KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTerbuka Kesempatan Magang di Harian Online KabarIndonesia oleh : Redaksi-kabarindonesia
24-Apr-2019, 03:27 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda seorang mahasiswa/mahasiswi dari berbagai fakultas di wilayah Indonesia dan memiliki minat di dunia media online termasuk penulisan artikel dan pengeditan, redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) memberikan kesempatan magang di HOKI selama satu tahun sebagai Tim Redaktur.
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Hidup Dewasa Dalam Kristus dan Bertahan Menghadapi Krisis
Oleh : Andi Oktavian Santoso | 23-Nov-2018, 14:05:08 WIB

KabarIndonesia - Ada sebuah kisah klasik yang mungkin sering kita dengar yaitu kisah tentang kentang, telur dan biji kopi. Ketiga jenis makanan ini tentu sangat kita butuhkan, dan erat dengan kehidupan sehari-hari kita. Siapa yang tak kenal dengan berbagai jenis kentang yummy yang tersaji menjadi french fries, mashed potato atau potato chip? Siapa yang tak pernah menikmati telur dengan berbagai olahan menjadi scramble eggs, atau telur mata sapi, dan siapa yang tak pernah menikmati berbagai olahan biji kopi pilihan dari Arabica, Robusta, hingga Kopi Luwak? 

Ada perbedaan mencolok dari ketiga jenis makanan ini: kentang yang keras ketika direbus justru menjadi lembut dan lebih lunak. Telur yang rentan ketika direbus justru menjadi keras, namun yang menarik bagi biji kopi yang keras, ketika direbus justru dapat menghasilkan aroma kopi yang nikmat. Kisah ini berbicara tentang karakter dan kepribadian manusia. Ada tipe pribadi yang keras, namun ketika menghadapi berbagai tantangan dan krisis di dalam kehidupannya menjadi lembut, ada pula pribadi yang lemah lembut ketika menghadapi krisis dan kesulitan justru menjadi keras. Namun ada pula tipe pribadi manusia yang ketika menghadapi krisis dan tangangan, dapat meresponi dengan benar sehingga menjadi keharuman yang nikmat dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Rasul Paulus, adalah pribadi yang dahulu hidup di dalam pengajaran yang keras, mengikuti sebuah ajaran yang sangat menekankan tentang kehidupan yang taat terhadap Taurat dan hukum-hukum Allah, bahkan sangat radikal terhadap keyakinan dan kebenarannya secara konservatif. Namun semuanya berubah seratus delapan puluh derajat semenjak ia berjumpa secara pribadi dengan Yesus. Ia menjadi pribadi yang dilembutkan oleh kuasa Injil. Namun demikian ia juga mengalami transformasi dari dalam ke luar, menjadi pribadi yang teguh, tegar dan berkomitmen kokoh di dalam mengabarkan Injil Damai Sejahtera ke seantero bumi. Ia mengalami proses transformasi dari seorang Saulus menjadi Paulus. 

Namun apakah selama pelayanannya ia bebas krisis dan kesulitan? Ternyata tidak. Ia justru mengalami banyak tempaan, masalah, tentangan dan tantangan dari berbagai pihak, namun ia tidak goyah. Ia tidak mau beranjak sedetikpun dari kasih karunia Allah di dalam Yesus, dan kebenaran Injil yang kokoh. Ia memiliki jati diri dan panggilan yang konsisten, menjadi pelayan Injil hingga akhir hayat. Apakah hari-hari ini kita sedang mengalami krisis, tantangan yang mungkin terasa berat, dan membuat kita ingin meninggalkan keyakinan kita di dalam iman kepada Kristus? 

Anda tipe kentang, telur atau biji kopi? Beranikah kita juga memiliki sikap hati yang sedemikian teguh di dalam keyakinan akan Injil sama seperti rasul Paulus, yang berani berkata, “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya. Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya yaitu jemaat.” ~ Kolose 1: 23-24. “Krisis itu mendewasakan bukan membinasakan, tergantung cara kita meresponinya.”.(*)
Penulis Pdt. Andi O. SantosoIG: @andiosville


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia