KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAROMA KEPENTINGAN DALAM AGENDA TERSENDIRI oleh : Tonny Djayalaksana
18-Aug-2019, 15:58 WIB


 
 
KabarIndonesia - Upaya-upaya lawan Jokowi untuk menjatuhkannya sangat militan sekali. Sebagai pelengkap telah saya sertakan tulisan Denny Siregar yang menggambarkan bagaimana sebuah konspirasi dijalankan untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Namun akhirnya perlindungan dari Allah bisa menggagalkan semua itu. 

Semua
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Batu Bertuah (1)
Oleh : Dr I Wayan Mustika | 25-Apr-2019, 16:15:00 WIB

KabarIndonesia -  Batu hitam berbentuk aneh itu diletakkan begitu saja tepat di depannya.  Itu seperti peninggalan masa-masa lalu, entah pada jaman apa.  Namun dari cerita-cerita seru yang dipoleskan pada kemunculan batu itu, terasa energinya memancing keingintahuan Joko Kendal.  Sesungguhnya ia sendiri tidak terlalu percaya pada kisah keghaiban dari benda-benda yang dikatakan bertuah seperti itu.  Sebab ajaran agamanya telah lama melarang untuk meyakini hal itu, karena disebut sebagai upaya mempersekutukan Tuhan.

Namun kisah-kisah yang berkali-kali membombardir pertahanan pikirannya kadang mampu sedikit menggoyahkan dan menyisakan keraguan.  Apakah benar benda-benda itu bertuah? Apakah benar ada kekuatan energi yang besar di dalamnya?  Joko Kendal memerlukan jawaban yang dapat memberi pencerahan pada pikirannya.  Ia tak ingin mempercayai hal itu, namun ia tak kuasa menampik kisah-kisah mistis tentangnya.

Maka ia menemui Nasrudin.  Siapa lagi, kalau bukan kepadanya ia bertanya.  "Kawan, aku ditunjukkan sebuah batu aneh, dilengkapi dengan cerita-cerita ghaib dan mistis tentangnya.  Konon batu itu adalah peninggalan leluhurku dan pernah dititipkan untuk kurawat kembali.  Menurutmu, apakah salah bila aku mau mengambil dan merawatnya? Sedangkan ajaran agama melarangku melakukan itu." Joko Kendal mengisahkan ulang kehadiran batu itu ke rumahnya.

Nasrudin yang diceritakan tentang hal itu hanya tersenyum datar.  Tak ada kekagetan tampak dari raut wajahnya.  Seakan ia hanya sedang mendengar kisah tentang serpihan batu karang yang terhempas ombak ke pantai.

"Kawan, mulailah dengan membebaskan dirimu sejak awal dari penilaian benar-salah, bila kau ingin memahami sesuatu secara obyektif. Sebab penilaian benar-salah akan menutup pikiranmu untuk mencoba mengetahui lebih mendalam tentang sesuatu secara apa adanya.  Lebih baik kau membuka hati untuk melihat apakah sesuatu itu memberi manfaat ataukah tidak dalam kehidupanmu.  Dengan mencoba melihat ada tidaknya manfaat dari sesuatu, kau akan mempelajarinya dan bisa memahami sesuatu itu secara obyektif dan apa adanya."

"Mari kita kupas satu persatu tentang batu itu.  Pertama, lihat batu itu hanya sebagai sebuah benda alam biasa.  Jika bentuknya aneh, maka ia bisa jadi hasil karya manusia di masa lalu, atau bisa juga hasil karya alam.  Sebab manusia dan alam sama-sama bisa mampu menciptakan sesuatu yang terlihat aneh.  Jika itu memang hasil karya manusia di sebuah masa lalu, terimalah itu semata-mata hasil sebuah seni budaya di masanya.  Hanya itu."

"Lalu, apakah benda itu memiliki energi?  Ketahuilah bahwa kata energi itu hanyalah kata yang biasa melekat pada setiap benda.  Benda apapun memiliki energi, karena atom-atom penyusun benda material itu adalah suatu pemampatan atau pemadatan energi.  Maka tentu saja semua benda memiliki energi. Angin memiliki energi, air, tanah, bahkan cahaya matahari pun adalah energi.  Energi dan berenergi itu hanyalah kata-kata biasa dalam ilmu fisika.  Bukan sesuatu yang seram apalagi menyeramkan."

"Bahkan inti atom atau yang disebut nuklir, memiliki energi yang sangat besar ketika bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar oleh kecerdasan pikiran manusia.  Jadi, apakah batu yang kau ceritakan itu memiliki energi? Tentu saja. Sama seperti batu-batu lain juga memiliki energi.  Bahkan batubara memiliki energi yang bisa dijadikan pembangkit listrik bagi kehidupan."

"Bijih emas, intan, berlian, mutiara, termasuk benda-benda material kecil yang berenergi besar, hingga ia mampu menggerakkan manusia untuk melakukan apa saja demi mendapatkannya, bukan?  Sekali lagi, bebaskan pikiranmu dari cara pandang yang terlalu menyeramkan tentang energi.  Biasa-biasa saja, kawan."

Joko Kendal hanya tersipu malu mendengar uraian Nasrudin tentang energi.  Selama ini ia memang sering mendengar cara berkisah yang begitu seru dan bahkan terkesan mistis tentang energi, terutama bila dikaitkan dengan benda-benda bertuah.  Rasa penasaran yang kian terbuka, membuat Joko Kendal semakin ingin mendengar pemaparan Nasrudin.

"Sekarang kita mengupas kata bertuah yang kau sematkan pada batu tersebut.  Arti kata bertuah diantaranya bisa berarti sakti, keramat, mendatangkan untung. Maka bijih emas pun bisa disebut sakti, karena bisa menggerakkan dua negara untuk bertikai. Emas itu keramat, karenanya ia bahkan ditempatkan di brankas yang terkunci. Dan tentu saja ia juga mendatangkan keuntungan.  Ia bisa menyembuhkan orang miskin, orang putus asa, ketika tiba-tiba emas itu diberikan pada mereka.  Perhiasan emas bisa membangkitkan rasa percaya diri seseorang, membuatnya merasa kaya raya dan sebagainya.  Bukankah itu juga bentuk-bentuk tuah?"

Semakin ke sini, Joko Kendal semakin merasa tergelitik oleh penjelasan Nasrudin.  Ia mulai merasa geli oleh pemahamannya selama ini.  Ingin ia teruskan pembicaraan itu, namun sesuatu hadir di tengah percakapan mereka.  Namun ia tahu, Nasrudin akan meneruskan penjelasan itu lebih banyak lagi. Kuta, 26 April 2019.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
KETAKUTAN ADALAH DASAR AGAMA? 17 Aug 2019 14:18 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia