KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Doa di Ujung Tahun
Oleh : Launa, Sip., Mm | 01-Jan-2011, 00:02:26 WIB

Tuhanku, ijikan kami bermunajat kepada-Mu, untuk memohon ridho dan petunjuk-Mu. Sebab, tak ada yang bisa kami lakukan dalam menyambut tahun 2011 ini, selain memohon ampunan dan karunia-Mu, agar bangsa ini, Indonesia yang kami cintai, penghuninya dapat menjalani hidupnya dengan lebih tenang, tanpa bencana, dera, dan marabahaya.

Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, sudah 65 tahun negeri ini hidup merdeka dan berdaulat, tapi mengapa nafas dan denyut nadi kehidupan bangsa kami terus disesaki dengan derita dan air mata? Mengapa umat-Mu di negeri kami tak pernah sanggup melepaskan diri dari lumpur kemiskinan, keterpurukan, dan kepungan kejumudan?

Mengapa demokrasi yang telah diraih dengan susah payah oleh bangsa ini, dengan air mata, darah, bahkan nyawa, kembali menghadirkan demokrasi semu; sebuah sistem demokrasi yang dikendalikan oleh pemimpin yang bermental pencuri, bukan pemimpin yang amanah, yang sudi mendengar keluh kesah kami, melayani kami, seperti diajarkan para rasul-Mu.

Tuhanku, ijinkan kami mengadu pada-Mu, ketika kami membuka lembar sejarah bangsa kami, ternyata Engkau pernah menghadirkan di bumi pertiwi ini, para pemimpin yang memiliki akhlakul kharimah. Kami bersyurukur ya Rab, orang-orang jujur seperti HOS Tjokroaminoto, Soekarno, Hatta, Syahrir, Natsir, Agus Salim, Wahid Hasyim, dan ratusan perjuang kemerdekaan yang pernah Engkau titipkan untuk menjadi khalifah-Mu di negeri kami sehingga kami punya warisan sejarah perjuangan dan catatan pemikiran tentang arti kearifan, keteladanan, ketulusan, dan kerelaan berkorban dari generasi awal pemimpin pascakemerdekaan yang telah Engkau takdirkan sebagai the founding fathers kami.

Tuhanku Yang Maha Adil, kami juga bersyukur kepada-Mu, sebagai bangsa, kami tak hanya masih punya jejak dan warisan sejarah leluhur kami yang jujur, bijak, dan progresif itu, namun atas ijin-Mu, kami juga masih punya mata air kehidupan, yang tak pernah habis kami timba untuk belajar dari para pejuang dan tokoh kemerdekaan kami itu, tentang arti nasionalisme, patriotisme, kemerdekaan, perjuangan, dan harga diri sebagai bangsa.

Namun kini ya Tuhanku, karena kecongkakan dan kesombongan para pemimpin kami, karena sikap jumawa dan dumeh para elite kami, kami mohon ampun kepada-Mu. Berilah kami segumpal kekuatan, agar kami tabah dan istiqomah dalam menjalani berbagai tekanan dan penindasan ini, termasuk beragam teguran-Mu, cobaan-Mu, dan Isyarat-Mu, yang telah Engkau hadirkan dalam bentuk murka alam dan holocaust ketidakpasitan yang terus menimpa kehidupan negeri kami.

Tuhanku, dengarlah doa dan kabulkanlah permohonan kami, bukakanlah pintu hati para pemimpin kami yang tengah memegang tampuk kekuasaan saat ini, agar mereka Engkau beri kesanggupan untuk menjalankan seluruh amanah yang telah kami titipkan kepadanya (yang juga Engkau amanahkan kepadanya), agar mereka bisa menjalankan roda kekuasaan sesuai dengan perintah konstitusi, bukan sesuka hati, apalagi dimuati rasa benci dan dengki.

Ya Rab Yang Menguasi Langit dan Bumu, berikan kami kekuatan, agar kebebasan politik yang telah kami raih dapat berjalan seiring dengan kian meningkatnya kesejahteraan serta makin dihargainya nilai-nilai kesetaraan dan persaudaraan yang kini nyaris hilang tak berbekas. Siramilah jiwa dan hati pemimpin kami agar senantiasa memberi perlindungan pada rakyat kami yang miskin dan terus didera himpitan hidup. Sebab, doa mereka yang miskin, papa, dan terpinggirkan adalah mustajab; dan dalam sunnah Nabi-Mu, sangat Engkau kasihi.

Tuhanku Yang Maha Mengetahui, berikanlah kepada kami dan para pemimpin kami petunjuk yang nyata dari-Mu, agar umat-Mu di negeri ini yang telah lama hidup di antara rasa saling curiga, di antara dera dan nista, kembali Engkau satukan, agar kami dapat begandengan tangan dan bisa kembali berdiri tegak untuk menyongsong masa depan kehidupan negeri kami yang lebih baik.

Tuhanku Yang Maha Bijaksana, jangan Engkau terus membiarkan kolektiva hidup kami sebagai bangsa dalam kondisi saling membenci, dan rakyat kami terus bermimpi kesejahteraan dalam tidur panjangnya, padahal mereka terjaga dalam kenestapaan dan kesengsaraan. Mereka Ya Rab, selalu diabaikan, diperalat, dan ditindas oleh para pemimpinnya sendiri.

Tuhanku Yang Maha Pemurah, dalam doa kami yang mungkin jauh dari khusyuk ini, kami mohon kepada-Mu, sekali lagi, hadirkanlah di tengah kehidupan kami seorang pemimpin yang bijak dan mampu memberikan teladan, kebaikan, kesederhanaan, keprihatinan, dan keadilan yang tulus kepada kami.

Berikanlah kepada kami seorang pemimpin yang memiliki sekeping hati nurani dan sepercik empati, agar ia bisa merasakan bahwa kekuasaan yang digenggamnya adalah sebuah amanah yang tak hanya dibatasi oleh seonggok kertas bernama konstitusi, namun juga ia dibatasi oleh ruang dan waktu yang berada di bawah kuasa-Mu.

Hadirkanlah kepada kami seorang pemimpin yang menyadari bahwa rakyat negeri ini telah cukup lama hidup menderita, dan tidak tahu lagi harus mengais rezeki dari mana dan dengan cara apa, hanya sekedar untuk mempertahankan kehidupan dan penghidupan bagi diri mereka dan keluarganya.

Berikanlah kepada kami seorang pemimpin yang bisa memberi kami lapangan kerja dan gaji yang layak, layanan pendidikan dan kesehatan yang murah dan bermutu, jaminan sosial bagi rakyat kami yang miskin, agar kami semua dapat merasakan bahwa Indonesia yang menjadi rumah tinggal kami yang besar dan penuh pesona ini adalah sebuah negeri merdeka dan berdaulat, bukan neraka yang penuh laknat.

Berikanlah kepada kami seorang pemimpin yang mampu menurunkan harga sembako dan meningkatkan daya beli kami, agar harga diri dan martabat kami tidak terus dihinakan, dan nilai-nilai kemanusiaan kami dilecehkan, setiap kali kami harus mengantri program-program karitas belas kasihan negara, seperti BLT atau berburu zakat fitrah dari orang-orang yang gemar me-ria-kan hartanya, yang kerap harus kami tukar dengan nyawa kami.

Ya Rab Yang Maha Mulia, hibahkanlah kepada kami para politisi yang tegar, tegas, bertanggung jawab, peduli, dan punya rasa iba dan empati kepada kami, sehingga ia tidak hanya mampu mengumbar kata dan pesona, lihai membangun citra dan realitas semu, namun selalu gugup dan gagap menjalankan fungsinya untuk memuaskan dahaga kami akan arti kata "demokrasi", "hak asasi", dan "keadilan sosial" yang sesungguhnya, bukan yang telah direduksi, dieksploitasi, dan syarat basa-basi.

Berikan juga kepada kami sosok aparat penegak hukum yang sanggup memberi rasa aman, nyaman, dan tenteram kepada kami, bukan yang menyulitkan dan kerap memeras kami, sehingga sampai detik ini, kami tak pernah bisa sungguh-sungguh memahami apa arti kata "penegakan hukum" dan apa makna "negara hukum".

Ya Tuhan Yang Maha Adil, kami haqul yakin, bahwa Engkau tak akan membiarkan bangsa dan negeri ini terus dicuri kekayaan alamnya, kekayaan intelektualnya, keindahan dan pesonanya, kebijakan ekonominya, politiknya, hukumnya, perdagangannya, keamanan negerinya, sawah, ladang, dan perkebunannya kepada bangsa-bangsa dan para pengusaha asing, tanpa sedikit pun melibatkan kami, rakyat Indonesia, yang menurut konstitusi kami adalah pemilik sah dan penentu kedulatan tertinggi.

Kami tak rela ya Tuhan, jika negeri yang Engkau berkahi kelimpahan kekayaan ini sampai tak punya apa-apa lagi untuk masa depan anak-anak dan cucu kami. Padahal semua itu adalah anugerah yang telah Engkau rahmatkan kepada bangsa dan rakyat negeri ini.

Ya Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kami mohon ampun dan kami sungguh bertobat. Kami menyadari, bahwa kami dan para pemimpin kami, baik yang dahulu maupun yang sekarang, mungkin alfa mengingat diri-Mu, lupa dan tak peduli atas segala rahmat yang telah Engkau limpahkan selama ini kepada bangsa dan negeri ini.

Kami berjanji kepada-Mu, ke depan, kami akan lebih berhati-hati dalam memilih pemimpin kami. Kami merasakan, Ya Rab, bahwa praktik money politics, politik transaksional, dan politik dagang sapi yang kami amini selama ini, ternyata hanya melahirkan pemimpin yang emoh memikirkan nasib kami, dan lebih bernafsu mendahulukan kepentingan dirinya, istrinya, keluarganya, sanak kerabatnya, parpolnya, sukunya, dan golongannya.

Ya Tuhan, tunjukkanlah kebesaran dan kasih sayang-Mu kepada negeri kami, bantulah rakyat kami agar punya kesanggupan untuk memilih para umara sejati, yang setiap kata, perbuatan, dan tindakannya diputuskan dan dijalankan semata-mata berdasarkan amanah umat-Mu, dilandasi firman dan petunjuk-Mu, yang selalu ber-tazim dan ber-tahmid atas nama-Mu, serta senantiasa mensyukuri nikmat, karunia, dan barokah-Mu.

Ya Tuhan seru sekalian alam, kabulkanlah permintaan kami, di ujung tahun ini, bantulah rakyat kami, agar eling dan mawas diri, bahwa tampilnya pemimpin yang picik, kolutif, koruptif, dan nir tanggung jawab adalah buah dari kesalahan kolektif kami, yang selama ini telah mempraktikkan gaya hidup hedon dan pragmatis, yang tak pantas kami wariskan kepada anak dan cucu kami.

Sekali lagi ya Rab, berilah kemampuan kepada kami untuk memilih pemimpin yang Engkau ridhoi, yang punya kalbu, akal, pikiran, dan visi jauh ke depan, yang mau mengorbankan dirinya, popularitasnya, bahkan jiwa dan raganya, untuk diabdikan sebesar-besarnya bagi kemaslahatan hidup rakyat dan negeri kami.

Sebab, kami meyakini, bahwa Engkau akan selalu mendengar doa dan munajat dari umat-Mu yang teraniaya. Tapi, ya Rab, jika permohonan dan doa kami di malam pergantian tahun 2010 ini belum bisa Engkau kabulkan, maka berikanlah sepercik kekuatan kepada kami, agar kami punya kesabaran untuk menunggu kehadiran seorang khalifah, yang di satu saat nanti, pasti akan Engkau berikan kepada bangsa ini. Amin ... Ya Robal Alamin. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia