KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProfesi Reporter setara dengan VIP oleh : Robert - Hoki
07-Sep-2014, 08:46 WIB


 
 
Profesi Reporter setara dengan VIP
KabarIndonesia - Judul di atas terasa seakan-akan agak berlebihan, walaupun kenyataannya memang demikian. Cobalah simak berapa puluh ribu orang yang dibunuh sebagai korban perang di Palestina maupun di Irak, tetapi dunia seakan-akan "cuek" alias nobody care terhadap mereka. Tetapi di
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA


  • Glocal
  • 15-Nov-2011, 13:41:36 WIB










 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Polisi Gadungan Ditembak Polisi 11 Sep 2014 04:52 WIB


 
Pergi 12 Sep 2014 12:44 WIB

Abigail, Batu Gunung 12 Sep 2014 11:57 WIB

 
Sumut Gelar Festival Budaya 03 Sep 2014 12:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 

 
 
ROHANI

Munafik
Oleh : Js Kamdhi | 08-Feb-2011, 11:47:53 WIB

Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit. Mulut bayi-bayi dan anak-anak telah Kau letakkan daya kekuatan-Mu. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang yang Kau pasang, siapakah manusia hingga Engkau mengingat-Nya? Siapakah manusia hingga Engkau mengindahkan-Nya?” (Mazmur 8: 1-5)

Suatu realitas hidup, yang akhir-khir ini menggejala, adalah munafik dan kemunafikan. Orang munafik selalu  sikap bermuka dua. Ada ketidakjujuran. Ada kesenjangan antara tutur kata dan perbuatan. Perkataan dan perbuatan belakang. Orang munafik menjalani hidup seperti bunglon. Sangat lihai berubah ‘warna hidup’. Sangat cerdas untuk menyesuaikan lingkungan hidupnya. Seperti bunglon kelihaian berubah warna, tentu saja, demi teraihnya keuntungan diri. Demi hidup aman-terpandang-sukses, orang munafik berganti-ganti ‘setting hidup’.

Hidup dalam kemunafikan menyuburkan penghayatan hidup yang semata-mata mencari-mengejar-meraup keuntungan diri dari setiap kesempatan tanpa mempertimbangan etika dan moral. Kemunafikan menjadikan orang tidak lagi malu-risih-takut dalam perbuatan-perbuatan tercela.

Refleksi kita apakah sabda Tuhan
“Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit. Mulut bayi-bayi dan anak-anak telah Kau letakkan daya kekuatan-Mu. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang yang Kau pasang, siapakah manusia hingga Engkau mengingat-Nya? Siapakah manusia hingga Engkau mengindahkan-Nya?” masih bermakna? Apakah kita juga terjerumus dalam munafik dan kemunafikan? Sahabat, alangkah sia-sianya hidup kita bila kita menghayati pergumulan hidup ini dengan kemunafikan. Alangkah nistanya, bila kita berada dalam ‘kubangan kemunafikan’. Alangkah berdosanya kita bila tidak dapat lepas dari himpitan kemunafikan  sekadar demi keuntungan diri: uang-harta-jabatan.

Itulah sebabnya kita harus berani ‘membersihkan diri dari kemunafikan’, sehingga mampulah kita berucap, “Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit.” Pasti menuntut pertobatan. Menutut kesediaan hati untuk mendekatkan diri pada sumber dan asal hidup: Tuhan Yang Mahabesar. Pasti, menuntut penyerahan diri yang total atas penyelenggaraan Tuhan.

Sahabat, hanya orang-orang yang cerdas berucap, “Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu mengatasi langit.” Akan menyadari betapa Tuhan telah memilih kita. Tuhan telah mengundang kita untuk menyempurkan karya penyelamatan.

Bahkan, sejak bayi dan kanak-kanak Tuhan telah memilih kita untuk hidup dalam karya penyelamatan-Nya. Mulut bayi-bayi dan anak-anak telah Kau letakkan daya kekuatan-Mu. Kesadaran bahwa Tuhan telah memilih kita sejak bayi, maka kita pun akan bertumbuh-berkembang-berbuah. Kita akan berjuang untuk melipatgandakan talenta-karunia-berkat dalam kehidupan nyata. Akan  berserah diri pada Tuhan, sungguh dalam karya  nyata: memberikan diri pada sesame, terlebih yang membutuhkan.

Laksana sebatang lilin, kita akan bernyala sampai habis demi tersingkapnya kekelapan. Menumbuhkan optimism hidup. Membangunkan yang terlelap. Membangkitkan semangat yang lebit-lesu. Mengokohkan yang lemah. Meringankan yang terbeban.

Sahabat, dalam pergumulan hidup yang demikian inilah, semua orang percaya akan mendasari hidupnya dengan kesadaran, “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang yang Kau pasang, siapakah manusia hingga Engkau mengingat-Nya? Siapakah manusia hingga Engkau mengindahkan-Nya?” Inilah jawaban panggilan, menyambut uluran tangan Tuhan. Dan, inilah yang keberimanan yang Tuhan kehendaki…


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Trotoar Milik Siapa?oleh : Jumari Haryadi
11-Sep-2014, 09:40 WIB


 
  Trotoar Milik Siapa? Fungsi trotoar adalah untuk para pejalan kaki. Namun sering disalahgunakan oleh para pedagang untuk berjualan. Foto yang diambil pada Rabu, 10 September 2014, pukul 07.30 WIB ini tampak sejumlah pedagang sedang berjualan di trotoar, persis di depan SDN Muhammad Toha
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Desakralisasi Merah 11 Sep 2014 14:51 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia