KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Magnificat
Oleh : Js Kamdhi | 21-Des-2010, 09:49:00 WIB

KabarIndonesia - “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah juru selamatku. Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku bahagia. Sebab, Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan kuduslah nama-Nya.Dan, rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang taku kepada-Nya. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan-perbuatan tangan-Nya, serta mencerai-beraikan orang yang congkak hatinya. Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahtanya dan  meninggikan orang yang hina-dina. Ia melimpahkan segla yang baik bagi orang yang lapar, dan mengusir orang kaya dengan tangan hampa,”  ucap Maria. (Lukas 1: 46-56)

Magnificat (Latin) berarti kidung pujian. Mengucap syukur atas penyelenggaraan ilahi. Mengucap syukur atas berkat-karunia yang telah Tuhan limpahkan. Mengucap syukur atas bimbingan-perlindungan Tuhan.

Magnificat merupakan ungkapan kerendahan hati manusia beriman. Ungkapan ketakberdayaan manusia di hadapan Tuhan. Ungkapan penyerahan total atas kuasa Tuhan.Sebuah kesadaran bahwa manusia hanyalah seputir pasir di pantai bila berhadapan dengan penyelenggaraan ilahi. Kidung pujian yang dilandasi kerendahan hati merupakan napas kehidupan.

Kidung pujian menjadi ‘tanda nyata’ umat beriman yang telah menemukan ‘tujuan hidup’. Tanda nyata umat beriman yang telah mengenyam-mengecap betapa indahnya kasih Tuhan. Tanda nyata umat beriman yang selalu berjalan di jalan Tuhan.

Sahabat, ingatkah bagaimana misionaris pertama Paulus dan Silas? Dengan kuasa ilahi Paulus dan Silas  mengajarkan kasih Tuhan, penebusan Tuhan, dan membantu banyak orang. Melihat ‘popularitas Paulus dan Silas’ pemuka agama merasa tersisih-tersaingi-tergusur. Mereka memutarbalikkan fakta. Mengadukan pada pemerintah local.

Paulus dan Silas ditangkap dan dipenjara. Derita penjara tidak menyurutkan Paulus dan Silas. Bendera putih tidak mereka kibarkan. Mereka tetap “enjoy”. Tetap tegak-tegar-teguh dalam iman. Mereka sangat yakin Tuhan tidak akan meletakkan beban di luar batas kemampuan mereka. Mereka semakin yakin akan kuasa Tuhan. Semakin yakin bahwa pilihan-putusan ‘menjadi pewarta kabar suka cita’ merupakan terbaik.

Di dalam penjara Paulus dan Silas khusyuk berdoa. Kidung pujian mereka lantunkan dengan penuh iman. Mereka mencoba mensyukuri  derita-nestapa-kesukaran dan menaruhnya di telapak tangan Tuhan. Mereka percaya Tuhan mempunyai rencana. Tengah malam, ketika itu, selagi doa dan kidung pujian mereka persembahkan bagi Tuhan, tiba-tiba terjadi gempa bumi.

Tembok-tiang-atap-pintu runtuh. Demikian juga belenggu terlepas dari Paulus dan Silas. Mereka dibebaskan oleh Tuhan.  Doa  dan kidung pujian menjadi kekuatan luar biasa. Doa dan kidung pujian membebaskan mereka.

“Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah juru selamatku. Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku bahagia. Sebab, Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan kuduslah nama-Nya.Dan, rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang taku kepada-Nya. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan-perbuatan tangan-Nya, serta mencerai-beraikan orang yang congkak hatinya. Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahtanya dan  meninggikan orang yang hina-dina. Ia melimpahkan segla yang baik bagi orang yang lapar, dan mengusir orang kaya dengan tangan hampa,”  ucap Maria. (Lukas 1: 46-56)

Sahabat, Tuhan ingin Anda menjadi pemenang, bukan pecundang-cengeng. Tidak ada alasan apapun hidup pada tekanan keadaan, frustrasi dan putus asa. Tidak ada alasan apapun untuk “meratapi masa lalu” dan “menangisi kegagalan”. Tidak peduli berapa ratus kali Anda jatuh tersungkur-terjerembab-bertiarap.

Bangkit dan berdirilah untuk melantunkan kidung pujian, “Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah juru selamtku.” Sahabat, Tuhan pasti melihat tekad dan kemauan Anda. Tuhanlah yang akan memampukan. Tuhanlah yang akan memberi jalan. Tuhanlah yang akan menyempurnakan rencana-Nya bagi kehidupan Anda. Percayalah kuasa-rencana-waktu Tuhan untuk kita.

Kidungkanlah penuh iman, “Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku bahagia. Sebab, Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan kuduslah nama-Nya.Dan, rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang taku kepada-Nya. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan-perbuatan tangan-Nya, serta mencerai-beraikan orang yang congkak hatinya. Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahtanya dan  meninggikan orang yang hina-dina. Ia melimpahkan segla yang baik bagi orang yang lapar, dan mengusir orang kaya dengan tangan hampa.”

Sahabat, percaya dan yakinlah, pada saat anda melakukan apapun yang dapat anda lakukan, saat itulah Tuhan menggandeng dan menuntun untuk melakukan dan menyempurnakan apa yang tidak dapat Anda lakukan. Inilah kekuatan iman dan inilah pergumulan hidup yang Tuhan kehendaki. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//         

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia