KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDr Ir H Salahuddin Wahid (Gus Sholah) Adik Kandung Presiden ke-4 RI Tutup Usia oleh : Danny Melani Butarbutar
02-Feb-2020, 18:29 WIB


 
 
KabarIndonesia  - Breaking News Kompas tv kemarin (2/2) sekitar pkl. 23.00 dan Dandy Bayu Bramasta KOMPAS.com memberitakan jika KH Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Sholah, meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020) malam.

Almarhum  Gus Sholah yang juga pengasuh
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 
Menu Aceh Sie Asap Localeco 20 Feb 2020 04:53 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

 

RENUNGAN AWAL TAHUN: Menjadi Manusia Cahaya

 
ROHANI

RENUNGAN AWAL TAHUN: Menjadi Manusia Cahaya
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 31-Des-2008, 22:16:47 WIB

KabarIndonesia - Apa arti tahun baru? Sebagian manusia menganggapnya sebagai tahun asa, tahun cahaya, tahun cita, tahun duka, tahun cinta, tahun derita, tahun harapan, tahun nestapa, tahun rasa, dsb. Penulis cenderung memilih tahun baru sebagai tahun cahaya.

Tahun cahaya adalah tahun dimana semua unsurnya memancarkan cahaya yang terang, membentuk harmoni yang cemerlang. Tahun dimana negeri kita memiliki manusia-manusia cahaya. Manusia seperti inilah yang diharapkan dapat mengelola alam-semesta secara bijaksana.

Apa itu manusia cahaya? Manusia cahaya adalah manusia yang telah tercerahkan sepenuhnya sehingga dapat menerangi dirinya sendiri, keluarganya, masyarakatnya, negaranya, dunianya, dan semesta raya. Singkatnya, manusia cahaya adalah mereka yang dirinya telah tercerahkan sehingga dapat mencerahkan semesta.

Lalu, bagaimana cara menjadi manusia cahaya? Caranya mudah dan sederhana.

Pertama, membersihkan hati dan diri dari berbagai noda dan dosa. Jika kita memiliki banyak dosa, perbuatan kita diwarnai hal-hal yang tercela, perkataan kita menimbulkan luka, maka sebaiknya kita segera sadar diri, bertaubat, memohon ampunan kepada Allah, bertekad tidak akan mengulangi lagi, dan konsisten di dalam menebar benih kebaikan dan menanam bibit cinta kasih.

Cara kedua adalah dengan mencegah diri dari semua penyakit hati, seperti: mudah berprasangka buruk, iri, dengki, takabur, suka pamer, dendam, dsb. Agar tidak terserang penyakit hati adalah dengan selalu bersyukur kepada Allah, tidak membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain dalam hal duniawi (seperti: materi, kekuasaan, pangkat, kedudukan, jabatan, keluarga, kepandaian, dsb), senantiasa menyibukkan diri dengan berbagai hal yang berguna, dan tidak suka mencari-cari kesalahan orang lain.

Manusia cahaya memiliki jiwa cahaya, jiwa yang suci, sehingga semua yang berada di sekitarnya ikut tercerahkan, dapat menemukan jalan Cahaya menuju ke sumber Cahaya. Manusia cahaya memiliki hati nirwana, sehingga bila berada di dekatnya, mudah merasakan kedamaian dan kebahagiaan sejati nan abadi.

Cara ketiga adalah dengan memiliki mindset (pola/paradigma berpikir) yang baik, benar, teratur, dan terarah. Mindset inilah pondasi kita untuk berpikir positif, kreatif, inovatif, selektif, dan produktif.

Sederhananya, apa yang kita pikirkan itulah yang akan menjadi kenyataan. Jika kita selalu berpikir tentang peluang, maka berbagai kemudahan dan kesempatan akan menyambut kita. Jika kita senantiasa berpikir tentang risiko, maka kesulitan dan krisis akan menghampiri kita. Oleh karena itulah sebaiknya setiap diri kita senantiasa berhati-hati di dalam berpikir.

Manusia cahaya memiliki pemikiran cahaya; pemikiran yang terang serta menerangi, pemikiran yang cerah serta mencerahkan. Dengan demikian semua persoalan hidup segera menemukan solusinya.

Cara keempat adalah berkata benar atau diam. Perkataan yang baik membawa kita kepada kebenaran. Perkataan yang benar membawa kita kepada kebijaksanaan. Perkataan yang bijaksana...inilah mata air kebaikan. Jika berbicara membuat kita binasa, maka diam itulah kebijaksanaan. Jika berbicara membuat jiwa tersiksa, hati terluka, dan raga menderita, maka diam itulah kebijaksanaan. Jika berbicara hanya sekadar berbicara, berkata tanpa makna, maka diam itulah kebijaksanaan.

Manusia cahaya, perkataannya adalah cahaya. Jika berkata maka kata-katanya adalah sumber kebenaran yang menerangi dan mencerahkan. Jika diam, maka diamnya pun merupakan jawaban.
Ya, benar...Bagi manusia cahaya, diam merupakan jawaban cahaya atas semua pertanyaan rahasia semesta.

Cara kelima adalah bertindak dan berbuat yang berguna secara hati-hati, terencana, dan bijaksana. Misalnya dengan membaca pengetahuan yang benar, menuliskan pengalaman yang inspiratif, mendengarkan nasihat yang bijaksana, mendendangkan lagu yang menggetarkan jiwa, dan sebagainya.

Segala tindakan dan perbuatan kita hendaknya dilakukan demi sang Mahacinta, atas petunjuk sang Mahakasih, sehingga cahaya Cinta Kasih dapat terasa di hati semua manusia dan menerangi semesta raya.

Jika kita bertindak atau berbuat hanya demi menggapai mimpi duniawi maka mustahil kita mencapai inti surgawi.

Bagi manusia cahaya, semua tindakan dan perbuatannya senantiasa mengingatkan manusia akan jatidirinya, menginspirasi jiwa untuk bertindak atas nama sang Maha Cinta-Kasih, mengasah nurani menjadi semakin suci, dan menyadarkan manusia selalu dalam harmoni. Bila manusia-bumi-semesta dalam harmoni, maka kita mudah merasakan kehangatan hati Ilahi.

Agar makna senantiasa abadi di dalam jiwa, maka marilah kita renungkan mutiara kata berikut ini:


Barangsiapa


Barangsiapa menebar doa
dia menuai Kehidupan

Barangsiapa menebar cinta
dia menuai Keabadian

Barangsiapa menebar kasih
dia menuai Kedamaian

Barangsiapa menebar benci
dia menuai kesengsaraan

Barangsiapa menebar derma
dia menuai kekayaan

Barangsiapa menebar ilmu
dia menuai kebijaksanaan

Barangsiapa menebar semangat
dia menuai kesuksesan

Barangsiapa menebar persahabatan
dia menuai kebahagiaan

Barangsiapa menebar permusuhan
dia menuai kehancuran



-- 0 I00I 0 --


Marilah kita menjadikan tahun baru 2009 sebagai tahun cahaya. Tahun dimana kita menjelma sebagai manusia cahaya, manusia yang menerangi dunia dan semesta.(*)



-- 0 I00I 0 --



Tentang Penulis
Dito Anurogo:
- An active and extraordinary student in School of Medicine, Sultan Agung
Islamic University (UNISSULA), Semarang, Central Java, Indonesia.
- A member of International Federation of Medical Students'
Associations (IFMSA).
- A member of Center for Indonesian Medical Students' Activities
(CIMSA).
- A member of
Forum Lingkar Pena (FLP) Semarang, Indonesia.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababanoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
04-Jan-2020, 04:31 WIB


 
  Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababan Artis papan atas, Judika Sihotang, menyedot ribuan pengunjung dalam acara hiburan terbuka Old and New 2020 yang dikemas oleh Pemkab Tapanuli Utara di lapangan Serbaguna Tarutung, Kamis (2/1) malam. Massa membludak di lokasi sehingga pengunjung berdesakan di lapangan. Bupati Nikson
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 
IMLEK AGAR KITA MELEK 23 Jan 2020 05:21 WIB

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia