KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniDualitas Ghaib-Nyata (2): Menemukan Resonansi Ilahi oleh : Tonny Djayalaksana
10-Des-2018, 15:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pada tulisan "Dualitas Ghaib-Nyata Bagian 1" telah dipaparkan tentang adanya fenomena manusia yang bisa berbicara dengan flora dan fauna. Temuan kenyataan tersebut serupa dengan yang diceritakan dalam Al Quran tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman yang diberi keutamaan
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

RINGKASAN BUKU: Aku Bersaksi bahwa Allah Maha Nyata

 
ROHANI

RINGKASAN BUKU: Aku Bersaksi bahwa Allah Maha Nyata
Oleh : Kabarindonesia | 25-Nov-2018, 08:30:44 WIB

KabarIndonesia - Berawal dari seorang Muallaf, Bapak Tonny Djajalaksana mulai melakukan pencarian atas sejumlah pertanyaan Abadi dan Suci yang selalu dialirkan ke dalam pikiran semua orang yang telah mencapai sebuah kesadaran.
Pertanyaan tentang siapa sesungguhnya saya? Dari mana saya berasal dan ke mana saya akan menuju? Untuk apa saya dilahirkan ke alam semesta yang bernama bumi ini? 

Itu merupakan pertanyaan-pertanyaan suci dan abadi, dan merupakan pertanyaan spiritual yang tidak dapat dijangkau oleh kecerdasan intelektual. Pertanyaan  suci dan abadi ini kerap kali dijawab oleh sebagaian manusia yang terbuka mulutnya, tetapi tertutup mata jiwanya, maka kesucian pertanyaan ini kerapkali terkotori. 

Dalam Buku "AKU BERSAKSI BAHWA ALLAH MAHA NYATA",  Bapak Tonny dengan penuh kehati-hatian menjaga kesucian pertanyaan-pertanyaan abadi itu dengan kecerdasan emosi dan spiritualnya yang dibangun secara bertahap dan bijaksana dalam proses pencariannya dan terhidar dari perilaku gegabah.

Proses pencarian yang dilakukan melalui penitian ke dalam diri, kerapkali membuka tabir rahasia tentang diri sejati. Karena mereka yang telah mengenal dirinya, maka merekalah yang telah mengenal Tuhannya. 

Selama ini kebanyakan manusia terpaku pada konsepsi tentang Tuhan sebagai sesuatu yang ghaib dan tak tersentuh. Padahal Tuhan sendiri yang menyatakan bahwa "AKU YANG NYATA DAN AKU YANG TIDAK NYATA". 
Dalam buku ini, Bapak Tonny telah membantu kita untuk memahami Tuhan sebagai sesuatu Yang Maha Nyata. Karena intisari kalimat Tauhid LAA ILLAAHA ILLALLAH  pada dasarnya memberikan sebuah deklarasi "Yang Mana yang Bukan Dia?" 

Dia yang mengisi seluruh ruang gelap kekosongan Maha Agung, Dia meliputi segalanya, dan tak ada yang tidak terliputi oleh-Nya. Bapak Tonny membantu kita untuk memahami pernyataan Tuhan "AKU MELIPUTI TIMUR DAN BARAT, DAN KEMANA PUN KAU  MENGHADAP AKAN MENEMUKAN WAJAHKU". 

Proses "Iqro" dalam dimensi spiritual, akan menimbulkan sebuah resonansi antara frekuensi jiwa dengan frekuensi Sang Maha Jiwa, sehingga getaran-getaran illahi akan menimbulkan sebuah dimensi pemahaman yang cerdas tanpa belajar dan terampil tanpa berlatih, sebagaimana yang Tuhan nyatakan "Aku akan mengajarkan kamu dengan pena-Ku sendiri, Aku akan mengajarkan kamu tentang apa yang belum kamu ketahui". 

Dimensi pengetahuan ini sering disebut sebagai pengetahuan Laduni, yaitu pengetahuan sejati dari sisi-Nya. Dimensi pengetahuan ini bukan milik semua orang, tetapi hanya milik mereka yang berhak untuk mewarisinya, yaitu mereka yang mencarinya. 

Bapak Tonny menginspirasi kita lewat tulisannya yang luar biasa, bahwa Tuhan akan menghendaki siapa saja yang memiliki kehendak. Tuhan akan menghendaki manusia ke arah cahaya-Nya, dan yang dikehendaki Tuhan adalah mereka yang memiliki kehendak menuju cahaya-Nya. Ini berarti proses perubahan baru terjadi ketika kita memulai dari diri kita sendiri. Tuhan bergantung kepada apa yang menjadi pikiran dan sikap kita.

Sebenarnya Bapak Tonny dalam buku ini tidak sedang berbicara mengenai agama, tetapi sedang berbicara spiritualitas. Seperti yang disampaikan oleh Dr. Teilhard de Chardin (seorang teolog, ahli paleontologi, filusuf) dari Perancis, bahwa agama dan spiritualitas itu berbeda. 

Agama ada ratusan, tetapi spiritualitas itu hanya satu. Agama untuk mereka yang tidur, spiritualitas untuk mereka yang sudah bangun. Agama memiliki seperangkat aturan dogmatik, spiritualitas mengundang kita untuk memikirkan segala sesuatu dan mempertanyakan semuanya. Agama mengancam dan menakut-nakuti, spiritualitas memberi kedamaian batin.

Agama berbicara tentang dosa dan kesalahan, spiritualitas mengatakan belajar dari kesalahan. Agama menciptakan, spiritualitas menemukan. Agama tidak mentolerir pertanyaan apa pun, spiritualitas mempertanyakan segala hal. 

Agama mencari untuk percaya, spiritualitas menuntun kita untuk mencarinya agar percaya. Agama hidup dalam pikiran, spiritualitas hidup dalam kesadaran. Agama berhubungan dengan melakukan, spiritualitas berhubungan dengan diri. Agama memberi makan ego, spiritualitas mendorong untuk melampaui ego. 

Agama membuat kita meninggalkan dunia untuk mengikuti Tuhan, spiritualitas membuat kita hidup di dalam Tuhan tanpa meninggalkan dunia. Dalam pernyataan akhir Dr. Teilhard: "Kami bukanlah manusia yang mengalami pengalaman spiritual, tetapi kami adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman manusia."

Dalam nuku ini, Bapak Tonny sedang bercerita bahwa tubuh manusia itu adalah sebuah kendaraan hebat buatan Tuhan sendiri untuk mengantarkan penumpangnya, yaitu Sang Jiwa untuk menemukan tujuan akhirnya, yaitu Dia Sang Maha Jiwa, seperti yang disampaikan Tuhan sendiri : "INNA LILLAHII WA INNA ILAIHI RAAJI'UUN" (Sesungguhnya kita berasal dari Dia dan akan kembali kepada Dia). 

Tubuh manusia adalah kitab tertua yang ditulis sendiri oleh Tuhan dengan tangan-Nya sendiri. Tubuh adalah semesta kecil atau alam mikrokosmos sebagai miniatur dari semesta besar atau alam makroskosmos. Segala rahasia tentang alam makroskosmos dapat ditemukan dalam alam mikroskosmos ini. 

Tubuh adalah sebuah keajaiban yang disediakan Tuhan untuk mengungkap tentang rahasia diri-Nya. Maka dari itulah para bijak telah menyatakan bahwa "Siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri, maka dia akan tersesat sejauh-jauhnya". 

Selamat membaca Buku karya Bapak Tonny Djajalaksana:" AKU BERSAKSI BAHWA ALLAH MAHA NYATA". Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan-Nya yang lurus.(*) Penulis: Syaiful Karim (Pembina Perguruan Spiritual Itsbatulyagiin  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia