KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Internasional oleh : Tonny Djayalaksana
24-Aug-2019, 15:51 WIB


 
 
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Silaturahmi
Oleh : Js Kamdhi | 20-Des-2010, 16:05:19 WIB

KabarIndonesia - Ketika Maria mengucapkan salam, bayi dalam rahim Elisabet melonjak, dan Elisabet pun berucap. “Diberkatilah engkau di antara para wanita. Diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sambapai ibu tuhanku datang mengunjungi aku. Sebab, sesungguhnya, ketika salammu sampai telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan, berbahagialah ia yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana,” (Lukas 1:39-45).

Kini, semakin banyak orang yang yakin mampu hidup sendiri. Semakin banyak orang yang tidak lagi membutuhkan sesamanya. Semakin banyak orang yang “masa bodoh” dengan kehidupan bersama. Semakin banyak orang yang berkeyakinan “Aku tidak butuh mereka. Merekalah yang membutuhkan aku!”

Bagaimana kita bisa memahami “lautan sampah di dalam dan di luar Stadion  Gelora Bung Karno” sesudah pertandingan sepakbola. Dalam alur ‘kesadaran’ tersebut, kita pun tidak heran bila “di mana pun” kita berpapasan dengan orang lain kita menemukan kesamaan:  kedua telinga lebih akrab dengan head set. Tidak hanya anak-anak muda yang sedang berproses menemukan jati diri, tetapi juga orang dewasa.

Tidak hanya di lingkungan tempat tinggal, namun juga di “ranah kehidupan bersama”: tempat-tempat umum. Sebuah fenomena yang layak kita kaji dan refleksikan. Sebuah pertanda bahwa “kesenangan-kenikmatan-kepuasan” telah menutup celah-celah yang paling hakiki: mendengarkan.

Oleh karena itu, kita pun dapat memahami ketika mendengar dan membaca berita seseorang mati mengenaskan dengan tubuh yang tidak dapat dikenali lagi karena tertabrak-terseret kereta api. Orang malang itu berjalan menyusuri rel kereta api sepulang kerja. Asyik dengan lagu-lagu hingga teriakan orang, klakson, dan ‘deru kereta’ tak terhiraukan. Karena, memang, tidak mendengarnya. Tentu, fenomena head set hanyalah salah satu contoh dari “kehebatan manusia modern yang mampu hidup sendiri dan tidak membutuhkan orang lain.

Berangkatlah Maria menuju pegunungan ke salah satu kota di tempat Elisabet dan Zakharia tinggal. Sesampai di rumah mereka, Maria pun memberi  salam kepada Elisabet, saudarinya.. Ketika Maria mengucapkan salam, bayi dalam rahimnya, dan Elisabet pun berucap. “Diberkatilah engkau di antara para wanita. Diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sambapai ibu tuhanku datang mengunjungi aku. Sebab, sesungguhnya, ketika salammu sampai telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan, berbahagialah ia yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana,” (Lukas 1:39-45).

Sahabat, dalam kutipan tersebut kita dapat merasakan bagaimana Maria menempuh perjalanan panjang dari rumahnya di Nasaret menuju rumah saudaranya Zakharia-Elisabet. Tanpa menghiraukan capai penat. Tanpa mempedulikan jalan  terjal-bebatu. Satu hal yang Maria lakukan: silaturahmi: Mengunjungi kerabatnya.

Mengunjungi sanak famili. Pasti, setiap kunjungan-silaturahmi selalu mencitpakan suasana haru-bahagia. Setiap kunjungan selalu menghadirkan perubahan-pembaharuan-pencerahan. Setiap kunjungan menghadirkan ‘hidup baru’. Bahkan, dalam “bayi dalam rahim melonjak kegembiraan”. Diberkatilah engkau di antara para wanita. Diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sambapai ibu tuhanku datang mengunjungi aku. Sebab, sesungguhnya, ketika salammu sampai telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan, berbahagialah ia yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.

Sahabat, silaturahmi-kunjungan, merupakan sarana “sharing” serta “peneguhan”. Kita dapat berbagai pengalaman hidup: suka-duka, bahagia-sengsara, gagal-sukses, bahkan dapat juga tentang pehit-getirnya hidup. Silaturahmi-kunjungan merupakan peneguhan karna orang menemukan “cara pandang baru” terhadapi seluruh dimensi hidup dan kehidupan.

Silaturahmi-kunjungan, akhirnya, merupakan penyempurnaan diri bahwa relasi yang intens pada Tuhan Yang Mahabesar, hanya dimungkinkan bila relasi dengan sesama manusia. Tak bisa dipahami bila orang “beriman pada Tuhan”, tapi yang dilakukan hanya “menari-nari di atas penderitaan orang lain”…


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
DI ATAS LANGIT ADA LANGIT 23 Aug 2019 14:03 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia