KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (8), telah kita simak bagaimana DKI Jakarta yang ditinggalkan Jokowi sejak Pilpres 2014 digantikan dengan baik oleh Ahok-Djarot sampai tiba waktunya digelar kembali
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 

MENAFSIR ULANG SUNNAH ROSUL (2): Satu Bangsa Manusia, Satu Tanah Air Bumi dan Satu Bahasa Cinta

 
ROHANI

MENAFSIR ULANG SUNNAH ROSUL (2): Satu Bangsa Manusia, Satu Tanah Air Bumi dan Satu Bahasa Cinta
Oleh : Tonny Djayalaksana | 17-Mar-2019, 13:30:47 WIB

KabarIndonesia - Kembali ke permasalahan pakaian yang sudah saya singgung di tulisan "Menafsir Ulang Sunnah Rosul (1)", jadi pakaian jilbab/syar'i itu, menurut pemhaman saya tidak berbeda dengan jenggot bagi orang-orang Timur Tengah, seperti di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Sudan, Iran, dan lainnya. Pakaian jilbab/syar'i itu memang sudah menjadi budaya pakaian mereka sehari-hari.

 Mungkin hal ini juga tidak terlepas atau disesuaikan dengan iklim demografis yang mereka miliki sebagai negara di padang pasir. Makanya jika di lingkungan dimana mayoritasnya orang-orang berbusana sangat tertutup tersebut, akan sangat aneh sekali jika ada orang yang berbusana kebalikan dari yang mayoritas tersebut, yaitu berpakaian minim, terbuka dimana-mana, dan hal ini bisa menimbulkan rangsangan birahi bagi kaum Adam/laki-laki.          

Begitu pun sebaliknya jika di kelompok/komunitas kaum nudis/tanpa busana. Mereka pun akan keheranan kalau melihat ada yang berbeda dengan budaya mereka yang kesehariannya memang tidak mengenakan busana alias telanjang bulat. Aneh rasanya jika tiba-tiba ada orang yang berpakaian serba tertutup. Mungkin juga hal ini bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.         

Jadi kalau tadi dibilang berpakaian jilbab/syar'i untuk menutupi auratnya para wanita, maka dengan penjelasan saya di atas tadi, kurang tepat. Karena hal ini tergantung dari sudut mana kita memandang. Bukankah sebuah kejahatan itu bisa terjadi, bukan semata-mata bersumber dari kebebasan atau larangan, akan tetapi bersumber dari tingkat kesadaran manusia itu sendiri. Belum tentu di negara-negara yang menerapkan larangan-larangan yang sangat ketat dengan dibarengi ancanman-ancaman, kelak setelah kita mati akan dimasukan ke neraka yang penuh dengan siksaan-siksaan yang sangat pedih dan kekal selama-lamanya, lalu kejahatan itu akan berkurang.         

Pada realitanya, saat ini justru di negara-negara yang seperti itu malah kejahatannya merajarela. Bahkan penjara yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung para pelaku kejahatan yang sudah divonis dan kena hukuman. Namun sebaliknya, justru di negara-negara yang cenderung lebih bebas dan terbuka, sekarang justru banyak penjara yang sudah beralih fungsi menjadi tempat komersial, saking tidak adanya lagi para pelaku kejahatan yang harus dihukum di penjara.         

Pernah saya tuliskan disalah satu artikel saya, Nabi Adam yang sudah tinggal di surga. Meski dalam kesehariannya dia selalu bersama Allah, ternyata masih juga tidak mempan untuk dilarang.  Buktinya Allah membebaskan Nabi Adam untuk menikmati keindahan dan kenikmatannya di Surga. Cuma ada satu larangannya, yaiitu jangan mendekati pohon Qulbi. Apa yang dilakukan oleh Nabi Adam? Beliau bukan hanya mendekati lagi, bahkan memakan buah Qulbinya. Akibatnya beliau harus menanggung resiko diusir oleh Allah dari Surga dan diturunkan ke Bumi ini.         

Cerita tersebut adalah sebuah bukti bahwa manusia itu bisa berbuat kesalahan bukan karena adanya perintah dan larangan semata. Akan tetapi yang lebih utama sebagai penentu adalah tingkat kesadaran manusia itu sendiri.          

Jadi kesimpulannya menurut pemahaman saya, masalah jenggot, celana cingkrang dan berjilbab/hijab/syar'i, itu semata-mata hanyalah masalah kebudayaan saja. Tidak ada kaitannya dengan urusan spiritualitas. Karena ujung-ujungnya dari belajar spiritualitas atau agama itu adalah membentuk akhlak yang baik.         

Seperti yang diriwayatkan juga oleh hadits Nabi Muhammad SAW, yang berbunyi: INNAMAA BU'ISTU LI UTAMIMMA MAAKARIMAL AKHLAQ=SESUNGGUHNYA AKU DIUTUS KE DUNIA INI UNTUK MEMULIAKAN AKHLAQ.          

Dan Nabi Muhaammad SAW juga pernah bersabda dalam sebuah riwayat hadits: BAHWA SEBAIK-BAIKNYA MANUSIA DI MUKA BUMI INI, ADALAH MANUSIA YANG BETMANFAAT BAGI MANUSIA LAINNYA.         

Banyak contoh yang telah diriwayatkan, dalam beberapa hadits Nabi Muhamad SAW, bersabda: "Telah diampuni seorang wanita penzina yang lewat di depan anjing yang menjulurkan lidahnya di depan sumur. Dia berkata, "Anjing ini hampir mati kehausan". Lalu dilepasnya sepatunya lalu diikatnya dengan kerudungnya lalu diberinya minum. Maka diampuni wanita itu karena memberi minum. (HR. Bukhari)         

Latar belakang kisah ini adalah karena sifat murah hatinya kepada binatang, maka seorang wanita yang selama hidupnya melacurkan diri akhirnya mendapat surga. Kisah ini hendaknya menjadi teladan bagi kita. Jangan pernah putus asa dalam mengharap kasih sayang dan ampunan dari Allah SWT.         

Ada satu lagi hadist yang meriwayatkan adanya seorang pemuda Bani Israil yang telah membunuh 99 orang. Lalu ia pun ingin bertobat. Ia mendatangi salah satu ahli ibadah (‘Abid) untuk menanyakan perihal keinginannya tersebut. Namun ahli ibadah ini mengatakan kalau tobatnya itu tidak bisa diterima oleh Allah SWT. Pasalnya, ia sudah banyak sekali membunuh manusia tidak bersalah. Mendengar ucapan ahli ibadah ini, pemuda Bani Israil ini marah dan akhirnya membunuh ahli ibadah tersebut.         

Namun, keinginan pemuda ini untuk bertobat sangatlah tinggi. Kemudian ia mendatangi juga seorang Ahli Ilmu (‘Alim). Ia menanyakan perihal keinginannya untuk bertobat sekaligus menjelaskan kalau ia sudah membunuh 100 nyawa manusia. Ahli ibadah ini pun mengatakan, tobatnya masih bisa diterima oleh Allah SWT. Caranya pemuda ini disuruh pergi/hijrah ke suatu daerah dimana daerah ini banyak sekali orang-orang yang beribadah kepada Allah SWT. Pemuda ini disuruh berhijrah agar dia bisa belajar Islam di daerah itu. Pasalnya di daerahnya tinggal yang sekarang banyak sekali kemaksiatan.        

Pemuda ini pun akhirnya pergi menuju ke daerah tujuan tersebut. Sayangnya, Allah SWT mencabut nyawanya saat pemuda ini dalam perjalanan. Seketika itu datanglah Malaikat Azab dan Malaikat Rahman untuk mengambil roh pemuda ini. Karenanya, kedua Malaikat ini pun bertengkar memperebutkan roh pemuda tersebut.         

Malaikat Azab ingin ngambil roh pemuda ini karena sudah membunuh 100 manusia. Sedangkan Malaikat Rahman juga mau mengambil roh pemuda ini karena sudah berusaha bertobat di sisi Allah SWT. Akhirnya diutuslah Malaikat yang menjadi hakim untuk kedua Malaikat ini. Malaikat hakim ini pun kemudian menghitung jauhnya letak meninggalnya pemuda tersebut. Apabila letak meninggalnya pemuda ini dekat denga daerah asal, berarti pemuda ini milik Malaikat Azab. Namun sebaliknya, apabila tempat meninggalnya pemuda ini lebih dekat dengan daerah tujuan, maka berarti pemuda ini milik Malaikat Rahman.       

Menurut riwayat Imam Bukhari, ternyata letak meninggalnya pemuda ini lebih dekat satu langkah dengan daerah tujuan. Namun ada juga riwayat lainnya yang mengatakan pemuda ini meninggal tepat di tengah-tengah antara daerah asal dan daerah tujuan. Karena riwayat Imam Bukhari lebih tinggi, maka riwayatnyalah yang diambil. Yaitu pemuda ini meninggalnya lebih dekat satu langkah dari daerah tujuan, jadi pemuda ini pun akhirnya diambil oleh Malaikat Rahman dan akan dimasukan ke dalam Surga-Nya         

Dari kedua cerita di atas tadi, jelaslah bahwa Allah itu adalah sosok Sang Maha Segala Maha. Maha pengampun, Maha pengasih, Maha penyayang dan seterusnya.         

Jadi menurut saya, masalah sebuah kebudayaan mengenai kebiasaan sekelompok orang, yang sering menimbulkan perdebatan, kalau mau dibandingkan dengan kedua cerita tadi, sudah bisa disimpulkan bahwa Allah tidak pernah terlibat dengan hal-hal yang sepele. Untuk menangani masalah yang super berat sekalipun Allah masih bisa bertindak secara Maha Bijaksana dan Maha Adil. Allah akan selalu bertindak Maha Adil bagi seluruh penghuni alam semesta ini. Karena dasarnya sifat Allah itu adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.         

Sesungguhnya di semesta ini kita adalah satu Bangsa yaitu Bangsa Manusia. Baik dia itu orang Amerika, Rusia, China, Indonesia, Arab dan seterusnya adalah sama namanya yaitu manusia. Dan kita adalah satu tanah air yaitu Tanah Air yang bernama Bumi. Mau apakah itu negara Amerika, Rusia, China, Indonesia, Arab Saudi dan seterusnya, semua sama berada di dalam Buminya Allah Yang Maha Kuasa. Dan kita semua juga satu Bahasa. Yaitu Bahasa Cinta. Kita wajib mencintai satu sama lain bagi seluruh penghuni Alam Semesta ini, dengan hanya ada satu tujuan. yaitu mengabdi dan berkarya agar eksistensinya Allah bisa selalu dikenal oleh seluruh makhluk ciptaan-Nya yang ada di Alam Semesta  ciptaan-Nya ini.(*) 

 Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now 
 ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT www.djayalaksana.com                  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia