KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (10), telah saya sampaikan alasan-alasan kenapa KH Ma'ruf Amin merupakan salah satu sosok yang paling tepat mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 kemarin.
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 

Pertanyakanlah Tuhanmu (1)

 
ROHANI

Pertanyakanlah Tuhanmu (1)
Oleh : Dr I Wayan Mustika | 18-Apr-2019, 13:52:39 WIB

KabarIndonesia - "Pertanyakanlah Tuhanmu", kata Nasrudin suatu ketika. Kalimat itu benar-benar mengguncang perasaan Joko Kendal.  Bagaimana bisa Nasrudin mengajaknya untuk mempertanyakan Tuhan yang tidak perlu lagi dipertanyakan kebenaran-Nya?  Mempertanyakan Tuhan sama saja dengan meruntuhkan dinding keyakinan dalam Jiwa. Ketika keyakinan akan keberadaan Tuhan mulai dipertanyakan, maka ajaran agama kehilangan makna kebenarannya.

"Bagaimana bisa kau berpikir untuk mempertanyakan Tuhan, Nasrudin? Bukankah kau telah tahu bahwa keberadaan Tuhan itu adalah sebuah kebenaran yang mesti diyakini saja? Sebuah keyakinan tidaklah pantas untuk dipertanyakan. Karena mempertanyakan keyakinan itu sama saja dengan meragukannya.  Dan sebuah keraguan sudah tentu bukan lagi sebuah keyakinan." Joko Kendal bersuara agak keras menegur Nasrudin.  Namun Nasrudin hanya tersenyum tipis.

"Kata siapa aku memintamu untuk mempertanyakan keyakinanmu pada Tuhan? Kata siapa aku memintamu untuk meragukan Tuhan? Aku hanya memintamu mempertanyakan Tuhan, bukan mempertanyakan keyakinanmu sendiri kepada Tuhan?" Jawab Nasrudin santai, menyisakan kerut di dahi Joko Kendal yang tak menangkap maksudnya.

"Sebentar, aku tambah bingung dengan maksudmu, kawan.  Kau memang tidak mempertanyakan keyakinanku pada Tuhan, melainkan hanya memintaku mempertanyakan-Nya.  Lalu di mana beda keduanya, Nasrudin." Joko Kendal mulai penasaran.

"Tetaplah kau meyakini bahwa Tuhan itu memang ada, sebagaimana ajaran agamamu, atau pernah diajarkan para Guru Sucimu.  Namun perkuatlah keyakinanmu itu dengan mengenali-Nya lebih mendalam.  Kau baru akan bisa mengenali-Nya lebih mendalam bila kau mencari tahu lebih banyak tentang-Nya.  Dan untuk mengetahui lebih jauh tentang-Nya, tentu saja kau mesti mempertanyakan lebih jauh pula tentang-Nya, agar kau mendapatkan lebih banyak pengetahuan sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang-Nya."

"Nah, dari seluruh proses itu, bukankah mempertanyakan tentang Tuhan akan membawamu pada penemuan pengetahuan mendalam tentang-Nya untuk memperteguh keyakinanmu pada-Nya?" Nasrudin menepuk-nepuk bahu Joko Kendal yang mulai terlihat mengangguk-angguk.

"Masalahnya adalah kepada siapa aku harus menemukan jawaban tentang Tuhan, bila aku mulai mempertanyakan-Nya.  Aku takut pertanyaanku justru mengantarku pada suatu keraguan ketika aku tak menemukan jawaban yang memuaskan kehausanku akan pemahaman tentang-Nya."  Joko Kendal menunduk lesu.

Ia tahu kenapa begitu banyak orang menjadi atheis.  Sebab ketika orang-orang yang beragama dan meyakini keberadaan Tuhan ternyata tidak berhasil memberikan jawaban masuk akal bagi mereka yang mempertanyakan Tuhan, maka keyakinan terhadap Tuhan menjadi bahan tertawaan mereka. Sedangkan jawaban yang pernah ia dengar saat Tuhan dipertanyakan, hanyalah bahwa Tuhan itu adalah keyakinan hati yang tidak bisa dijelaskan dengan akal pikiran.  Bila tak akan pernah ada penjelasan sebagai jawabannya, lalu untuk apa lagi mempertanyakan.

Kenyataan inilah yang membuat Joko Kendal menjadi sangat sensitif terhadap ajakan seperti yang dikatakan Nasrudin; mempertanyakan Tuhan.  Ia takut berubah menjadi atheis, atau setidaknya takut dianggap kehilangan keimanan terhadap Tuhan.

Nasrudin yang memahami kegundahan sahabatnya, mencoba menjelaskan pelan-pelan kepadanya.

"Kawan, keyakinan itu memang terletak di perasaan, di batin terdalammu. Itu sebabnya sebuah rasa tidak memerlukan penjelasan apa-apa kecuali lewat pengalaman langsung.  Namun dinding peneguh keyakinan itu ada di akal pikiran, dibentuk oleh kuatnya pemahaman terhadap apa yang kau yakini.  Itu sebabnya pikiran memerlukan pengetahuan untuk membangun dinding pemahaman yang kuat, agar rasa keyakinan di batin terdalammu tidak mudah goyah oleh berbagai godaan."

"Jangan lupa ajaran tetua masa lalu, bahwa rahasiamu adalah rahasia-Nya.  Jika kau tidak mengungkap rahasia itu, maka kau hanya akan mengenalinya sebagai sebuah kata ‘rahasia' belaka. Hanya pengenalan kosong akan rahasianya tanpa mengenali isi dari apa yang ada dalam rahasia itu. Ungkaplah dengan kecerdasan akal pikiranmu yang didukung oleh pengetahuan yang cukup luas, agar kau mengetahui apa yang ada di balik rahasia itu."

"Percayalah, saat kau benar-benar memiliki pengetahuan yang cukup tentang-Nya, keyakinan hati dan pengetahuan pikiranmu itu akan mampu membuatmu melihat-Nya di mana-mana."

Joko Kendal menatap mata Nasrudin. Mencoba menemukan pengetahuan yang masih tersisa di sana untuknya. Nasrudin membalas tatapannya dengan tersenyum.  Joko Kendal tahu, Nasrudin akan mengajarinya lebih banyak lagi.Bersambung.(*)

 Kuta, 19 April 2019.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia