KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Membangun Citra Diri
Oleh : Js Kamdhi | 18-Des-2010, 08:58:00 WIB

KabarIndonesia - “Tuhanlah yang empunya bumi beserta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murah hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya pada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat Tuhan. Keadilan Allah yang menyelamatkan dia, orang yang selalu menacari wajah-Mu, ya Tuhan.” (Mazmur 24: 1-5)

Banyak orang sibuk membangun citra diri. Banyak orang sibuk dengan pencitraan.diri. Segala daya dan upaya dilakukan untuk menunjukkan kehebatan, keahlian, kepintaran, kedermawan. Ada yang membangun citra diri dengan menulis buku tentang diri sendiri dan keluarganya.

Ada yang mengembangkan citra diri dengan melakukan aksi social: member santunan, membangun tempat ibadah-sekolah-jalan. Banyak pula yang membangun citra diri dengan mengiklankan diri baik di media cetak maupun media elektronik. Mereka percaya dengan membayar mahal untuk “iklan citra diri” khalayak akan mengagumi, menyegani, dan menganggapnya hebat.

Hanya, yang mereka lupakan citra diri tidak dapat direkayasa dan tidak dapat dibeli. Dewasa ini, dalam iklim kehidupan kapitalis, citra diri-pencitraan-‘jaga image’ telah terdistorsi. Orang terjebak dalam kepalsuan diri. Seribu topeng dan seribu wajah menjadi tujuan pencitraan diri. Janji-janji manis-menggoda-menggiurkan atau bantuan tunai langsung menjadi penyedap rasa dan bumbu kekufuran. Kepalsuan citra diri menunjuk pada “kehausan manusia untuk meraih kedudukan-kekuasaan-kekayaan”.

Itulah, sebabnya pencitraan hanya berkait dengan pemilihan: pemimpin daerah, pusat, maupun anggota dewan. Artinya, pencitraan dibangun demi meraih sebuah keuntungan-kehormatan-kekuasaan dengan sedikit mungkin kehilangan namun sebanyak mungkin meraup.

Sahabat, Tuhan menghendaki agar kita memiliki citra diri yang benar-mulia-baik-mulia. Sebab, Tuhan besarta kita. Tuhan bertahta dalam hati kita: Immanuel. Tuhan sangat paham bahwa kita tidak sempurna. Tuhan sangat mengerti bahwa kita banyak kekurangan-kelemahan-dosa.

 Namun, Tuhan tetap mencintai kita. Tuhan tetap mengulurkan tangan-Nya. Tuhan tetap memancarkan kasih-karunia-berkat. Tuhan tetap menanti dan merindukan agar kita berkemampuan melihat tangan Tuhan yang terulur dan menyambutnya. Saat batin-rohani melihat uluran tangan Tuhan, dan kita menyambut-Nya, saat itulah kita sedang membangun citra diri-pencitraan sedang berproses.

Sebab, citra diri-pencitraan sejati hanya ada dan berada  bila manusia hidup sebagai “IMAGO DEI”: citra Allah yang memancarkan “nur illahi”. Artinya, pencitraan sejati selalu bersumber pada kedekatan relasi manusia dengan Tuhan. Di dalamnya, hadir sosok pribadi yang ‘berpasrah pada kehendak Tuhan” hingga Tuhan memampukan untuk melakukan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat-bangsa-negara.

Sahabat, Tuhanlah yang empunya bumi beserta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murah hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya pada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat Tuhan. Keadilan Allah yang menyelamatkan dia, orang yang selalu menacari wajah-Mu, ya Tuhan,” harus mendasari pencitraan diri kita.

Tuhan mencari orang-orang biasa, yang menyadari segala kelemahan-kekurangan, untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Sebagaimana Tuhan menyampaikan warta bahagia kepada para gembala, bukan kepada para pemimpin-penguasa, untuk datang dan bersyujud pada Sang Penebus di Palungan Betlehem. Oleh karena itu, harapkanlah kemurahan hati Tuhan, harapkanlah berkat-berkat-Nya, harapkanlah kasih-mesra Tuhan sebab itulah Citra Diri Sejati…


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com// 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia