KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaFida Abbott Promosikan Batik Melalui Peluncuran Buku Hibridanya oleh : Redaksi-kabarindonesia
10-Aug-2018, 04:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda salah satu penyinta media Harian Online KabarIndonesia (HOKI), maka nama Fida Abbott sudah tak sing lagi. Kiprahnya di HOKI sebagai salah satu pewarta warga sudah dimulai sejak bulan Desember 2006. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan penawaran
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Ganjaran Berbakti pada Kedua Orangtua

 
ROHANI

Ganjaran Berbakti pada Kedua Orangtua
Oleh : Jamiel Loellail Rora | 09-Okt-2017, 11:18:27 WIB

KabarIndonesia - Diriwayatkan bahwa Nabi Sulaiman AS pernah berpergian antara langit dan bumi. Ketika beliau berada di tengah lautan yang dalam, dilihatnya ombak bergelombang hebat. Maka beliau pun memerintahkan angin supaya tenang, dan angin pun tenanglah sehingga ombak menjadi tenang.    

Selanjutnya Nabi Sulaiman AS memerintahkan jin Ifrit untuk menyelam. Jin Ifrit pun melaksanakan tugas menyelam. Ketika berada di tengah laut, jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tidak berlubang. Lalu ia mengambil kubah yang terbuat dari permata putih itu dan menyerahkannya kepada Nabi Sulaiman AS. Melihat hal itu maka terheran-heranlah Nabi Sulaiman AS. Maka beliau pun berdoa pada Allah SWT agar pintu itu terbuka. Rasa heran Nabi Sulaiman AS semakin menjadi-jadi begitu pintu kubah terbuka, dilihatnya seorang pemuda yang tengah bersujud.    

"Siapakah engkau?" tanya Nabi Sulaiman AS. "Apakah engkau dari bangsa malaikat, dari bangsa jin, atau dari bangsa manusia?" lanjut Nabi Sulaiman AS tanpa mampu menahan rasa heran dan terkejutnya. "Aku dari bangsa manusia," jawab pemuda itu.    

"Dengan jalan apakah engkau mendapat kemuliaan seperti ini?" tanya Nabi Sulaiman AS. "Dengan berbuat baik kepada ibu dan bapakku," sahut sang pemuda. "Ketika ibuku telah tua renta, aku menggendong di atas punggungku. Ibuku senantiasa berdoa untukku: ‘Ya Allah, karuniailah anakku dengan rasa puas. Dan jadikanlah tempatnya sesudah wafatku di suatu tempat, tidak di bumi dan juga tidak di langit'. Dan setelah ibuku meninggal, aku berkeliling di pantai. Tiba-tiba terlihat olehku sebuah kubah dari permata. Maka benda itu pun aku dekati, dan seketika itu pula pintu kubah terbuka untukku. Aku pun memasukinya. Lalu atas izin Allah Ta'ala pintu kubah itu menutup kembali. Maka sejak itu aku tak tahu lagi apakah aku berada di langit atau berada di bumi. Namun di dalam kubah yang menentramkan itu Allah Ta'ala tetap memberikan rezeki untukku," lanjut sang pemuda panjang lebar.    

"Bagaimana Allah memberikan rezeki untuk memenuhi kebutuhanmu?" tanya Nabi Sulaiman AS kepada pemuda itu.    
"Apabila aku lapar, maka Allah menciptakan sebuah pohon yang berbuah lebat. Dan ketika aku haus, maka keluarlah dari kubah itu air yang lebih putih daripada susu, lebih manis dari madu, dan lebih sejuk dari es."    

"Lalu, bagaimana caranya engkau mengetahui siang dan malam?"    
"Apabila terbit subuh maka memutihlah kubah itu sehingga aku tahu waktu telah siang. Dan apabila matahari terbenam maka kubah itu pun menjadi gelap sehingga aku tahu bahwa malam telah tiba," jelas sang pemuda.    

Selanjutnya, pemuda itu pun berdoa kepada Allah SWT. Lalu tertutuplah kembali pintu kubah itu sedang dia berada di dalamnya seperti sedia kala. Setelah pintu kubah itu tertutup kembali, Nabi Allah Sulaiman AS pun memerintahkan jin Ifrit untuk meletakkan kubah dari permata itu di tempatnya semula. (*)  

(Cerita ini bersumber dari Kitab Durratun Nashihin karangan Syaikh Utsman al-Khaubawi. Disunting dari terjemahan dan dikembangkan seperlunya untuk lebih mudah dinikmati, dipahami, dan diambil hikmahnya)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menuju Pulauku Nol Sampaholeh : Rohmah S
20-Jul-2018, 07:18 WIB


 
  Menuju Pulauku Nol Sampah Sejumlah karyawan Astra sedang membuat ecobrick dengan memasukkan sampah plastik ke dalam botol plastik bekas pada kegiatan sukarela karyawan di Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia