KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTerbuka Kesempatan Magang di Harian Online KabarIndonesia oleh : Redaksi-kabarindonesia
24-Apr-2019, 03:27 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda seorang mahasiswa/mahasiswi dari berbagai fakultas di wilayah Indonesia dan memiliki minat di dunia media online termasuk penulisan artikel dan pengeditan, redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) memberikan kesempatan magang di HOKI selama satu tahun sebagai Tim Redaktur.
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

RESUME BUKU: Aku Bersaksi, Allah Maha Nyata

 
ROHANI

RESUME BUKU: Aku Bersaksi, Allah Maha Nyata
Oleh : Kabarindonesia | 23-Nov-2018, 14:11:21 WIB

KabarIndonesia - Menurut Mark Twain (penulis Amerika): "Ada dua hari penting di dalam kehidupan setiap orang. Pertama ketika ia dilahirkan, kedua saat ia mulai sadar kenapa ia dilahirkan."Oleh sebab itulah banyak orang selalu mempertanyakan: 
1. "Kenapa saya dilahirkan?"  
2.  "Apa tujuan hidup saya dan ke mana tujuannya?"  
 
Pertanyaan klasik ini sudah dipertanyakan sejak ribuan tahun yang lampau, bukan hanya oleh para kaum agamais saja melainkan juga oleh para filsuf di dunia ini. Tidak terkecuali Anda dan saya tentunya.     

Hal yang serupa dialami oleh Tonny Djayalaksana, sosok yang dilahirkan di Bandung pada 69 tahun yang lampau. Ia menjadi Muallaf ketika berusia 30 tahun.  Hampir selama 40 tahun masa hidupnya, ia telah mencari dan menggumuli terus-menerus berbagai macam pertanyaan spiritual yang berkecamuk dalam batinnya ini. Termasuk kedua pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas. Pertanyaan selanjutnya adalah, "Apabila Sang Pencipta itu benar-benar ada, sebelum alam semesta ini diciptakan, kira-kira seperti apa keadaannya?" Lalu, "Untuk apa alam semesta ini diciptakan?" Pertanyaan-pertanyaan ini telah cukup lama direnungkannya.  
Pada akhirnya ia merasa telah mendapatkan getaran-getaran Illahi untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Getaran-getaran Illahi ini ia dapatkan secara 'nyata' dan juga telah ia alami sendiri; jadi bukan hanya sekadar dari katanya saja ataupun hanya berandai-andai.   Hal inilah yang mendorong Tonny untuk menuangkannya ke dalam bentuk tulisan. Ia ingin memberikan kesaksian yang dialaminya dalam bentuk tulisan sesuai dengan judulnya: "Aku Bersaksi, Allh Maha Nyata"  

Buku ini ditulis secara pragmatis yang mudah dimengerti entah oleh siapa saja dan juga oleh penganut agama apa pun. Ini adalah sebuah tulisan yang benar-benar bersifat universal. Tonny telah mengajukan beberapa pertanyaan mendasar terhadap dirinya sendiri agar ia bisa lebih menghayati dan juga lebih dapat menekuni jalan hidup sehari-harinya.    

1. Sebelum alam semesta ini diciptakan, seperti apa keadaannya?      
2. Untuk apa Tuhan menciptakan alam semesta ini?  
3. Siapa diri sejati saya? 
4. Untuk apa saya dihadirkan di alam semesta ini?  
5. Dari mana asal sejati saya, ke mana saya harus kembali nanti?    

Tonny meyakini bahwa ia telah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan- pertanyaan tersebut di atas, berdasarkan pengalaman hidupnya sendiri.    

Oleh sebab itulah buku tersebut juga diberikan judul: "Aku Bersaksi, Allah Maha Nyata".  
Ia berharap buku ini dapat dijadikan pedoman hidup terutama bagi para pembaca yang hingga saat ini masih dalam tahapan PENCARIAN untuk menemukan jati dirinya sendiri.  
Selamat membaca! (*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia