KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
ROHANI

BUDAYA KAMSIAH (TERIMAKASIH) YANG NYARIS TERLUPAKAN
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 16-Des-2019, 04:45:38 WIB

KabarIndonesia - Dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk sosial, sesungguhnya banyak hal yang mengharuskan kita mengucapkan terimakasih kepada orang perorang-kelompok terutama kepada Sang Maha Pencipta. Bahkan dalam berbagai pertemuan yang sifatnya formal, sudah menjadi kelaziman jika diawal acara akan terucap kata terimakasih (kamsiah). Karena rasanya kurang "sreg" jika pihak tuan rumah tidak menyampaikannya. Kata KAMSIAH atau Terima Kasih diserap dari bahasa Hokian. Kata ini menjadi lebih dikenal masyarakat karena sering dipakai dalam komunikasi bisnis (dagang) dengan orang-orang Cina di berbagai kota. Hanya sayangnya budaya Kamsiah atau budaya untuk berterima kasih ini tidak lagi banyak dipraktekan, bahkan telah dilupakan, terlebih di zaman now ini. Penulis tidak hendak berpolemik tentang kata "Kamsiah" semata, tetapi lebih dari itu adalah menggugah kebiasaan kita untuk selalu mengucapkan terimakasih, atau ber-Terimakasih kepada pihak-pihak yang memberi sesuatu. Cobalah renungkan kapan Anda terakhir kalinya mendapatkan ucapan KAMSIAH dari sanak keluarga Anda? Seorang dokter ahli bedah mengucapkan, bahwa ia sudah menolong ratusan orang dari cengkraman maut, tetapi kenyataannya mereka meninggalkan rumah sakit begitu saja tanpa sepatah kata pun ucapan terima kasih. Hal yang sama telah dialami oleh Tuhan Yesus dimana Ia menyembuhkan sepuluh orang penderita penyakit kusta, tetapi hanya satu saja yang balik untuk mengucapkan terima kasih kepadaNya. (Lukas 17:11-18) Banyak orang berpikir, buat apa saya mengucapkan terima kasih, karena itu kan sudah tugas mereka disamping itu sudah dibayar. Bahkan ada 1001 macam alasan bisa diberikan untuk tidak mengucapkan terima kasih. Tidak bisa dipungkiri menjelang akhir tahun ini akan banyak sekali hadiah maupun ucapan selamat Natal maupun Tahun baru akan kita terima, tetapi apakah kita akan punya waktu untuk balik mengucapkan ucapan terima kasih ? Tanyalah pada diri sendiri, apakah Anda pernah mengucapkan "terima kasih" kepada pembimbing agama atas khotbahnya?. Apakah kita pernah mengucapkan terima kasih kepada supir maupun pembantu kita? Apakah kita pernah mengucapkan terima kasih kepada istri atau ortu kita yang hari ini memasak masakan yang enak untuk kita? Ini adalah sebuah hal kecil yang memiliki pengaruh besar dalam hubungan sosial antar sesama. Pada umumnya orang mau mengucapkan terima kasih kepada orang yang lebih tinggi pangkat maupun derajatnya, tetapi merasa sungkan untuk mengucapkan terima kasih kepada orang yang lebih rendah tingkatnya daripada kita. Tetapi jangan lupa, hari ini kita berada diatas, namun tidak lama kita akan berada dibawah mereka, entah karena faktor materi, pensiun maupun faktor kesehatan, sebab akan tiba saatnya kita membutuhkan bantuan mereka. Jangankan kepada sesama manusia kepada Sang Pencipta pun banyak manusia yang ogah untuk mengucapkan terima kasih, dengan alasan apakah "dosa" kalau saya tidak mengucapkan terima kasih kepada Sang Pencipta? Bukankah sifat utama dari Sang Pencipta adalah kasih?. Ya wajarlah kalau DIA harus dan wajib mengasihi kita, kenapa kita harus mengucapkan terima kasih lagi kepada Nya.? Tentu ini sesuatu yang tidak logis dan diterima dari sisi iman dan keyakinan, sebab DIA lah yang memberi nafas kehidupan, menjagai kita dari segala macam kejahatan bahkan karena Kasih-NYA yang besar (Joh 3: 16) melepaskan manusia dari dosa. Mungkin terlalu naif jika dikatakan bila binatang seperti anjing dan kucing pun bisa mengucapkan terima kasih dengan caranya mereka. Tetapi sayangnya, manusia yang seyogiyanya jauh lebih pintar daripada binatang jika ternyata tidak mau dan tidak bisa mengucapkan terima kasih. If you have nothing to be thankful for, make up your mind that there is something wrong with you alias go block bin gendheng Di Belanda hampir di semua supermarket, para kasirnya diwajibkan mengucapkan kata "Dank u wel" atau terima kasih. Begitu juga di Jepang maupun di Korea, saya sering melihat ada orang yang khusus bertugas hanya untuk mengucapkan "Arigatou Gozaimasu" di depan pintu tokonya. Kembali kepada hal membangun budaya berterimakasih, dapat dilakukan dengan mengajarkan kepada anak-anak sejak usia dini, membiasakan mereka mengucap syukur dan terimakasih kepada Tuhan dan mereka yang lebih tua, juga sesamanya. Kami akhiri tulisan ini dgn ucapan banyak terima kasih buat para Sobat atas kerelaannya dan waktu yang diberikan untuk membaca oret-oretan ini. Akhirnya kami sampaikan Be careful for nothing; Be prayerful for everything and Be thankful for anything. Giving thanks is a course from which we never graduate!. Sekali lagi, Kamsiah-Mauliate-Bujur-Maturnuwun--Bonjour, Danke-Thank you. (MU-DMB).

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
666 - ANGKA SETAN YG TERKUTUK 06 Jun 2020 11:23 WIB


 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia