KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
ROHANI

KADO NATAL TERINDAH YANG TUHAN BERKENAN
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 18-Des-2019, 01:45:48 WIB

KabarIndonesia - Sebagai orang Kristen, kita sering membayangkan: “Kalau saya hidup pada zaman Tuhan Yesus, saya pasti akan berikan seluruh kasih sayang kepada-Nya, bahkan jiwa dan raga pun siap saya korbankan untuk-Nya!”

Tetapi Tuhan Yesus justru menghendaki bahwa sekalipun saya tidak hidup pada zaman-Nya. Namun jika saya melakukan segala perbuatan kasih kepada sesama dengan total dan tulus. Maka saya sudah melakukan untuk-Nya, sebagaimana yang ditegaskan-Nya dalam

Injil Matius 25:40 “Ketahuilah: waktu kalian melakukan hal itu, sekalipun kepada salah seorang dari saudara-saudara-Ku yang terhina, berarti kalian melakukannya kepada-Ku!”

Ada sebuah kisah yang indah yang berkaitan dengan peristiwa Natal Tuhan, berikut:

Seharusnya ada orang Majus dari Timur yang hendak mengunjungi Bayi Yesus di Bethlehem. Namun karena sepanjang jalan ia sibuk melayani sesamanya, maka ia tidak bisa ikut serta dengan teman-temannya.

Artaban namanya. Ia orang Majus keempat yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bisa bertemu dengan Tuhan Yesus ketika Ia dilahirkan di Bethlehem.

Artaban telah menjual seluruh kekayaannya agar ia bisa mempersembahkannya untuk Raja yang akan dilahirkan. Uang hasil penjualan tersebut ia membeli tiga buah batu permata yang sangat berharga yakni batu permata saphir biru, ruby merah dan mutiara putih.

Ia telah berjanji untuk bertemu di satu tempat khusus dengan ketiga orang Majus lainnya ialah Caspar, Melchior dan Balthasar. Karena waktu sudah sangat mendesak, maka bila Artaban terlambat maka ia akan ditinggal oleh mereka.

Dalam perjalanan ia melihat orang berbaring di tengah jalan. Orang tersebut sedang menderita sakit berat dan sangat membutuhkan sekali pertolongan.

Apabila ia tidak menolong, pasti orang tersebut akan meninggal dunia, sebab mereka berada di satu tempat yang sepi dan jauh dari penduduk.

Kalau ia menolongnya maka ia akan terlambat dan akan ditinggal oleh kawan-kawanya. Namun baginya menolong jiwa orang jauh lebih penting dari segala-galanya.

Ia rela ditinggalkan asalkan orang sakit itu selamat. Itulah yang ia lakukan.

Ia harus menjual batu permata sapirnya untuk membiayai seluruh karavan mulai dari onta-onta, makanan, minuman dan pemandu jalan untuk melewati padang pasir sekali lagi.

Secara manusiawi ia merasa sedih, karena tidak jadi menyembah sang Raja dengan batu sapirnya.

Meski ia telah berusaha untuk mengejar kawan-kawannya secepat mungkin, namun setibanya di Bethlehem ia terlambat lagi. Yusuf dan Maria bersama Bayi mereka sudah tidak ada di sana lagi.

Saat Artabhan tiba di Bethlehem, para perajurit Herodes sedang dengan ganasnya menjalankan perintah Herodes untuk membunuh para bayi karena dia merasa ditipu oleh para Majus yang tidak bersedia untuk menunjukkan tempat Bayi Yesus berada.

Di tempat Arthaban menginap, bayi putera pemilik penginapan hendak dibunuh pula oleh seorang komandan tentara Herodes.
Artabhan melihat dan mendengar ratapan tangis dari ibu bayi tersebut dan ia tidak tega dan menolong ibu bayi itu dengan batu permata rubynya. Ia menukar nyawa bayi itu dengan batu permata yang dimilikinya.

Arthaban bertambah sedih, karena batu permata untuk sang Raja semakin berkurang, bahkan hanya tinggal satu batu mutiara.

Sebelum ia tiba di Yerusalem, tiga puluh tahun lebih ia mencari sang Raja di mana-mana dan ia merasa tercengang mendengar bahwa Raja yang dicarinya bertahun-tahun itu akan disalibkan di Golgota.

Ia merasa terhibur sebab masih memiliki batu mutiara terakhir yang bisa ia gunakan untuk menebus hidup sang Raja, agar Ia tidak disalibkan, seperti ketika ia menebus hidup seorang bayi di Bethlehem.

Dalam perjalanan menuju Golgotha ia melihat seorang anak perempuan meratap meminta tolong kepadanya: “Tuan tolonglah saya, para perajurit akan menjual saya sebagai budak, karena ayah saya berhutang banyak. Ayah saya tidak mampu melunasi hutang tersebut, dan sebagai ganti ia mengambil saya untuk dijual. Tolong tuan!”

Betapa sedih hati Arthaban, tetapi ia melihat keadaan sangat mendesak, sebelum anak ini dijual dan dijadikan budak untuk seumur hidupnya, lebih baik ia menukar batu mutiaranya untuk menebus anak tersebut dan menyelamatkannya.

Setelah itu langit menjadi gelap gulita dan terjadi gempa bumi, sehingga ia jatuh terbaring dan gadis tersebut jatuh pula di atas pundaknya.

Tiba-tiba secara tidak sadar ia berujar: “Tuhan, kapan kami pernah melihat Tuhan lapar lalu kami memberi Tuhan makan, atau haus lalu kami memberi Tuhan minum?

Kapan kami pernah melihat Tuhan sebagai orang asing, lalu kapan pula kami pernah menyambut Tuhan untuk datang berkujung ke rumah kami?

Kapan Tuhan pernah tidak berpakaian, lalu kami memberi Tuhan pakaian?

Kapan kami pernah melihat Tuhan sakit atau dipenjarakan, lalu kami menolong Tuhan?"

Lalu terdengar suara sayup-sayup yang menjawab lembut: ”Ketahuilah: waktu kalian melakukan hal itu, sekalipun kepada salah seorang dari saudara-saudara-Ku yang terhina, berarti kalian melakukannya kepada-Ku!"

Setelah itu meninggallah Arthaban. Ia meninggal dengan penuh senyuman bahagia, karena semua jerih payahnya dan semua hadiah untuk Raja telah diterima oleh Sang Raja dengan baik.(Diceritakan Mang Ucup)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
666 - ANGKA SETAN YG TERKUTUK 06 Jun 2020 11:23 WIB


 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia