KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalBocoran Terbaru Kabinet Kerja Jokowi-JK, Perlu? oleh : Wahyu Ari Wicaksono
24-Okt-2014, 15:46 WIB


 
 
Bocoran Terbaru Kabinet Kerja Jokowi-JK, Perlu?
KabarIndonesia - Jakarta, Pengumuman nama-nama yang akan segera mengisi beberapa kursi kementerian adalah peristiwa yang paling ditunggu oleh masyarakat Indonesia saat ini. Apalagi kabar santer bahwa Jokowi akan segera mengumumkan nama-nama pembantunya tersebut secara unik di teriminal 3 Pelabuhan Tanjung
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA


  • Glocal
  • 15-Nov-2011, 13:41:36 WIB










 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Tak Datang 23 Okt 2014 17:37 WIB

Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Persiapan-persiapan Menjelang Bulan Ramadhan
Oleh : Wahyu Barata | 30-Jul-2011, 19:50:34 WIB

KabarIndonesia - Prosesi Munggah, Sehari sebelum bulan Ramadhan tiba, masyarakat berbondong-bondong pergi ke café atau rumah makan untuk "mencicipi" makanan yang lebih enak. Ada juga yang "membedah" kolam ikan, memotong ayam, atau membeli makanan dan minuman yang lebih mewah dari hari-hari biasa.

Kebingungan melanda para pengunjung café atau rumah makan, karena tidak mendapat tempat duduk. Akhirnya mereka harus sabar menunggu para pengunjung lain selesai makan.
Pemerintah pun segera mengkoordinasikan pihak-pihak yang diajak bersama-sama menghitung dan meneropong hilal untuk menetapkan awal bulan Ramadhan. Spanduk-spanduk menyambut kedatangan bulan Ramadhan pun terpampang di jalan-jalan.Para produser dan insan-insan pertelevisian, para pemilik production house jauh-jauh hari sibuk menyusun program-program Ramadhan. Hingar-bingar masjid dan mushola, acara  buka puasa bersama begitu meriah di mana-mana. Instansi-instansi, termasuk Kepolisian, begitu peduli dan serius berusaha menghormati bulan Ramadhan. Hal ini merupakan fenomena tahunan, setiap bulan Ramadhan.     Di kampung saya ada tradisi saling berkirim makanan antar tetangga. Sebagian warga memilih mudik untuk merayakan munggah bersama keluarganya.Bagi masyarakat Garut ketika munggah harus pulang kampung. Kalau di kampung bisa "membedah" kolam ikan, memotong ayam, atau menikmati hasil panen dari sawah. Kalau di kota semua harus dibeli.
Tradisi munggah sehari sebelum melaksanakan ibadah saum Ramadhan sah-sah saja. Apa lagi tujuannya untuk menjalin silaturahim dengan keluarga yang tidak bisa dilakukan setiap bulan. Tetapi munggah ada juga dampak negatifnya, di antaranya memicu konsumerisme karena kita merayakannya di café atau rumah makan, atau mudik.      Munggah sebelum bulan Ramadhan sebenarnya tidak wajib. Dari segi usaha mempererat tali silaturahim dan memohon maaf sebelum menjalankan ibadah saum di bulan Ramadhan merupakan hal yang lebih baik, sehingga tidak ada beban lagi. Selama ini kita selalu terfokus meminta maaf ketika Idul Fitri, itupun lebih banyak bersifat formalitas.Semarak munggah juga ada di dua desa yang terkenal dengan Warung Tegalnya, Desa Sidapurna dan Desa Sidakaton, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Masyarakat Tegal menyebutnya unggah-unggahan yang bermakna naik derajat, karena pahala selama bulan Ramadhan berlipat ganda. Baik keluarga berada, kelas menengah, maupun kurang mampu mengadakan selamatan. Tentu dengan lauk-pauk yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Selamatan unggah-unggahan sudah berlangsung sejak lama, sehingga warga tidak mengetahui sejarahnya. Warga hanya meniru dan meneruskan tradisi orang tua. Selama seharian kaum ibu mempersiapkan selamatan, mulai dari belanja, memasak, sehingga sebelum shalat Maghrib sudah beres. Ketika akan selamatan dan mengundang tetangga, terjadi suasana "unik" karena antar tetangga itu saling tarik-menarik untuk ikut selamatan di rumahnya. Sang ustadz dibuat kebingungan karena harus ditarik-tarik ke rumah-rumah warga, padahal di rumahnya ia juga menyediakan tumpeng untuk selamatan.Tumpeng unggah-unggahan berisi nasi dan lauk-pauk khas desa seperti tahu, tempe, ikan, kacang panjang, tauge, daging ayam, ditempatkan dalam tampah. Biasanya langsung dibagikan ke tetangga daripada menunggu mereka datang. Ada juga yang selamatan setelah shalat Tarawih, tetapi sangat jarang dilakukan. Tugas orang yang lebih mudalah untuk membagikan nasi dan lauk pauk itu. Syukur Nikmat Sebagai Jalan Untuk Mencapai Taqwa.
Tak terasa sebentar lagi kita jelang datangnya bulan suci Ramadhan. Alhamdulillah kita ucapkan, karena Allah Subhaanahu Wa Ta ‘ala masih memberi kita umur untuk merasakan nikmatnya bulan suci yang penuh berkah ini.      Allah SWT selalu memberikan nikmat kepada kita. Setelah kenikmatan terbesar berupa iman Islam, maka kenikmatan-kenikmatan lainnya juga dianugrahkan kepada kita yang tak terhitung nilai dan jumlahnya, bahkan sering tidak kita sadari kehadirannya. Marilah kita mensyukuri nikmat-nikmat itu, marilah kita bersama-sama berusaha menjadi hamba Allah yang bersyukur.

Dengan bersyukur kita akan lebih mudah menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Mari kita renungkan bagaimana ketika Rasulullah Muhammad SAW berdiri begitu lama dalam shalat malamnya hingga kaki beliau bengkak. Saat Aisyah, istri beliau, bertanya dengan menyebutkan keutamaan beliau yang telah dijamin ampunan atas segala dosanya, beliau justru menjawab dengan sabdanya yang mulia, "Tidak bolehkah aku menjadi hamba-Nya yang bersyukur?" Syukur sangat erat kaitannya dengan taqwa. Tidak ada orang yang mampu mencapai derajat taqwa tanpa bersyukur. Sebaliknya, syukur akan mengantarkan seorang hamba Allah meraih ketaqwaan.

Salah satu nikmat itu adalah sampainya usia kita di akhir bulan Sya'ban ini. Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan yang istimewa dan penuh keutamaan. Dahulu para sahabat dan salafusshalih selalu mempersiapkan diri dua bulan sebelum bulan Ramadhan tiba dan mengucapkan doa yang masyhur, yang mengisyaratkan persiapan ini, " Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan." (Hadits Riwayat Baihaqi).

Kebarokahan Bulan Ramadhan
Rasulullah SAW selalu menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan ucapan, "Ahlan wa sahlan ya Ramadhan (Selamat datang wahai bulan Ramadhan)", bulan yang penuh barokah. Beliau pernah bersabda, "Apabila umatku mengetahui bahwa bulan Ramadhan ini bulan yang penuh barokah dari Allah SWT, maka tentu mereka akan memohon kepada Allah SWT agar setiap bulan dijadikan bulan Ramadhan." Kebarokahan bulan Ramadhan, antara lain sebagai berikut :

1). Doa orang yang saum pada bulan Ramadhan, insya Allah akan dikabulkan Allah SWT.

2). Setiap ibadah pada bulan Ramadhan, pahalanya akan berlipat ganda.

3). Tidur di siang pada bulan Ramadhan tetap berpahala.

4). Sabda Rasulullah SAW, "Pada bulan Ramadhan pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka  ditutup rapat-rapat dan semua setan dibelenggu. 5). Membaca Al Quran satu ayat sama dengan khatam satu kali saja berarti sama dengan khatam 6.666 kali pada bulan yang lain.

Persiapan-Persiapan Menjelang Bulan Ramadhan     
Mengakhiri bulan Sya'ban ini kita mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. Menurut beberapa ustadz yang saya temui, setidaknya ada empat persiapan bagi kaum muslimin untuk menghadapi bulan Ramadhan.      Persiapan pertama adalah persiapan ruhiyah, dengan cara membersihkan hati dari penyakit yang merusak aqidah sehingga melahirkan niat ikhlas. Pengokohan aqidah adalah pondasi utama dalam persiapan ruhiyah. Tanpa aqidah yang benar, seseorang akan terjatuh dalam syirik. Dan syirik selamanya tidak akan berbuah keikhlasan. Aqidah yang benar adalah kuncinya. Oleh sebab itu surat di dalam Al Quran yang semuanya membahas aqidah dinamakan surat Al Ikhlas. Persiapan kedua yaitu persiapan fikriyah. Agar ibadah saum Ramadhan kita benar-benar efektif, kita perlu membekali diri dengan ilmu agama terutama yang berhubungan langsung dengan amaliyah di bulan Ramadhan. Tentang kewajiban puasa, keutamaan puasa, hikmah puasa, syarat dan hukum puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, sunnah-sunnah puasa, Tarawih, I'tikaf, zakat.

Untuk itu kita bisa mengkaji, mengikuti taklim di lingkungan kita, baik majlis taklim yang diadakan di masjid, di pondok pesantren, maupun tempat-tempat lain. Inilah rahasia mengapa Imam Bukhari membuat bab khusus dalam shahihnya dengan judul Al Ilmu Qabla Al Qaul wa Al Amal (Ilmu sebelum ucapan dan amal). Tanpa ilmu bagaimana kita akan beramal selama bulan Ramadhan dengan benar? Pemahaman Ilmu Syar'i ini juga merupakan tanda kebaikan yang dikehendaki Allah terhadap seseorang. Karenanya Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka ia difahamkan tentang (ilmu) agama (Muttafaq ‘Alaih)."

Persiapan ketiga, persiapan jasadiyah. Tanpa persiapan yang memadai kita bisa terkaget-kaget bahkan ibadah kita tidak bisa berjalan normal. Karena bulan Ramadhan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan-bulan lain. Kita diharapkan tetap produktif dengan pekerjaan kita masing-masing meskipun dalam kondisi berpuasa. Kita juga akan beribadah dalam porsi lebih lama dari sebelumnya, dengan melakukan shalat Tarawih misalnya.     

Karenanya kita perlu mempersiapkan jasadiyah kita dengan berolah raga secara teratur, menjaga kesehatan badan dan kebersihan lingkungan. Di sini logika akal bertemu dengan keutamaan syar'i dalam hadits nabi: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah." (Hadits Riwayat Muslim, Ibnu Majah, Al Baihaqi, dan lain-lain).    

Persiapan keempat itu persiapan maliyah dalam menyambut bulan Ramadhan bukan untuk membeli baju baru, menyediakan kue-kue lezat untuk Idul Fitri, dan lain-lain. Kita justru membutuhkan sejumlah dana untuk memperbanyak infaq, memberi ifthar (buka puasa orang lain), dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Bagi yang berharta mencapai nishab dan haul tentu wajib mempersiapkan zakat maalnya. Apa lagi jika kita mampu berumrah di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang bernilai luar biasa; seperti nilai berhaji bersama Rasulullah SAW).Rasulullah mencontohkan bahwa beliau yang begitu dermawan di hari-hari biasa, bertambah sangat dermawan di bulan Ramadhan mengalahkan angin yang berhembus.

"Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al Quran. Maka sifat murah hati Rasulullah SAW melebihi hembusan angin." (Hadits Riwayat Bukhari). Ini mengajarkan kepada umat beliau bahwa Ramadhan sebagai bulan yang paling utama dengan pelipatgandaan pahala amal kebajikan hendaklah dioptimalkan dengan memperbanyak infaq dan meningkatkan kualitasnya.     Semoga persiapan-persiapan itu menjadikan kita optimal dalam melaksanakan ibadah saum Ramadhan dengan predikat taqwa. (Penulis, penulis lepas tinggal di Bandung).


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Korban Lapindo Tagih Janji Jokowi 23 Okt 2014 20:21 WIB

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 
Papua Kalahkan Sumut 24 Okt 2014 11:23 WIB


 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia