KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (9), kita telah melihat kepintaran Presiden Jokowi dalam membalikkan keadaan dari semula dianggap penakut dan pengecut, tiba-tiba membalikkan keadaan dengan secara berani bergabung
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 

Pertanyakanlah Tuhanmu (2)

 
ROHANI

Pertanyakanlah Tuhanmu (2)
Oleh : Dr I Wayan Mustika | 18-Apr-2019, 13:54:20 WIB

KabarIndonesia -  Setelah memahami maksud ajakan Nasrudin untuk mempertanyakan Tuhan, Joko Kendal mulai menemukan ruang dalam dirinya untuk diisi dengan pengetahuan lebih mendalam tentang Tuhan.  Ia percaya keyakinannya tidak akan terganggu ketika mempertanyakan Tuhan, sebab keyakinan itu adalah urusan rasa hati, sedangkan pengetahuan adalah urusan akal pikiran.  Pengetahuan yang tepat akan semakin meneguhkan keyakinan pada Tuhan, sedangkan pengetahuan yang kurang tepat tidak akan begitu menggoyahkannya.

"Nah, aku telah memahami ajakanmu untuk mempertanyakan Tuhan.  Namun seperti yang aku katakan kemarin, aku tidak tahu ke mana harus bertanya dan kepada siapa mesti mempertanyakan tentang Tuhan.  Sebab tidak semua orang akan mampu menjawabnya, bahkan tidak semua orang akan setuju dengan pertanyaanku tentang Tuhan.  Kebanyakan orang pasti akan bereaksi seperti saat aku bereaksi terhadap ajakanmu." Joko Kendal menagih jawaban awal dari Nasrudin.

"Betul kawan.  Meski kau telah mengerti maksudku tentang mempertanyakan Tuhan, memang tidak akan mudah bagimu menemukan jawaban itu.  Namun ada beberapa hal yang penting untuk kau jadikan bekal saat berjalan mencari jawaban atas pertanyaanmu.  Pertama, jangan menanyakan hal itu pada mereka yang tertutup atas pertanyaan seperti itu.  Sebab, jangankan memiliki jawaban atas pertanyaanmu tentang Tuhan, bahkan memiliki keinginan untuk juga mempertanyakan Tuhan pun mungkin tidak pernah ia miliki."

"Pada orang seperti itu tidak akan kau dapatkan apa-apa selain perdebatan yang tiada berguna.  Sejak awal ia akan menyatakan kembali padamu bahwa Tuhan itu tak terjelaskan, tak terpikirkan, tak boleh dipertanyakan lagi. Carilah orang yang setidaknya bisa terbuka bahwa Tuhan itu bisa dipertanyakan.  Setidaknya ia bisa menjadi kawan seperjalananmu untuk mengenali-Nya lebih mendalam. "

"Kedua, temukanlah orang yang tidak takut memakai akal pikirannya untuk memahami Tuhan.  Sebab orang seperti itu akan mengantarmu pada jawaban yang masuk akal tentang Tuhan.  Sebab Tuhan itu memang bukan sesuatu yang tidak masuk akal."

"Jika manusia saja memiliki akal pikiran yang begitu cerdas, sudah pasti Sang Pencipta dari manusia itu memiliki kecerdasan yang jauh melampaui ciptaan-Nya. Dan jika manusia diciptakan untuk mengenali diri-Nya, tentulah akal pikiran ini disertakan pada diri manusia untuk dipakai sebagai alat dalam mengenali-Nya, bukan."

Joko Kendal tersentak.  Ada sebuah aliran pesan yang menjadi kunci pembuka ke ruang pemahaman dalam dirinya.

"Sepertinya aku semakin menangkap maksudmu, Nasrudin.  Jadi akal pikiran ini adalah alat khusus yang diberkahkan Tuhan dalam tubuh manusia ini untuk dipakai mengenali rahasia-Nya." pancing Joko Kendal dengan sumringah.

"Betul kawan.  Tubuh manusia ini adalah berkah luar biasa bagi Jiwa-Jiwa yang terpilih lahir di dalamnya. Dengan tubuh ini, Jiwa atau Ruh memiliki kesempatan untuk mengalami rasa suka duka dalam kehidupan yang dijalaninya, lalu memetik pelajaran rasa di dalamnya. Lebih dari itu, dengan berkah otak dan pikiran di tubuh itu, Jiwa/Ruh akan mampu mempelajari kehidupannya dan memetik pengetahuan di dalamnya."

" Seluruh pelajaran rasa dan pengetahuan yang ada dalam kehidupan ini adalah bagian dari rahasia semesta-Nya.  Nah, tanpa memanfaatkan kecerdasan akal pikiran dan kepekaaan perasaanmu, bagaimana kau akan mengungkap tabir rahasia-Nya dan memahami pengetahuan rahasia-Nya?"

"Jadi, jangan takut bertanya tentang-Nya.  Sebab pertanyaan itu mirip umpan di ujung kail yang dilempar ke tengah samudra, untuk memancing ikan-ikan datang kepadamu.  Jawaban-jawaban yang mengandung pengetahuan di samudra kehidupan ini akan mendatangimu lewat pertanyaan yang kau ajukan pada kehidupan ini."

"Lagi pula, sesungguhnya saat kau mulai bertanya, maka Jiwamu yang bersemayam dalam dirimu itulah yang akan menuntunmu menemukan sebuah ruang dan waktu yang tepat agar berjumpa dengan jawaban yang kau butuhkan."

Joko Kendal kembali menggangguk pertanda pemahamannya semakin terang oleh penjelasan Nasrudin.

"Lalu bagaimana aku bisa meyakini, bahwa jika kelak aku bertemu dengan seseorang yang mampu memberikan jawaban untuk segala pertanyaanku tentang Tuhan, aku memang telah menemukan orang yang tepat dan jawaban yang benar tentang-Nya?  AKu tidak mau mendapatkan jawaban yang sekadar pembenaran atau pun tafsir-tafsir palsu tentang-Nya."

Mendengar pertanyaan terakhir itu, Nasrudin mendekati telinga Joko Kendal dan berbisik lembut.

"Jika kau telah menemukan pengetahuan kebenaran tentang-Nya, di sana seluruh pembenaran akan lebur tanpa pertentangan lagi. Tak ada lagi perdebatan pengetahuan yang datang dari berbagai ajaran agama.  Sebab semua ajaran agama itu bermuara pada samudra kebenaran-Nya.  Namun jika pengetahuan itu hanya pembenaran belaka, akan selalu muncul benih-benih perdebatan dan perlawanan dari sisi yang lain."

Kata-kata Nasrudin ini sungguh tak mampu dicerna seketika oleh pemahaman Joko Kendal.  Namun ia tak merasa ada dorongan perlawanan dari dalam dirinya.  Hanya ada tarikan napas dalam yang membuat matanya menutup ke dalam perenungan diri. (*)

Kuta, 20 April 2019    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia