KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

HKBP se-Kawasan Danau Toba Gelar Ibadah Serentak Doakan Pemulihan Danau Toba
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 10-Jun-2019, 11:11:39 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Umat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang berada di Kawasan Danau Toba (KDT) menggelar ibadah keprihatinan terhadap kondisi Danau Toba. Ibadah digelar secara serentak di 128 resort pada enam distrik di KDT, Minggu (2/6/2019). Keenam distrik tersebut, yakni Distrik III Humbang, Distrik V Sumatera Timur, Distrik VI Dairi, Distrik VII Samosir, Distrik XI Toba Hasundutan, dan Distrik XVI Humbang Habisaran.

Pada Minggu Exaudi (Ya Tuhan, dengarkanlah suaraku), Minggu 2 Juni 2019, ada sedikit perbedaan dengan tata ibadah yang lazim dipakai sebelumnya.
Sebagaimana umumnya di HKBP, ibadah gereja berbahasa Batak, mulai dari nyanyian, khotbah, liturgi, namun kali ini isinya bernuansa refleksi terkait tema kerusakan Danau Toba dan lingkungannya.

Menurut Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt DR Anna Ch Vera Pangaribuan, bahwa motivasi pihaknya sengaja merancang tata ibadah yang demikian (ibadah bertema lingkungan), berangkat dari keprihatinan melihat rusaknya Danau Toba saat ini.

Air Danau Toba mengalami pencemaran mengkhawatirkan, terlebih dengan hadirnya keramba jaring apung (KJA) milik perusahaan dan pribadi selama sekian tahun, terus-menerus merusak kualitas air Danau Toba. Begitu juga dengan penebangan hutan yang telah menyebabkan longsor dan banjir bandang di kawasan danau Toba. Kawasan Danau Toba sekarang ini telah rusak, dirusak oleh manusia.

"Berangkat dari keprihatinan melihat semakin tercemarnya Danau Toba, kita membuat tata ibadah Minggu kali ini di enam distrik dengan bertemakan lingkungan," ujar Pdt Anna yang mengikuti ibadah di HKBP Sihite Distrik III Humbang.

Menurut Pdt Anna, HKBP memiliki sikap yang jelas sejak lama tentang kondisi Danau Toba dan lingkungannya yang terus mengalami penurunan kualitas. HKBP tidak berhenti menyuarakan itu, dan kali ini lewat tata ibadah bernafas lingkungan, dan untuk pertama sekali digelar sebagai bentuk implementasi sikap HKBP.

"Ibadah bertemakan lingkungan sengaja dilakukan hanya semua gereja HKBP yang ada di seputaran kawasan Danau Toba, ada 128 resort di enam distrik," terangnya.

Dikutip dari tata ibadah dalam bahasa Batak yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, disebutkan sebagai berikut:

"Tuhan adalah pencipta langit, bumi dan isinya. Tuhan menciptakan lembah, bukit, langit, air, laut, danau dan hutan yang begitu indah. Setelah itu diciptakan manusia, untuk menguasai semuanya. Tetapi yang terjadi saat ini, justru rusaknya lingkungan yang membuat kehidupan manusia terancam. Karena kerakusan manusia, hutan dibabat yang berakibat terjadinya pemanasan global.

Sudah semakin banyak jenis ikan, binatang dan tumbuhan hilang. Udara pun kotor, dan tercemar. Akibatnya terjadilah bencana seperti banjir, angin puting beliung yang kemudian merusak pertanian, menghancurkan rumah-rumah warga dan menghilangkan nyawa manusia,

Demikian juga dengan limbah kimia dari KJA milik perusahaan dan pribadi membuat Danau Toba rusak, ikan hilang, air kotor, dan tanah kering tidak ada lagi sumber air bersih. Udarapun makin kotor. Dulu ada ucapan warga di kawasan Danau Toba, bisa meminum langsung air dari Danau Toba. Dulu sangat mudah mendapat ikan, tapi sekarang tidak bisa, karena sudah tercemar limbah kimia.

Karena itu, HKBP terpanggil merawat ciptaan Tuhan. Kita umat terpanggil menjadi berkat bagi lingkungan (hidup). Implementasinya selain ibadah khusus Minggu, 2 Juni 2019, HKBP melalui Departemen Marturia, akan menggelar 'Eco Pastoral Care' atau kepedulian HKBP terhadap lingkungan khususnya Danau Toba."

Dikabarkan melalui tata ibadah tersebut, bahwa kegiatan Eco Pastoral Care akan digelar pada Selasa, (18 Juni 2019) HKBP akan menabur benih ikan di Danau Toba. Kemudian pada 30 Juni 2019 menanam pohon di pinggir kawasan Danau Toba, dan 5 Juli 2019 digelar seminar dengan topik, "Safe Lake Toba & Eco Care" di Balige, Tobasa.

Selain itu, HKBP juga akan menggelar ibadah raya dengan melibatkan 7 Pemkab di KDT yang akan dilakukan di Samosir. Ibadah raya itu akan dilaksanakan sebelum dilakukannya penebaran benih ikan pada 18 Juni mendatang.

"Keseluruhan kegiatan ini sebagai upaya membangun kesadaran kita untuk merawat kawasan Danau Toba, yang telah dianugerahkan Tuhan Allah pada manusia." tulis penyusun tata ibadah di akhir refleksi.

Sementara itu, menanggapi digelarnya ibadah dan doa kepedulian kawasan Danau Toba oleh HKBP, berbagai komunitas masyarakat menyampaikan apresiasi serta harapan kiranya Gereja-gereja kembali lebih peduli lagi akan keutuhan ciptaanNYA dan tetap bersahabat dengan alam.

Gereja juga diminta untuk menyuarakan agar pemerintah (daerah) sungguh-sungguh berjuang dan komit dengan pelestarian lingkungan khususnya Danau Toba dan kawasannya.

"Permukaan Danau Toba menurun terus, apakah itu sangat terkait dgn pengrusakan/pembalakan hutan di hulu sungainya, kawasan perbukitannya? Kita lihat yang juga terjadi di pulau Samosir sendiri, sungai-sungai yang bermuara ke Danau Toba sudah kering kerontang. Tanah pertanian, sawah, manusia kekurangan air. Tidakkah kita rasakan bahwa pelestarian lingkungan hidup sangat terkait dgn kehidupan manusia lingkungannya?

Harusnya dijaga ekosistem, janganlah karena hanya kepentingan sedikit orang dan oknum sehingga kepentingan masyarakat/publik dikorbankan.
Seharusnya pembalakan hutan, penebangan kayu secara illegal tidak lagi terjadi. Solusinya tidalah sulit, menurut saya, kepedulian, keseriusan dan ketegasan semua pihak serta penegakan regulasi-aturan dari tingkat bawahan hingga ke atas harus terwujud, jika kita tidak mau dilanda bencana," sebut seorang rekan di medsos.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia