40 WIB

 

 

 
Isu Beras Nasional 29 Jun 2015 06:06 WIB


 
Jadwal Copa America 2015 11 Jun 2015 13:43 WIB


 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

Badan Kecil, Semangat Tinggi 30 Apr 2015 07:41 WIB

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia