KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDI ATAS LANGIT ADA LANGIT oleh : Tonny Djayalaksana
23-Aug-2019, 14:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pengacara 02 dalam Sidang Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu Bambang Widjojanto seperti menyimpan agenda tersendiri. Hal itu terlihat dari kejanggalan-kejanggalan yang saya ungkapkan sebelumnya.

Sidang pun berlanjut dengan acara mendengarkan saksi dan ahli dari
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Dimanakah Kerajaan Tuhan Itu? (2): Benarkah Kerajaan Tuhan Ada Di Atas Langit

 
ROHANI

Dimanakah Kerajaan Tuhan Itu? (2): Benarkah Kerajaan Tuhan Ada Di Atas Langit
Oleh : Tonny Djayalaksana | 05-Mei-2019, 06:21:39 WIB

KabarIndonesia - Dalam tulisan "Dimanakah Kerajaan Tuhan Itu?" bagian (1), sudah saya ungkapkan tentang adanya dua sumber pemikiran tentang asal muasal alam semesta dan konsep akan adanya Tuhan.

 Melihat keterangan dari kedua nara sumber yang sudah kemukakan di bagian kesatu tersebut, di benak saya timbul pertanyaan, terkait pernyataan ilmuwan ahli fisika dunia Stephen Hawking dan ajaran Buddha. Dinyatakan oleh mereka bahwa Alam Semesta sudah tercipta dengan "SENDIRINYA" atau keterangan Buddha bahwa Alam Semesta sudah "DIATUR" hukum Kosmis Universal, jadi kata-kata "SENDIRINYA" dari Stephen Hawking dan keterangan Buddha yang "NGATUR" hukum Kosmis Universal itu siapa?     

Semuanya "Absolut". Menurut pemahaman spiritual saya, yang "Absolut" itu bisa dan harus "DITERANGKAN". Sehingga tidak timbul polemik sebatas persepsi pembenaran manusia saja. Harus dijadikan sebuah "Kebenaran" baru agar tidak akan timbul polemik atau perdebatan lagi.    

Manusia pada umumnya mempelajari agama saat ini, memakai pedoman kitab suci dari berbagai aliran agama dan kepercayaan yang usianya ribuan tahun. Sudah lewat jauh daripada jaman sekarang. Surat-surat dan ayat-ayat yang tertera di dalam semua kitab suci berbasis kalimat atau kata-kata simbolik dan kiasan-kiasan.   

Kitab suci yang aslinya memakai bahasa Rosul, Nabi sebagai utusan dari Tuhan sesuai kebangsaan utusan tersebut, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa sesuai dengan negaranya masing-masing supaya memudahkan untuk dipelajari. Tentu dilakukan dengan persepsi penerjemahnya masing-masing. 

Akibatnya tidaklah mengherankan jika semua agama berpecah-belah menjadi multi golongan. Tidaklah mengherankan kalau sering timbul perdebatan-perdebatan, pertentangan-pertentangan, antara satu golongan dengan golongan lainnya.   

Hal itu baru bicara dalam tataran agama yang sama. Apalagi kalau bicara lintas agama? Bisa dibayangkan akibatnya. Intinya cuma satu, karena Ego dan Kepentingan, membuat masing-masing merasa paling benar sendiri.    

Menurut pemahaman saya saat ini, kalau mau belajar agama tidak bisa bicara hanya dalam konteks satu sisi tentang kehidupan manusia saja. Pasalnya, Tuhan (Allah) menciptakan manusia adalah sebagai salah satu makhluk yang hidup di alam semesta ini. Jadi kita harus melihat perspektifnya secara menyeluruh atau universal, meliputi segala aspek kehidupan yang ada di alam semesta ini. Itu sebabnya jika "Agama Islam" disebut sebagai Agama yang Rahmatan lil 'Alamiin  atau agama yang membawa rahmat serta kedamaian bagi Alam Semesta tentunya cocok sekali.    

Hampir semua ajaran agama yang ada di muka bumi ini menggambarkan bahwa Kerajaan Tuhan (Allah) itu ada di atas langit. Pemahaman seperti itu menjadikan saya selalu bertanya, khususnya bertanya ke dalam diri sendiri, "Sebenarnya yang disebut langit itu yang mana?" Kalau mengacu pada teori Ilmu Fisika, yang sekarang umum disebut orang sebagai langit itu bukankah hanya ruang kosong belaka? Mengacu kepada Alam Semesta ini sebelum diciptakan, bukankah hanya ada ruang kosong dan DIA satu-satunya yang mengisi kekosongan itu? Dan di dalam kekosongan itu ada milyaran Galaksi dan Triliunan bintang? Berikut saya sertakan link tentang keajaiban tata surya di alam semesta ini: 

https://www.google.co.id/search?q=rahasia+tata+surya+di+alam+semesta&hl=en-id&client=safari&tbm=isch&tbs=rimg:CSHWox9SFstZIkDWgSAPpyp9yYM_15DvNUIpd1Q8-dKXC28vfbYtqxO0PwX3UPmfbZtNUpMyI1uGJSPFVucX7g-UWtvP6mubsIus_1KhIJ1oEgD6cqfckRRcsxDUtPLm4qEgmDP-Q7zVCKXRFBiRUJgQVonSoSCdUPPnSlwtvLEd99A8gb39mzKhIJ322LasTtD8ERzVUkSETGklsqEgl91D5n22bTVBEHHvlGWPMgxyoSCaTMiNbhiUjxEXQ4nRWGFY8dKhIJVbnF-4PlFrYRI1qzy6-M5mEqEgnz-prm7CLrPxFMdxZ6wq3NNg%3D%3D&tbo=u&ved=2ahUKEwjF_Ymrr7rbAhUFso8KHToDCpkQuIIBegQIARAg    Menyaksikan 

temuan-temuan para ahli Fisika Dunia akhir-akhir ini, betapa sangat luar biasanya misteri Galaksi yang ada di luar angkasa tersebut. Bahkan titik bumi saja tidak kelihatan, apalagi kita sebagai salah satu makhluk yang menghuni bumi ini. Sangat-sangatlah kecil sekali bukan?     

Menurut hasil riset ilmiah Ilmu Fisika bahwa bahan-bahan dasar dari alam semesta ini adalah berbagai macam atom, yang di dalamnya ada elektron, inti atom, dan ruang kosong. Dalam setiap atom itu unsur materinya sangat sedikit, bahkan ruang kosongnya yang lebih banyak. Bahkan menurut para ahli fisika atom, 99% atom itu adalah ruang kosong. Maka pertanyaannya sekarang adalah, "Siapa yang mengisi ruang kosong itu? Bukankah elektron dan inti Atom dikendalikan dari ruang kosong? Bukankah pengendali kedua unsur materi itu adalah energi yang berada dalam ruang kosong? Siapa yang mengendalikan semua itu kalau bukan DIA Sang Maha dari segala Maha?"    

Kesimpulan saya dengan fakta-fakta ilmiah di atas tadi, dan cocok dengan surat-surat dan ayat-ayat yang tertera di dalam Al Quran: Awal semesta itu kosong, dan Dialah satu-satunya yang mengisi kekosongan itu adalah tafsir dari para bijak, para suci dari Q.S 57: 3. Untuk menunjang logika dan pandangan tersebut, bisa dibantu dengan ayat-ayat berikut ini: Q.S 40: 57, Q.S 3: 190-191, Q.S 41: 11, Q.S 18: 51, Q.S 34: 22, Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Q.S 32: 4, Q.S 7: 54, Q.S 10: 3, Q.S 11: 7, Q.S 25: 59, Q.S 50: 38, Q.S 57: 4.     

ENAM MASA ITU: 1. Kecerdasan Semesta Tanpa Batas (kekosongan), 2. Energi, 3. Materi, 4. Penciptaan, 5. Pemeliharaan, 6. Peleburan. Dan terus bersiklus untuk mempertahankan keabadian, serta masih banyak lagi ayat-ayat penunjang yang lainnya.    

Yang saya pelajari dari Alquran dan Hadits, sebagai buku pedoman hidup saya, dinyatakan bahwa alam semesta ini memang Tuhan (Allah) yang menciptakannya. Konfirmasi dari ayat di atas tadi digabung dengan fakta ilmiah di atas tadi sebagai referensinya.    (Bersambung) 

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now   
ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT 
www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia